by Bimo Prasetio | Sep 24, 2019 | Artikel Lepas
Saya sudah melihat bagaimana para oknum praktisi hukum “bermain” di pengadilan. Begitu lihainya mereka memainkan kata, dalil hingga peraturan untuk bisa membenarkan apa “kesepakatan” mereka.
Tak sedikit senior advokat yang terjerat. Namun praktik kotor itu tetap saja merajalela. Hanya segelintir mereka yang masih meyakini bahwa integritas itu akan membawa keberkahan.
Akhirnya, hal itu (red: integritas) jadi pilihan, baik si klien maupun advokatnya. Cara mana yang mereka suka, cara mana yang mereka “halalalkan”.
Pernah terbesit untuk menyudahi karir dunia hukum ini, karena begitu penuh dengan carut marut dan lemahnya penegakkan hukum. Inginnya banting setir ke dunia wirausaha secara full dan meninggalkan dunia hukum.
Namun takdir berkata beda. Berkat para guru yang mengingatkan, kita jangan lari dari peperangan. Justru inilah saatnya kita memperjuangkan kebenaran. Siapa tahu, langkah-langkah kecil ini yang menjadi amalan penyelamat di yaumul akhir.
Tapi jangan berkecil hati saat perjuangan itu belum membuahkan hasil. Tugas kita adalan berproses, soal hasil sudah digariskan. Bisa jadi tongkat estafet akan dilanjutlan oleh generasi penerus. Pokoknya terus berproses hingga ajal menjemput.
Nikmatilah perjuangan ini kawan, biarkan mereka terlena dan larut dalam tawa dan ketamakannya. Tuhan tidak akan diam, semua ada balasannya.
Seperti yang selalu didengungkan, “Integritas juga ada marketnya.”
Salam hormat dan salam santun untuk rekan sejawat yang turut berjuang.
BP Lawyers Counselors at Law
Smart Legal ID
#AksesHukumJadiMudah #Advokat #Lawyers #Hukum #Integritas #Value #Legal #Bisnis #Pengacara #Digital #Entrepreneur #Law #Keadilan #Kebenaran
by Bimo Prasetio | Sep 23, 2019 | Artikel Lepas
Ini adalah nasihat yang saya dapat ketika awal memulai karir. Kenapa? Karena hampir semua pekerjaan hukum tidak lepas dari urusan menulis dan membaca kan.
Dan ternyata, menulis adalah sebuah proses yang dimulai dari observasi, mapping issues, riset, barulah menulis. Jadi tidak begitu saja langsung menulis tanpa mengumpulkan informasi, validasi data agar tulisan bernas dan akurat.
Tentunya dalam proses tersebut, membaca sudah pasti jadi bagian di dalamnya. Tanpa input yang baik tidak akan ada output yang baik. Bahkan, membaca akan menambah pembendaharaan kata dan memperkaya tulisan dengan berbagai gaya bahasa.
Membaca juga membawa kita pada berbagai perspektif, sehingga membuka wawasan dan cara pandang kita dalam melihat suatu persoalan.
Kegagalan suatu tulisan kadang dikarenakan sudah ada kesimpulan yang ditetapkan, lalu mencari pembenarannya. Padahal proses mencari kebenaran ini lah yang akan dicapai mulai mengumpulkan data, konfirmasi hingga diproduksi menjadi tulisan.
Banyak tokoh advokat yang bahkan awal karirnya dimulai dengan menjadi wartawan. Sebutlah Mantan Jaksa Agung dan Hakim Agung, Bapak Abdul Rahman Saleh. Lalu ada juga Bang Hary Ponto. Mbak Yayuk Hoed dan seabrek nama lainnya.
Saya pun bersyukur mendapatkan kesempatan untuk menempa diri berproses ketika menjadi jurnalis, sebelum melabuhkan karir menjadi lawyer.
Kini, saya justru mengembangkan SmartLegal sebagai media online agar dapat menjangkau stakeholders dunia bisnis lebih luas.
Nah, untuk teman-teman yang aedang kuliah, baru lulus atau mulai menapaki karir sebagai lawyer, penting bagi kalian untuk terus menumbuhkan minat baca dan menulis. Karena kelak, skill ini akan dibutuhkan saat kalian berprofesi di bidang hukum.
Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id
Akses Hukum Jadi Mudah
#Smartlegal #BPLawyers #LawyersLife #Legal #Bisnis #Media #Menulis #Membaca #Hukum #Profesi #Karir #Lawyers #Pengacara #Advokat #Jurnalis #AksesHukumJadiMudah
by Bimo Prasetio | Sep 19, 2019 | Artikel Lepas
Sejak 2011 saya memperbanyak silaturahmi dan netwotking ke berbagai komunitas, teman basket, organisasi dan lainnya.
Kenapa? Ternyata dengan berjejaring saya belajar banyak hal dari berbagai orang. Dan, berjejaring atau networking itu memperluas network kita juga. Karena jejaring dari pertemanan kita juga menjadi jaringan kita secara tidak langsung.
Misalnya, saya kenal dengan suatu komunitas bisnis yang berisi expatriat, nah dari situ, jika ada yang butuh lawyer, mereka ingat saya dan merekomendasikan kepada koleganya jika ada yang membutuhkan jasa corporate lawyer. Begitu juga sebaliknya.
Namun, tidak serta merta referal atau rekomendasi ini terjadi. Tentunya perlu ada kedekatan, engagement hingga terjadinya TRUST. Dalam bisnis, trust itu tingkatannya paling tinggi. Orang tidak mau kerjasama jika tidak ada trust. Sama halnya ketika memberikan rekomendasi, karena nama baik orang yang merekomendasikan menjadi taruhan juga.
Jika salah merekomendasikan, maka trust orang kepada kita bisa luntur, malah integritas juga bisa diragukan di kemudian hari. Iya, nama baik dan kredibilitas kita sebagai orang yang memberikan rekomendasi jadi terganggu.
Nah kembali soal networking. Salah satu parameter sukses bernetworking adalah orang ingat kepada anda dan memberikan kesan baik juga.
Lantas, bagaimana caranya? Agar orang ingat dan terkesan dengan kita, maka kita harus mau berperan dan berkontribusi dalam jaringan tersebut. Jangan hanya mengambil manfaatnya saja.
Berkontribusi tidak melulu soal uang, namun juga perhatian, tenaga dan peran aktif kita di dalam jaringan atau komunitas tersebut. Sikap positif kita inilah yang akan menjadi bahan penilaian orang lain. Ketulusan dan keaktifan kita menjadi nilai positifnya.
Oleh karena itu, dalam pertemanan, organisasi, komunitas berikanlah perhatian dan kontribusi. Tentu kita tidak bisa berada di semua tempat. Maka kita harus bisa bijak memilih bergabung dimana dan akan aktif (bahkan jadi pengurus) dimana dan di berapa organisasi.
Sesuaikan dengan goal anda. Bisa jadi karena hobi, pekerjaan atau aktifitas sosial yang akan menentukan pertimbangan kita. Bagaimana dengan anda?
Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id
Partner BP Lawyers
Akses Hukum Jadi Mudah
by Bimo Prasetio | Sep 18, 2019 | Artikel Lepas
A great leader is a reader, makanya musti kuat baca dan terus mencari referensi yang relevan.
Bisnis, leadership dan membangun tim punya kaitan erat. Karena bisnis tidak akan besar jika tidak punya leader yang baik dan tim yang solid. Namun, bisnis tidak bisa sekedar jualan produk dan bagaimana jualannya. Harus ada strong WHY nya yang bisa memberikan inspirasi dan menggerakkan orang untuk membeli produk kita. Dan itu tidak sekedar value preposition semata. Find Your WHY! Buku Simon Sinek memberi pencerahan soal ini.
Di buku Unboss saya dapat pelajaran soal bagaimana leader bekerja di era saat ini tidak lagi dengan gaya struktural dan hierarki. Melainkan berada di tengah tim untuk mendengar, memotivasi, menginspirasi dan mencari solusi bersama.
Nah, buku tentang membangun tim Karya Pak Teguh Wibawanto juga menjadi referensi yang baik. Bahkan saya sudah praktekkan langsung. Ada yang relevan dan ada yang belum pas dengan tim saya. Namun banyak memberikan insight dan pelajaran berharga bagi pembacanya. Thanks pak.
Nah, silakan menikmatinya, siapa tahu bisa bermanfaat juga bagi kalian.
“Lawyer tidak selalu tahu hukun, tapi mengerti dimana dia harus menemukan hukumnya.”
Smart Legal ID
Akses Hukum Jadi Mudah
#SmartLegal #BPLawyers #AksesHukumJadiMudah #Legal #Bisnis #Books #Review #BooksReview #Leadership
by Bimo Prasetio | Sep 17, 2019 | Artikel Lepas
“Apa yang diinginkan, belum tentu dibutuhkan.”
Ternyata orang punya kecenderungan konsumsi apa yang diinginkannya ketimbang apa yang dibutuhkannya. Sehingga kemudian energinya habis untuk memikirkan dan melakukan aktivitas yang diinginkan padahal tidak dibutuhkannya.
Konsumsi bukan hanya berkaitan dengan makanan dan minuman saja, namun konsumsi adalah tindakan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang. Konsumsi yang dimaksud adalah pembelanjaan atas barang-barang atau jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan.
Jika konsumsi makanan yang berlebih dapat menimbulkan berbagai penyakit dan kondisi tubuh yang tidak ideal. Begitu juga di bisnis. Idealnya ada cash flow budget yang menjadi acuan. Jika kemudian tidak bisa membatasi diri, bisa jadi omset makin naik, tapi profit lebih kecil. Kok bisa, karena ternyata banyak pengeluaran yang tidak bijak. Misalnya, rekrut karyawan berlebih, membeli produk atau jasa yang Nice to Have padahal tidak memberikan added value ke bisnisnya.
Atau ada pengusaha yang ketika pegang uang lebih, lalu investasi secara agresif didasarkan keinginannya agar dapat melipatgandakan profitnya segera. Namun akhirnya banyak kepeleset karena investasi yang salah, terburu-buru sehingga tidak membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang baik.
Begitu juga soal bab berdoa, apa yang diminta selalu apa yang diinginkannya, walau akhirnya Tuhan mengabulkan sesuai apa yang dibutuhkan hamba Nya. Karena Tuhan lebih mengetahui apa yang kita butuhkan.
Catatan diatas adalah evaluasi diri untuk memulai aktivitas kerja minggu ini. Are you ready?
Smart Legal ID
Akses Hukum Jadi Mudah
#SmartLegal #Lawyers #Legal #BPLawyers #Corporate #Investasi #Bisnis #BP3