Saya sudah melihat bagaimana para oknum praktisi hukum “bermain” di pengadilan. Begitu lihainya mereka memainkan kata, dalil hingga peraturan untuk bisa membenarkan apa “kesepakatan” mereka.
Tak sedikit senior advokat yang terjerat. Namun praktik kotor itu tetap saja merajalela. Hanya segelintir mereka yang masih meyakini bahwa integritas itu akan membawa keberkahan.
Akhirnya, hal itu (red: integritas) jadi pilihan, baik si klien maupun advokatnya. Cara mana yang mereka suka, cara mana yang mereka “halalalkan”.
Pernah terbesit untuk menyudahi karir dunia hukum ini, karena begitu penuh dengan carut marut dan lemahnya penegakkan hukum. Inginnya banting setir ke dunia wirausaha secara full dan meninggalkan dunia hukum.
Namun takdir berkata beda. Berkat para guru yang mengingatkan, kita jangan lari dari peperangan. Justru inilah saatnya kita memperjuangkan kebenaran. Siapa tahu, langkah-langkah kecil ini yang menjadi amalan penyelamat di yaumul akhir.
Tapi jangan berkecil hati saat perjuangan itu belum membuahkan hasil. Tugas kita adalan berproses, soal hasil sudah digariskan. Bisa jadi tongkat estafet akan dilanjutlan oleh generasi penerus. Pokoknya terus berproses hingga ajal menjemput.
Nikmatilah perjuangan ini kawan, biarkan mereka terlena dan larut dalam tawa dan ketamakannya. Tuhan tidak akan diam, semua ada balasannya.
Seperti yang selalu didengungkan, “Integritas juga ada marketnya.”
Salam hormat dan salam santun untuk rekan sejawat yang turut berjuang.
BP Lawyers Counselors at Law
Smart Legal ID
#AksesHukumJadiMudah #Advokat #Lawyers #Hukum #Integritas #Value #Legal #Bisnis #Pengacara #Digital #Entrepreneur #Law #Keadilan #Kebenaran






0 Comments