100 SURAT LAMARAN YANG DITOLAK

100 SURAT LAMARAN YANG DITOLAK

Gagal dan penolakan sudah biasa dirasakan sejak dulu. Namun pengalaman ditolak oleh 100 law firm di Jakarta justru menjadi motivasi saya untuk menjadi lawyer.

Saya menyadari bukanlah mahasiswa berprestasi dengan nilai akademik yang cemerlang. Sehingga sudah menyiapkan mental untuk ditolak dan gagal. Masuk kuliah di tahun kedua UMPTN dan lulus nyaris 5 tahun jelas bukan prestasi.

Saat itu banyak teman-teman yang mudah diterima bekerja di law firm. Jadi, gak harus sampe 100x apply ke law firm seperti saya. Dari 100 yang dikirim, hanya 3 kantor yang memberikan kesempatan interview dan test. Walau akhirnya gagal juga ????

Namun menyerah bukan pilihan. Saya memilih karir sebagai jurnalis untuk kembali berproses dan mengejar ketertinggalan belajar sebagai lawyer. Yang pasti juga untuk mengumpulkan uang hidup di ibukota.

Saat menjadi jurnalis, komitmen dan tekad menjadi lawyer tetap membara. Menjalani liputan di ruang-ruang pengadilan dan sejumlah instansi sangat membantu peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang hukum bisnis.

Alhamdulillah dengan kemampuan menulis, berkomunikasi, silaturahim, membangun jaringan dan sedikit skill basket bisa menghantarkan saya pada karir sebagai corporate lawyer di salah satu law firm besar di Jakarta.

Sebenarnya ini bukan prestasi karena bagi banyak orang untuk menjadi corporate lawyer bukan hal yang susah. Tapi inilah cerita saya, yang terus bergerak meraih sesuatu yang nampak tak mungkin menjadi kenyataan.

Gagal itu biasa, ngeyel aja terus pokoknya. Jalan menuju kesana adalah pembelajaran terbaik. No pain, no gain. Have a great weekend guys!

Bimo Prasetio
Corporate & investment Lawyer

#SmartLegal #BPLawyers #LawyersLife

SUDAHKAH BISNIS KITA RELEVAN BAGI MARKET?

SUDAHKAH BISNIS KITA RELEVAN BAGI MARKET?

Pertanyaan ini berulangkali muncul di benak saya. Bukannya apa, kadang suka terganggu dengan iklan kompetitor atau melihat prosentase konversi proposal yang closing.

Kami di SmartLegal selalu belajar untuk memahami 3 hal, pain dari klien, needs dari klien dan value apa yang diharapkan oleh klien.

Karena kepiawaian kita memahami ketiga hal ini menjadi kuncinya. Jika kita paham pain dari klien, maka kita akan semakin mudah mencarikan solusi untuk menyelesaikan masalahnya.

Jika kita memahami needs atau kebutuhan klien, tentu kita akan makin fokus untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak melebar kemana-mana, apalagi kalau sampai salah siapkan layanan untuk kebutuhannya.

Dan kadang, apa yang menurut klien dibutuhkannya, bisa jadi bukan itu solusinya. Sehingga kita harus lebih jelas membaca, mendengar dan memperhatikan setiap informasi yang disampaikan, lalu memfilter dan menganalisis apa yang sebenarnya menjadi kebutuhannya.

Nah, jika kita mengetahui value atau nilai yang menjadi ekspketasi klien, maka kita bisa memahami buying button nya. Sehingga, untuk selanjutnya kita bisa dengan mudah menjual produk kita ketika sesuai dengan value klien.

Ketiga hal ini menjadi perhatian penting. Karena jika menguasai ketiganya, maka klien akan menaruh TRUST dan akan selalu ingat, kembali bahkan sampai merekomendasikan layanan kita kepada orang lain.

Marilah terus belajar, meningkatkan kapasitas, agar kita makin relevan di mata klien. Sehingga, yang lain menjadi tidak relevan lagi.

Salam hormat di hari Jumat,
Smart Legal ID

#AksesHukumJadiMudah
#Solusi #Legal #SmartLegal #BPLawyers #LawyersLife
#LegalSolution #Legacy #Business #Corporate

BATIK DAN HARAPAN

BATIK DAN HARAPAN

Awalnya saya sudah rencanakan untuk mengenakan jas dan bertopi snapback yang jadi outfit andalan dalam menyampaikan seminar hari ini. Tapi karena jas tertinggal di Malang, opsi yang ada adalah batik.

Dan ternyata pilihan berbatik hari ini tepat sekali. Ada energi dan inspirasi dari batik. Ya, batik adalah salah satu produk kebanggaan Indonesia yang sudah dikenal dunia. Bahkan, batik sering mewarnai berbagai event kenegaraan.

Dalam seminar hari ini, banyak wajah optimis yang penuh semangat belajar dan harapan untuk membesarkan bisnisnya agar bisa Go public! Jadilah materi legal korporasi kami ramu dengan preseden kasus, pendekatan penyelesaian masalah dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam aspek legal. Jadilah materi Legal for non legal yang mudah dicerna.

Nah, ternyata banyak audiens yang mengenakan batik hari ini, seakan mengafirmasi doa dan harapan saya agar pengusaha Indonesia terus bergiat, bertumbuh dan menebar manfaatnya hingga tersohor seperti kemegahan batik dengan segala kearifan lokalnya.

Ah, semoga bukan hanya harapan semata. Mari terus berkolaborasi mewujudkannya. Harus yakin dan positif menghadapi setiap tantangan. Lawyer kok tukisannya gini ya, hehe. Anggap saja refleksi sejenak di tengah hiruk pikuk ibukota. Semoga bukan hanya jadi lamunan belaka.

Dari sudut ibukota, di Selatan Jakarta.

Bimo Prasetio
Smart Legal ID
Akses Hukum Jadi Mudah

#SmartLegal #BPLawyers #LawyersLife #Hukum #Lawyers #Bisnis #IPO #GoPublic #Harapan #Batik

NO SHORT CUT!

NO SHORT CUT!

Tantangan terbesar ketika memutuskan untuk menciptakan sesuatu yang akan membuat perubahan adalah menghadapi diri sendiri dalam semua proses dan tahapannya.

Apakah kita akan kuat dan sabar ketika harus bertemu berbagai dinamika dan kejutan-kejutan di depan. Seringkali terjadi banyak hal di luar prediksi yang belum diantisipasi.

Namun penyikapan terhadap semua tantangan ini yang akan membawa kita naik kelas. Setiap mencari penyelesaian instant, akan ada nilai yang harus dikorbankan, padahal kita harus tegas pada core value kita. Jika tidak, maka tidak akan dipercaya lagi menjadi seorang leaders.

Percayalah yang instant itu enaknya sebentar, menyesalnya yang lama. So, never give up! Mari berproses! Selamat menikmati hari ini.

Smart Legal ID
Akses Hukum Jadi Mudah

#Legal #AksesHukumJadiMudah #SmartLegal #LawyersLife #Change #breakthrough #Motivation #selfreminder #BPLawyers

Bimo Prasetio