Taaruf – Tadhomun

Taaruf – Tadhomun

Berikut ini adalah Resume Kajian BB Grup Tausiah, oleh Ustadz Hilman Rosyad tentang Taaruf.

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezeki nya dan dipanjangkan umurnya maka bersilahturahim lah” Hadist

“Tidak akan seseorang itu masuk surga jika dia memutus silahturahmi” Hadist

“Hendaklah salam itu kau sampaikan pada orang yang kau kenal dan tidak kau kenal” Hadist

“Kalau Tak Kenal Maka…. Ta… Aruf”

Iya, tidak kenal itu tidak ada urusannya dengan sayang.

Taaruf (pengenalan) itu ibadah. Taaruf itu dimulai secara demografis; nama, tinggal, usia, pekerjaaan dll.

Tidak hanya fisik, tapi juga Kemudian mengenal hati. Hati itu ada emosi, spiritual dan intelektual. Lalu Pola pikir, pemahaman, ideologi. Sama seperti ibadah, dimulai dengan pengenalan.

Manusia itu sering berkeluh kesah. kalau dikasih enak nolak. Suka gak jaga kesehatan. Dikasih sehat malah begadang, gak tahajud.

Dikasih sakit merasa sedih, mengeluh lagi. Diambil nikmatnya sedikit merasa paling susah.

Semua itu ada manfaatnya, shalat ada manfaatnya, sedekah dan lainnya juga.

Rantai Taaruf-Tafahum-Taawun-Takaful-Tadhamun

Taaruf juga ada manfaatnya. Kita menjadi bisa memahami saudara kita. Pemahaman ini yang bisa membuat kita ber-Taawun (kerjasama) dalam kebaikan.

Kerjasama hanya bisa dilakukan jika sudah mengenal dan memahami.

Takaful: yang satu melengkapi lainnya. Karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.

Thadhomun (jaminan). Artinya saudaranya menjadi jaminan bagi saudara lainnya.

Dari rangkaian ini yang menciptakan sinergi. Mulai dari mengenal hingga hilang rasa khawatir karena saudara yang satu menjamin saudara yang lain.

Semua ibadah itu adalah dilarang, kecuali diperintahkan. Karena kita sudah mengatakan: AshaduAllah ila ha ilallah. Jadi semua ibadah itu terbatas.

Mualamalah itu tidak terbatas. Muamallah itu meliputi jual beli, utang piutang, dll.

Imam Hanafi lebih longgar daripada Imam Syafiie. Karena Imam Hanafi selain belajar dan mengkaji hadist juga berdagang (bisnis).

Banyak yang disampaikan oleh Imam Hanafi itu bersifat dhoif. Karena setelah dikaji oleh Imam Syafei ternyata berdasarkan hadit (pemikiran) bukan hadist.

Etika berbisnis yang harus lebih diperhatikan..

Dalam wilayah etika, kita tidak boleh merasa rugi memberikan manfaat kepada orang lain.

Kewajiban Terhadap Rasulullah

Kewajiban Terhadap Rasulullah

Anas berkata, “Aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap aku (kelak dikumpulkan) bersama mereka meskipun aku tidak beramal sebagaimana amalan sholeh mereka” (HR Al-Bukhari no 3688 dan Muslim 4/2032).

Rasul pernah bersabda: Barangsiapa yang yang bersusah payah mencari ilmu, Allah akan membalas dengan kemudahan menuju surga.

Apa ilmu yang harus dicari lebih dulu? Ilmu agama. Karena agama yg membingkai kehidupan kita.

Dalam agama diajarkan semua, mulai dari ke kamar mandi, hingga bekerja, hubungan suami istri, kehidupan bermasyarakat.

Saat belajar Agama, prinsipnya ada 3 hal: Akidah, Ibadah (fiqih) dan Muamalah.

Setelah mempelajari ilmu agama barulah ilmu lain kita pelajari untuk menjalani kehidupan, pekerjaan/profesi kita.

Agama selalu cocok untuk setiap masa, tak luntur karena modernitas.

Dalam belajar agama ada 3 perkara yg harus dipelajari:

  1. Al-Quran
  2. Sunah atau Hadits
  3. Sirah (sejarah hidup Nabi)

 
Mempelajari tentang sejarah hidup Nabi menjadi penting, karena Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir hingga akhir zaman. Beliau juga merupakan teladan bagi seluruh tindak laku umat Islam.

Lalu apa yang menjadi Kewajiban kita terhadap Rasulullah SAW

Sedikit bercerita tentang asal usul perayaan Maulid Nabi. Diawali oleh Salahuddin Al Ayubi setelah menguasai Jerussalem usai perang salib pada abad 12M.

Kenapa negeri ini begitu diinginkan, karena negeri ini yang menjadi simbol. Dimana ada 3 Agama di dalamnya, Islam, Yahudi, Nasrani.

Salahuddin Al Ayubi menyatakan, bahwa mempertahankan Jerussalem lebih sulit, dibanding menguasainya.

Bahkan diperkirakan beberapa tahun ke mudian akan direbut lagi. Maka perlu dipikirkan bagaimana membangun kekuatan Islam.

Kekuatan Umat Islam itu adalah ketika akrab dalam keberagamaan.

Lalu kenapa Umat Islam menjadi renggang? Mungkin karena tidak kenal Rasulullah.

Artinya, kalau ingin mempertahankan kebersamaan dan keakraban umat, maka dilakukan dengan menjalankan ajaran Rasulullah.

Maka itulah kemudian tercetus ide utk mengkaji tentang Sirah, sejarah Nabi Muhammad.

Bulan apa yang tepat? 12 Rabiulawal. Kebetulan Nabi menerima wahyu, lahir dan wafat di bulan yang sama.

Kemudian dilakukan kajian selama 1 jam dalam 1 hari. Sehingga 30 jam selama 30 hari.

Akan tetapi Budaya Maulid Nabi sudah sampai dalam di Indonesia bentuk ringkasan. Yang hanya 1 malam saja, tidak lagi 30 hari.

Islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan, bukan penaklukkan. Sehingga yang utama saat itu perniagaan.

Sejarah tentang Nabi diceritakan begitu ringkas diceritakan. Karena pada awalnya dulu, masyarakat merasa lelah untuk mendengar cerita yang panjang, apalagi saat lapar pun sudah mendatangi mereka. Maka ceritapun disingkat dan kurangnya penjelasan lainnya.

Bahkan 23 tahun perjalanan kenabian Muhammad pun menjadi tidak tidak tuntas diceritakan.

Apa saja yang menjadi 5 kewajiban kita terhadap Rasul ;
 

  1. Beriman kepada kenabian nya.
     
    Kita menjadi Muslim karena mengimani Muhammad.Pengikut Al-litab dan Musyrik dianggap kafir karena tidak mengimani Kenabian Muhammad.

    Di dalam surat Al-Kahfi 110, dijelaskan bahwa sesungguhnya Rasulullah ini adalah manusia.

    Sehingga apa yang dilakukan oleh Nabi adalah hal yang dapat kita lakukan. Islam itu tidak sulit. Kita mengikuti ajaran Nabi yang manusia, Nabi juga tertawa, bermuamalah dll.

    Mengimani Nabi sebagai penerima Pesan, Arrasul, Utusan Allah. Yang merupakan Rasul akhir zaman. Sehingga ajaran Islam adalah terbaik.

    Keunikkan dari Nabi Muhammad adalah mukjizat nya pun terus ada. Tidak seperti Rasul lainnya yg mukjizatnya berakhir dengan wafatnya.

    Apa mukjizat nya: Al-Quran. Yang sejak diturunkan wahyu hingga saat ini isinya sama. Inilah yang menjadi panduan manusia, Al-Qurannul Karim.

  2. Menjalankan sunnah Rasul.
     
    Mengimani Nabi Muhammad itu berarti cara mengibadahi Allah dengan mengikuti Rasulullah. Dengan menjalankan sunnah beliau.Sunnah Nabi itu yang menjadi bingkai kehidupan kita. Kita dituntut mengikuti pola hidup Rasulullah.

    “Jika kalian mengikutiku (Muhammad) maka Allah akan mencintaimu”

    Kita musti dapatkan cinta dari Allah, dengan cara mengikuti teladan Rasul.

  3. Memperbanyak Shalawat.
     
    Kita juga butuh simbol bahwa kita mengikuti Rasulullah.Perbanyak shalawat. Tapi sampai itu saja tidak boleh melebihi. Ibadah itu terbatas. Jangan sampai malah men-Tuhankan Nabi dan melupakan Allah.

    Ada 5 kondisi yang disunahkan untuk bershalawat:

      • Setelah selesai mendengarkan Adzan.
      • Ketika shalat: Kalau ingin perbanyak shalawat maka perbanyak shalat nya.
      • Ketika menyebut, mendengar, menulis, membaca kata” Muhammad dan derifatifnya.
      • Mengawali dan mengakhiri majelis: Jadi seringlah datang pada majelis ilmu yanga membahas Hadits, Siroh dll, karena sering disebut nama Nabi Muhammad.
      • Mengawali dan mengakhiri doa.

  4. Bersungguh-sungguh menjadi pelaku dakwah Nabi Muhammad.
     
    Kenapa harus menggunakan kata” bersungguh”, karena seringkali kita menyerahkan tugas dakwah kepada orang lain. Kepada Ustadz misalnya. Padahal ini kewajiban bagi yang sudah mengucapkan syahadat.
  5.  

  6. Memelihara keagungan Kenabian.
     
    Target orang kafir kepada Rasulullah. Oleh karena itu kita musti lakukan 4 hal di atas.

 
Siapa tahu karena kecintaan yang tulus maka kita akan dikumpulkan bersama Abu Bakar di surga. Bahkan dikumpulkan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mari kita rutinkan bershalawat dan melaksakan kewajiban kita terhadap Rasulullah SAW.

Wasalam,

Regards,
Tweet me @BPrasetio

Al-Ahzab 33

Al-Ahzab 33

Surat Al-Ahzab 33, Ayat ini diturunkan ketika zaman peperangan.

Dalam konteks kekinian, kita tidak boleh lari dari pekerjaan, bisnis selama tujuannya adalah yang al-haq di muka bumi. Jadi kita berjihad di dunia yang kita hadapi.

Mental yang “susah” menghadapi bukanlah mental yang dibangun dalam Islam. Mental yang tidak takut terhadap kenyataan.

Takut mati saja Allah larang, apalagi takut yang lain. “Takut miskin Stadz? | Apalagi itu.

Bagaimana dgn orang yg dalam berpekara bilang, “kalau gak main duit gak bisa menang”

Padahal apabila dia menentang itu, maka justru untuk membayar amal kebaikan di akhirat.

Setidaknya harus ditentang dulu, selemah-lemahnya iman adalah menentang dalam hati.

Menghadapi realita kehidupan harus berani. Rasulullah saja dilempari batu, masa kita tidak berani.

Bambang Wijoyanto, salah satu praktisi hukum kesohor, sudah menciptakan paradigma kepada Hakim, “Tidak mungkin dapet duit dari dia”.

Ini sudah bentuk dakwah. Tidak harus membuka dengan ayat2 suci, menyampaikan kebenaran saja sudah bentuk dakwah.

Saat kita menemui suatu yg tidak tahu halal, haram atau subhat, maka sekalipun itu halal, tapi kita menjauhi nya karena takut pada Allah maka itu tidak apa-apa.

Khusyuknya Shalat

Khusyuknya Shalat

Mengutip dari BB group Taushiah tentang khusyuk dalam shalat. Semoga bermanfaat.

Salam,

Bahwa Rasulullah saw. masuk mesjid. Lalu seorang lelaki masuk dan melakukan shalat. Setelah selesai ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW.

Beliau menjawab salamnya lalu bersabda: Ulangilah shalatmu, karena sesungguhnya engkau belum shalat.

Lelaki itu kembali shalat seperti shalat sebelumnya. Setelah shalatnya yg kedua ia mendatangi Nabi Muhammad SAW dan memberi salam. Rasulullah SAW. menjawab: Wa’alaikas salam.

Kemudian beliau bersabda lagi: Ulangilah shalatmu, karena sesungguhnya engkau belum shalat. Sehingga orang itu mengulangi shalatnya sebanyak tiga kali.

Lelaki itu berkata: “Demi Dzat yang mengutus Anda dengan membawa kebenaran, saya tidak dapat mengerjakan yg lebih baik daripada ini semua. Ajarilah saya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Bila engkau melakukan shalat, bertakbirlah. Bacalah bacaan dari Alquran yg engkau hafal. Setelah itu rukuk hingga engkau tenang dalam rukukmu.

Bangunlah hingga berdiri tegak. Lalu bersujudlah hingga engkau tenang dalam sujudmu.

Bangunlah hingga engkau tenang dalam dudukmu. Kerjakanlah semua itu dalam seluruh shalatmu”.

SubhanAllah, sahabatku inilah dalil bolehnya mengulangi sholat sampai merasakan Kekhusyu’an, sungguh sholat yg yaqin ditatap ALLAH & sadar berhadapan dg ALLAH (QS 26:218-220) sehingga setiap bacaan menjadi DOA & DIALOG padaNYA membuat sholat THUMA’NINAH & KHUSYU’, tenang, damai, sejuk, nyaman, ni’mat, indah dan buahnya adalah AKHLAK MULIA (QS 29:45).

Bimo Prasetio

Bersyukur

Bersyukur

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” Al-Baqarah 152.

Sedikit mensarikan pengajian bulanan di kantor. Dimulai dengan membaca Surat Ar-Rahman (#NgajiDiKantor).

Rasulullah SAW bersabda, “Bagi tiap sesuatu ada mempelainya. Mempelai Al-Qur’an, ialah surat Ar Rahman.” (HR. Baihaqi).

Fadilah surat Ar-Rahman itu antara lain: diberikan jodoh, diberikan anak, diberi klien, diberi rezeki terus deh, hehe.

Maka bersyukurlah.

Maka dari itu kajiannya tentang Bersyukur atas Nikmat Allah.

Apa Hakekat Syukur:

Syakara = Menyebarkan

Menyadari nikmat Allah itu berasal dari Allah, dgn menyatakan kegembiraan dan menunaikan segala sesuatu yang menjadi tujuan dari Dzat yang memberi kenikmatan itu.

Lalu untuk Apa Bersyukur?

Untuk mengingat nikmat Allah.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” Al-Baqarah 152.

Ketika diminta memilih antara harta, jabatan atau ilmu, Nabi Sulaiman memilih ilmu. Karena dengan ilmu dia bisa mengetahui bagaimana cara mendapatkan harta.

Secara prinsip, antara ilmu dengan harta, jika kita belanjakan harta akan habis. Jika ilmu dibagikan, maka justru akan bertambah. Tapi kalau Sedekah berbeda.

Kalau sedekah, harta dibagikan secara materi berkurang, namun berkahnya akan bertambah, sehingga rezekinya bertambah.

Syukur itu hati menyadari nikmat Allah, kemudian mengucap syukur secara lisan dan mengamalkan degan perbuatan.

Apa manfaat bersyukur? Untuk mengingat nikmat dari-Nya, agar terhindar dari siksa dan agar selalu ditambah nikmat dari-Nya.

Lalu bagaimana caranya, beribadah. Berdoa itu ibadah, kerja juga ibadah. Malah kerja itu pahalanya lebih besar krn dilakukan lebih lama dalam 1 hari.

Ibadah harta pahalanya lebih besar lagi karena manfaatnya lebih kepada orang banyak.

Yang tidak bersyukur kenapa tetap diberikan kaya?

Allah Maha Pengasih, buat yg tdk bersyukur (kufur) tetap diberikan nikmat. Tapi ingat janji Allah di dalam surat Al-An’Am 44.

Allah akan tetap berikan rezeki kepada yang fasiq dan kufur, namun akan diberi siksa secara tiba-tiba, ketika itu mereka akan terdiam putus asa.

Silahkan simak Surat An-Nisa ayat 36 urutan berbuat baik, termasuk Sedekah (sila baca juga Surat Al-Baqarah ayat 215).

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan apapun juga. Dan berbaktilah kepada kedua orang ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh (1), teman sejawat (2), orang-orang yang dalam perjalanan, dan hamba sahaya yang berada di bawah kekuasaanmu. Sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang yang sombong dalam gerak-geriknya lagi sombong ucapannya.” (Surat An-Nisa ayat 36)

Jadi ingat lagu:”Ucapkan Alhamdulillah, syukur kita kepada Allah. Shalawat kepada Nabi, Muhammad ya Rasulullah” (Senada).

Nah, siapa yang mau ikut #NgajiDiKantor bareng sama kami :)

Bimo Prasetio