Surat Al-Ahzab 33, Ayat ini diturunkan ketika zaman peperangan.
Dalam konteks kekinian, kita tidak boleh lari dari pekerjaan, bisnis selama tujuannya adalah yang al-haq di muka bumi. Jadi kita berjihad di dunia yang kita hadapi.
Mental yang “susah” menghadapi bukanlah mental yang dibangun dalam Islam. Mental yang tidak takut terhadap kenyataan.
Takut mati saja Allah larang, apalagi takut yang lain. “Takut miskin Stadz? | Apalagi itu.
Bagaimana dgn orang yg dalam berpekara bilang, “kalau gak main duit gak bisa menang”
Padahal apabila dia menentang itu, maka justru untuk membayar amal kebaikan di akhirat.
Setidaknya harus ditentang dulu, selemah-lemahnya iman adalah menentang dalam hati.
Menghadapi realita kehidupan harus berani. Rasulullah saja dilempari batu, masa kita tidak berani.
Bambang Wijoyanto, salah satu praktisi hukum kesohor, sudah menciptakan paradigma kepada Hakim, “Tidak mungkin dapet duit dari dia”.
Ini sudah bentuk dakwah. Tidak harus membuka dengan ayat2 suci, menyampaikan kebenaran saja sudah bentuk dakwah.
Saat kita menemui suatu yg tidak tahu halal, haram atau subhat, maka sekalipun itu halal, tapi kita menjauhi nya karena takut pada Allah maka itu tidak apa-apa.





0 Comments