by Bimo Prasetio | Jul 3, 2014 | Artikel Lepas
Refleksi 1 Tahun Perjalanan Sedekah, sebuah Testimoni.
Masih ingat dengan sedekah pertama Anda?
Saya sih tidak lagi ingat lagi.Tapi kalau soal nilainya tentu tak lebih dari angka ribuan yang pasti di bawah 10ribu. Seringkali sedekah itu didasarkan pada rasa iba dan simpatik. Tidak ada pikiran lain selain ingin mengurangi beban yang ada walau hanya sedikit.“Kecil yang penting ikhlas”, itu yang sering dikumandangkan.Kenapa tidak sekalian banyak tapi ikhlas ya? Ah, saya pun gak sebegitunya. Sudah sekitar 1 tahun sejak pengalaman sedekah Innova.Namun manfaat yang saya dapatkan bukan hanya soal materi dan kebahagiaan, tapi juga pelajaran untuk memahami makna dan tujuan hidup ini, beribadah kepada Allah SWT.
Dan kisah itu dimulai Awal saya merintis usaha kuliner, pada Juni 2011, karena termotivasi untuk memberdayakan banyak orang yang ingin mencari pekerjaan.Terutama dari orang-orang terdekat yang minta tolong diberikan pekerjaan. Namun karena kantor konsultan hukum saya bukan kantor besar, saya belum bisa mempekerjakan banyak orang.Hingga akhirnya dengan modal yang terbatas saya dan keluarga membangun Bisnis Bebek Mak Nyooss ini.Setelah itu saya banyak membaca buku kewirausahaan dan motivasi, antara lainnya menyinggung soal sedekah dan manfaatnya. Yang paling provokatif disebutkan sedekah itu pasti dibalas 10 kali hingga 700 kali. Bahkan atheis sekalipun pasti akan dibalas dengan 10 kebaikan. Setelah itu saya mulai belajar tentang sedekah, terutama infaq (sedekah harta).Saya agak malu cerita ini, tapi saat itu saya dalam kondisi fasiq dan kufur, tidak menjalankan shalat dan tidak jauh dari maksiat, Masya Allah.Dari sinilah saya mulai follow akun pengusaha dan juga akun @Pencintasedekah Saat itu saya meragukan bahwa sedekah pasti akan dibalas hingga 10x lipat, makanya sering diingatkan sedekah itu bukan 2,5%. Angka 2,5% itu adalah kewajiban kita dalam berzakat.
Mencoba ACTION!
Pertengahan 2011 saya mencoba action, saya sedekahkan waktu itu 1juta melalui rekening Dompet Dhuafa. Kenapa?karena saya tidak mau berpikir yang sulit, bisa dilakukan via ATM. No rekening didapat dengan googling, mudah kan. Tidak lama kemudian saya dapat pekerjaan yang sederhana, konsultasi hukum tanpa banyak menghabiskan waktu dan tenaga, dengan fee 12,5juta.Pekerjaan ini saya dapat melalui referal dari kenalan saya yang sebenarnya tidak dekat, sekedar kenal saja sebagai rekan seprofesi hukum.Setelah itu dari fee yang didapat saya sisihkan 2juta untuk disedekahkan. Tidak lebih dari 1 minggu saya dapat lagi project senilai 25juta, untuk pekerjaan yang sifatnya review saja, tidak menyita banyak waktu, tidak rumit dan bukan jenis perkara yang harus ke pengadilan. Setelah itu saya sisihkan 5juta. Dan tidak lama kemudian dapat lagi project USD 7,500. Dari fee ini saya sedekahkan lagi 10juta.Tidak berapa lama, saya mendapat lagi project dengan fee 135juta.Bagi saya hal ini bukan suatu hal yang terukur dan dapat diperkirakan. Setelah rangkaian peristiwa itu, saya ingat hari itu Jumat, di saat yang lain bergegas ke mesjid, saya ke ATM ingin menyalurkan sedekah lagi. Tapi dalam hati ini begitu gundah, “Kalau terus-terusan seperti ini, mental dan pikiran saya tidak kuat,” dalam hati saya berujar. Kenapa? Karena klien-klien yang saya dapatkan belakangan itu, sebenarnya bukanlah target market saya. Bukan berasal dari aktifitas marketing yang saya lakukan. Jadi seperti bonus di luar project yang saya dapatkan dari targeted Klien saya.Ini yang membuat saya yakin hal tersebut adalah balasan dari sedekah.
Lalu saya telpon istri saya menceritakan kegundahan saya itu, dan saya sampaikan niat untuk sedekahkan mobil Innova kami, mobil satu-satunya yang kami miliki.Alhamdulillah istri saya mengamini hal itu. Karena awalnya dulu juga kami hanya bersepeda motor.Kalau sekarang tidak ada mobil pun nanti bisa usaha lagi.
Bertemu Ustadz Yusuf Mansur
Saat itu saya twit @Pencintasedekah untuk minta referensi kemana saya sebaiknya menyedekahkan mobil tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang benar-benar berhak dan membutuhkan. Lalu disarankan saya untuk ke Ustadz Yusuf Mansur (YM).Ustadz YM menyarankan agar saya membuat Rumah Tahfidz saja, namun karena saya tidak memiliki resources dan kapasitas untuk itu saya sampaikan ketidaksanggupan saya.Setelah itu tidak ada balasan dari Ustd YM lagi. Esoknya di hari Sabtu, saya bertemu dengan akuntan saya dan menceritakan pengalaman sedekah ini.Beliau lalu mengucap, “Alhamdulillah, Pak Bimo sudah dapat hidayah,” seraya memberikan No HP Ustadz Yusuf Mansur.Dia mengaku mendapatkan no HP tersebut dari Majelis Duha yang dia ikuti. Lalu saya coba hubungi langsung dan langsung dibalas SMS saya. “Oh ini Bimo Innova yang di twitter ya?” balas Ustadz YM melalui SMS. Setelah itu beliau mengundang saya untuk bertemu di Epicentrum, Kuningan, setelah beliau selesai menjadi juri acara Pildacil di ANTV. Dan suatu kebetulan lagi, memang malam itu saya berencana untuk nonton bareng pertandingan MU vs Liverpool di Epicentrum. Pesan dari Ustadz YM Setelah bertemu beliau, ini yang beliau sampaikan kepada saya. “Alhamdulillah, Bimo sudah mengetahui keajaiban sedekah. Tapi yang utama adalah shalat, sedekah nomor 2. Bertobat dan lakukan amalan 40 hari ke depan. Tinggalkan maksiat. Ada term and condition nya” Beliau bercerita bagaimana pengusaha kuliner seperti Mas Jody dan Mas Mono yang melakukan spiritual company dalam bisnisnya.Mengerjakan yang wajib dan merutinkan yang sunah.
Sedekah di depan! “Kalau pengusaha itu sedekahnya 10-90. 90 disedekahin, 10 buat dia. Tapi kalau pengusaha hebat itu sedekahnya 300 – 0. | Nah, bagaimana lagi tuh stadz?| Iya nge-voor. Ya Allah, kalau aku punya usaha yang 1 ini untuk Engkau, yang kedua untuk Engkau juga, yang ketiga untuk aku,” begitu Ustd YM menjelaskan. Agak merinding juga sih.Lalu yang selanjutnya ini yang terus terngiang. “Banyak orang yang setelah sedekah hebat kemudian terpuruk. Sebenarnya saat itu Allah sedang mengujinya. Maka dari itu perbanyak istighfar.”
Lalu keesokan harinya mobil saya serahkan di parkiran Gedung Antam, tidak jauh dari rumah saya.Kebetulan Ustadz YM sedang menghadiri pernikahan salah satu muridnya. Selang waktu tidak sampai 2 bulan, saya mendapatkan 2 mobil pengganti.1 mobil Innova milik kakak saya yang kebetulan tidak ada tempat untuk parkir, jadi dipinjamkan ke saya.Lalu saya mendapatkan mobil Pregio Limousin.Tidak sampai 1 bulan, saya kembalikan mobil Innova kepada kakak saya, dan mobil Pregio Limousin juga saya serahkan ke Ustadz YM. Kehidupan saya setelah itu lebih bahagia.Banyak mendapatkan saudara baru, berkumpul dengan orang-orang soleh di pengajian.Selalu dicukupkan oleh Allah. Harus Siap DIUJI! Namun ujian saat diberi senang sudah, dan datanglah ujian lainnya.Selama 3 bulan pembayaran dari Klien saya hampir semuanya tersendat, ratusan juta. Padahal itu akhir tahun, kantor kami akan pindah ke Setiabudi, Kuningan. Perlu biaya besar dan juga memberikan bonus bagi karyawan. Datanglah saya lagi kepada Ustadz YM dan menceritakan persoalan saya sambil hendak menyerahkan sepeda motor Kawasaki Ninja 250cc. Saat itu harganya sekitar 40juta. Tapi Ustadz YM menolak dan mengatakan, “Sekarang sedekahnya sudah pakai nafsu, kelihatan sekali ingin dunianya. Pulang saja dan perbaiki shalat dan amalan harian.Banyak istighfar, sedekahnya sudah mulai jalan tuh” ujar beliau saat itu.
Dan benar saja, di bulan Februari saya mendapatkan pembayaran dari seluruh Klien saya yang tertunggak dan juga ada Klien baru. Alhamdulillah, pada Maret 2012 saya berangkat umroh bersama istri dan juga membiayai umroh ibu dan nenek saya, serta kedua mertua saya. Manfaat Berbagi Setelah itu saya baru menyadari, bahwa sedekah tidak selalu dibalas dengan materi.Tapi juga kesehatan, menolak bala, termasuk berkumpul dengan orang-orang yang baik, memperluas networking dan lain-lain.Pada akhirnya, materi pun dapat.Bener tuh yang namanya “Silahturahmi pintu rezeki”. “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.” inilah yang menjadi pegangan saya saat ini.Saya ingin mendedikasikan bisnis saya untuk memberikan manfaat bagi orang banyak.Begitu juga ilmu saya.
Oleh karena itu saya sangat termotivasi untuk sharing mengenai ilmu hukum yang saya miliki kepada yang memerlukan, gerakan @Legal4UKm itu salah satunya. Saya percaya jika suatu kebaikan dilakukan secara berjamaah, maka akan lebih besar dampaknya. Kalau istilahnya Ustadz YM, Multi Level Amal (MLA). Sedekah itu membuat kecanduan.Semakin bisa berbagi semakin senang.Saat galau ke ATM saja. Saat sedang lapang justru ini ujian yang berat, kadang suka lupa. Oleh karena itu saya dan istri mentargetkan untuk zakat dan infak di depan. Ada target mingguan dan bulanan. Untuk Bebek Mak Nyooss outlet Ampera sudah kami tekadkan mulai November 2012 hingga September 2013 akan kami sedekahkan 93% profitnya. Koq nanggung? Yang 7% untuk cadangan kas, hehe. Toh masih ada outlet yang lain dan juga sumber penghasilan yang lain.
Berbaik sangka selalu kepada Allah.Dan terus berusaha menjadi orang yang bermanfaat.Ustadz YM juga mengajarkan saya, menjadi pengusaha adalah kesempatan untuk mengajak banyak orang berbuat kebaikan, setidaknya karyawan dan rekanan.
Wallaluhualam.
Bimo Prasetio @Bprasetio
by Bimo Prasetio | Jul 2, 2014 | Artikel Lepas
“Kadang kita tidak tahu apa yang dibutuhkan dalam tim kita, hingga kehadiran seseorang memberikan peran yang ternyata dibutuhkan.”
Dalam banyak perjalanan suatu perusahaan, orientasi dalam mencapai goal tentunya adalah menetapkan visi dan misi dahulu. Sehingga, ketika melakukan perekrutan karyawan orientasi berpola pada target saja.
Menyinggung sedikit tentang perekrutan karyawan, saya sangat terinspirasi dengan prinsip “First Who then What” yang dituangkan dalam buku Jim Collin “Good to Great”.
Untuk mencari orang yang tepat kadang butuh perjalanan panjang dan berliku untuk mendapatkannya. Ada yang menyadari ternyata orang yang diperlukan dalam organisasi nya adalah teman dekatnya.
Tapi tidak selalu kerabat atau teman baik yang kita kenal lama, merupakan orang yang tepat untuk tim kita. Ada pimpinan perusahaan Head Hunteryang saya temui malah terus melakukan interview utk menemukan orang yang “tepat”, sekalipun tidak ada posisi yang lowong.
Bahkan beberapa perusahaan memberikan tawaran kerja kepada seseorang, padahal belum ada kebutuhan di organisasinya, karena nalurinya mengatakan, “dia orang yang tepat”
Banyak CEO perusahaan Good to Great (saya mengistilahkan demikian) meyakini bahwa sedahsyat apapun strategi perusahaan jika dijalankan oleh SDM yang tidak “pas” dan minim kualitas, tidak akan berhasil.
Seperti Apa Orang yang Tepat?
Sering kita dengar, “Karyawan adalah aset”, padahal itu tidak sepenuhnya benar. Hanya orang yang tepat yang merupakan aset.
Apakah karyawan yang malas, sering bikin onar adalah orang yang tepat? Hanya karyawan yang bagus atau yang tepat lah yang merupakan asset perusahaan. Karyawan yang bagus, tidak perlu dimotivasi berlebihan, cukup diarahkan dan dididik.
Sedangkan karyawan yang tidak bagus, akan merepotkan kita dlm memotivasi dan mengontrolnya. Deskripsi karyawan yang bagus adalah penilaian dari perbuatannya: jujur (tersulit membuktikannya), etos kerja tinggi, tulus, dan sebagainya.
Teddy P. Rachmat, salah satu pebisnis sukses di Indonesia, memaparkan 3 hal yang harus diperhatikan ketika merekrut karyawan. Dari segi tingkat kepentingannya, sebagai berikut:
- Karakter
- Passion
- Talenta atau kompetensi
Karakter ini merupakan fondasi. Karakter yang kuat tercermin dalam perkataan dan tindakan serta pikiran dan perbuatan. Karakter yang baik tercermin dari nilai kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, kesederhanaan, rendah hati, kepedulian terhadap orang lain.
Nilai-nilai seperti itulah yang akan mengantarkan seseorang pada kesuksesan dan kemuliaan. “Jadilah orang yang sukses mulia”, begitu yang selalu didengungkan Pak Jamil Azzaini.
Passion dalam bekerja
Soal passion juga merupakan hal yang penting. Jika karyawan tidak memiliki passion dalam pekerjaannya, alhasil dia akan mengerjakan sesuatu seperti rutinitas dan tidak ada nilai lebihnya. Berikut saya sarikan dari Buku “Pembelajaran Teddy P. Rachmat.”
Teddy P. Rachmat bahkan pernah berujar, “Carilah pegawai yang setiap Jumat malam menyesal karena besoknya libur dan setiap minggu malam tak sabar menunggu hari Senin”. Terdengar gila dan tidak masuk akal sepertinya ya, hehe.
Dalam buku the Why of Work, Dave Ulrich mendorong pemimpin membangun organisasi yang mampu memberi makna bg pekerja. Dave menyebut organisasi ini seperti organisasi berkelimparuahan (abundant organization).
Dalam organisasi ini, lingkungan dan suasana membuat karyawan mewujudkan aspirasi dan kerja totalitas. pada akhirnya menciptakan 3 elemen penting pekerjaan itu sendiri.
- Meaning bagi pekerja
- Value bagi stakeholders
- Hope bagi kemanusiaan
Alangkah luar biasanya jika karyawan bisa menjalani pekerjaan yang bermakna bagi dirinya dan orang lain secara luas. Menurut Teddy Rachmat , pendiri Astra, William Soeryadjaja berhasil membangun abundant organization. William memperlakukan karyawan dengan sikap penghargaan mendalam, tanpa pandang bulu.
Memahami “mengapa kita bekerja” jauh lebih penting daripada memikirkan “bagaimana kita bekerja”. Jika berhasil menemukan jawaban “mengapa kita bekerja”, itu awal yg baik utk melakukannya dengan Passion.
Tanpa Passion orang akan bekerja seadanya. Berbeda dengan yang bekerja dengan Passion Saat bekerja dengan Passion yang memotivasinya bukan soal gaji atau bonus, melainkan sikap positif dari hati.
Passion memotivasi orang untuk memberikan yang terbaik, terlepas dari apapun profesinya. Dengan Passion secara naluriah mereka akan terdorong mencari jalan keluar.
Mas Joddy Waroeng Steak, adalah salah satu pengusaha yang berhasil menggerakkan karyawannya untuk bisa bersedekah tanpa harus disuruh. Karyawan Waroeng Steak sudah mencapai pada mindset bisa menciptakan nilai bagi dirinya dan berarti bagi orang lain. Mas Joddy mengaku pencapaian itu bisa dilakukan dengan menerapkan spiritual company dalam bisnisnya, mengerjakan yang wajib dan merutinkan yang sunah.
Belajar dari Garuda
Pada 1998, pemerintah menunjuk seorang bankir untuk membenahi Garuda yang kala itu sedang terpuruk. Dialah Robby Djohan. Padahal dalam sejarah Garuda selalu dipimpin oleh orang Dirgantara.
Robby merumuskan 5 hal yang harus dibenahi, salah satunya adalah mengganti jajaran manajemen dengan orang-orang muda yang lebih bermotivasi. Hal ini dilakukan agar karyawan yang pesimis bisa kembali bangkit semangatnya.
Memang strategi jitu lainnya adalah menentukan “What” nya. Selain mengganti jajaran manajemen, dia merumuskan 4 hal lain, yaitu:
- Memperbaiki citra melalui On Time Performance
- Menutup rute-rute Eropa yang merugi
- Melobi perusahaa di Swiss untuk bantuan perawatan
- Menyiapkan pemimpin baru untuk masa depan Garuda
Restrukturisasi Robby ini terbilang sukses dan memperbaiki citra Garuda dan terlebih lagi dalam waktu 1 tahun Garuda meraup keuntungan sebesar US$60juta.
Mencari Orang yang Tepat
Mas Jaya Setiabudi pernah mengatakan, saran terbaik untuk mendapatkan orang yang BAGUS adalah dari referensi orang yang terpercaya! Tapi bukan berarti harus berhubungan saudara kandung. Integritas seseorag teruji dengan “waktu dan kejadian”. Jadi ada baiknya berikan mereka yang ‘pahit-pahit saat masih trainee.
Seorang teman di ASTRA malah mengungkapkan kepada saya tentang proses rekrutmen yang dilaluinya. Untuk 1 minggu pertama materi training yang diberikan adalah mengenai “Apa itu ASTRA”. Selanjutnya pembekalan tentang value perusahaan (disiplin, integritas, doa dan hymne). Tujuannya untuk mencapai mindset dan mentalitas yang baik. Baru di minggu selanjutnya materi tentang tugas dan peranan mereka dalam organisasi ASTRA.
Kalau saya lebih termotivasi bagaimana menciptakan karyawan agar bisa “menyanyikan lagu yang sama” dengan penuh semangat dan passion. Ya, kurang lebih seperti pendukung Liverpool ketika bersama-sama menyanyikan lagu “You’ll Never Walk Alone”. Dengan penuh penghayatan dan kebersamaan para Liverpudlian (pendukung The Reds) membawakan lagu “wajib” tersebut tanpa komando.
Bagaimana dengan anda? Selamat mencari orang yang tepat.
Salam,
Bimo Prasetio
@BPrasetio
by Bimo Prasetio | Jul 2, 2014 | Kajian
Kembali mengutip dari BB Grup Taushiyah. Diskusi dan sharing yang penuh gizi dan energi, akan saya sajikan disini agar bermanfaat bagi semua yang membacanya.
Salam,
Kajian pagi ini, 4 kata kunci agar seorang hamba bisa berjalan di atas jalan yang lurus, yaitu:
- Ilmu, karena dengan ilmu ini maka dia akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid’ah, mana taat mana maksiat, dst.
- Amal, karena dengan mengamalkan ilmunya dia akan terbebas dari kemurkaan Allah, bahkan dia akan mendapatkan tambahan petunjuk karenanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang mengikuti petunjuk itu, maka Allah akan menambahkan kepada mereka petunjuk dan Allah berikan kepada mereka ketakwaan mereka.” (QS. Muhammad: 17).
- Di dalam ayat yang mulia ini Allah menjanjikan dua balasan bagi orang yang mengikuti petunjuk (baca: mengamalkan ilmunya), yaitu: ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh (lihat Taisir al-Karim Ar-Rahman, hal. 787)
- Tauhid, karena dengan memahami dan melaksanakan tauhid maka seorang hamba telah mewujudkan tujuan hidupnya (penyembahan kepada Allah) dan berada di atas jalan yang akan mengantarkannya ke surga, jika dia istiqomah di atasnya hingga ajal tiba.
- Taat, karena dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan berarti dia telah menunjukkan penghambaannya kepada Allah dan kepatuhannya kepada Rasulullah, sehingga dia akan mendapatkan keberuntungan -di dunia maupun di akherat- sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya.
by Bimo Prasetio | Jul 1, 2014 | Kajian
Saya mendapati artikel di bawah ini. Menarik sekali, saat mencobanya hati saya tergetar dan merinding.
Kalau kita renungi lebih khusyuk, doa dalam duduk diantara dua sujud itu adalah sudah mencakup semua keinginan kita di dunia ini, sebagai bekal kita berpulang nanti.
Selamat menyimak.
Salam,
Ketika dalam “duduk di antara dua sujud.” Dalam tidak sadar, setiap hari kita memohon di dalam shalat kita.
Sayangnya, kita hanya memohon tanpa memahami, sekadar tersebut di bibir, tetapi tidak tersentuh dari hati.
Marilah kita mula menghayati ketika kita duduk di antara dua sujud semasa shalat. Dengan rendah hati nyatakanlah permohonan ampun kepada Allah.
Rabbighfirli.. (Tuhanku, ampuni aku..)
Diamlah sejenak, buka dada dan diri kita untuk menerima ampunan dari Allah.
Seperti membuka diri ketika merasakan hembusan angin sepoi-sepoi atau menerima curahan air hujan ketika kita masih kecil.
Tetaplah membuka diri kita untuk menerima ampunan Allah. Ulangi permintaan itu beberapa kali hingga kita merasakan ketenangan.
Kemudian sampaikanlah permintaan kedua, Warhamni. (Sayangi aku).
Diam dan tundukkanlah diri kita untuk menerima kasih-sayang Allah yang tak terhitung besarnya.
Bukalah dada kita seluas-luasnya agar semakin banyak kasih-sayang Allah yang kita terima.
Berturut-turut sampaikanlah permintaan2 berikut dengan cara sebagaimana tersebut di atas, satu persatu.
Wajburnii..(Tutuplah aib-aibku..)
Warfa’nii..(Angkatlah derajatku..)
Warzuqnii..(Berilah aku rezeki..)
Wahdinii..(Berilah aku petunjuk..)
Wa’Aafinii..(Sehatkan aku..)
Wa’fuannii..(Maafkan aku..)
Setelah selesai, diamlah sejenak lalu sampaikan rasa syukur kita.
Betapa besarnya nilai sebuah doa ini..sebuah doa yang kita hanya lewatkan begitu sahaja..
Dalam tidak kita sedar selama ini kita seperti sedang berpura-pura memohon sesuatu.
(Sumber dari internet)
Salam,
Tweet me @Bprasetio
by Bimo Prasetio | Jul 1, 2014 | Artikel Lepas
Saya akan share buku Ustadz Yusuf Mansur, Kaya Lewat Jalan Tol (Kaya Hati, Kaya Rasa, Kaya Raya) yang pernah saya sampaikan melalui twitter dengan #ShareABook.
“Seberapa indah kehidupan masa depan yang akan anda bangun?”
Dalam Pengantar Buku ini disampaikan, Ustadz Yusuf Mansur mengajak kita lebih baik, sukses, bahagia, tenang, nyaman, aman dan memiliki kekayaan sesungguhnya. Memang sudah kodratnya bahwa manusia cenderung suka harta, sangat manusiawi. Kenapa? Karena hal itu sudah ditanamkan dalam hati manusia, lihat surat Ali-Imran ayat 14.
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan. Berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpul dalam bentuk emas dan perak, Kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali-Imran 14)
Kita semua ingin harta berlimpah dengan harapan bisa melakukan banyak hal baik, memenuhi kebutuhan kita dan juga orang lain. Harta juga bisa menjadi sarana kita mendekatkan diri kepada Allah. Bersedekah, bangun mesjid dll.
Yang jadi soal ketika Kekayaan ini dijadikan sebagai tujuan utama. Dicari dan digunakan tidak lagi di jalan Allah.
Buku ini mengajak kita kembali pada paradigma dan cara pandang terhadap makna “Kaya”. Bagaimana mencapainya hingga berkah dunia akhirat.
Membangun Kerajaan Hati Sebelum Membangun Kemewahan. “Sesungguhnya mereka yang merasa selalu kuranglah yang miskin”
Alkisah Boby, pengusaha resto yg sering mengundur bayar gaji dan menunda pembayaran ke suplier ditegur ayahnya.
Boby: “Jika ditunda, uang bisa diendapkan di bank dan lain-lain. | Ayah: “Itu tandanya masih miskin, miskin hati.”
Banyak orang ingin jadi lebih kaya karena selalu merasa kurang. Akhirnya menempuh jalan yg salah.
Bangun dulu kerajaan hati sebelum kemewahan. Hilangkan keserakahan dan bersyukurlah atas apa yg ada pada kita.
Kita bisa berbuat banyak dengan apa yang kita miliki, jangan fokus pada yang tidak kita miliki. Hidup lebih nikmat.
Kunci sukses: “Peduli dan Berbagi”, tak lupa tingkat kepatuhan terhadap perintah dan larangan-Nya. Kekayaan sebenarnya adalah kedekatan dan kecintaan kita kepada-Nya, harga dunia jadi sangat kecil.
Dikisahkan, Umar Bin Khathab pernah menginfakkan kebun kurma miliknya karena ketinggalan shalat Ashar berjamaah.
Ia terlambat karena terbuai keindahan dan kicauan burung di kebun kurma tersebut, hingga tersita waktunya.
Khalifah Umar menilai menghargai Allah lebih besar daripada dunia. | Bgmn dgn kita? #Jleb
“Kehidupan dianggap indah oleh orang-orang Kufur dan mereka merendahkan orang-orang yang beriman. Padahal orang yg memelihara diri itu lebih tinggi derajatnya di hari kiamat…” (Al-Baqarah 212)
Dunia itu ibarat gula: manis. Ia akan mengundang siapa saja yang ingin merenguknya. Ada hikmah dibalik secangkir teh manis yang dikerubungi semut. Perhatikan, banyak semut yang mati kekenyangan.
Itulah dunia, jika kita mengejar gula tanpa “undangan” bukan nikmat yg diraih, ajal menjemput.
Dan itulah suatu kesia-siaan. Mengejar dunia tanpa akal sehat dan menafikkan Allah. Inginnya yang instan, potong kompas sehingga tidak menghargai proses.
Keindahan dibuat mulai dari kekuasaan, popularitas, uang dsb, yg siap “menenggelamkan” semut (baca: kita) jika lupa pada pemilik dunia. Ikhtiar dengan cara yang sabar. Berproses dengan memperhatikan rambu-rambu. Jadikan keinginan untuk #berbagi sebagai motivasi untuk kaya. Kaya ketika banyak berbagi, bukan banyak menyimpan.
Tidak sedikit cerita soal pengusaha kaya raya tiba-tiba jatuh hingga habis. Pejabat yg terlempar akibat korupsi, zina dan lainnya. Sekaya-kaya kita, nantinya akan kita tinggalkan. Ingin dunia, kejar yang benar. Jika tidak, kepahitan didapat.
Saya teringat artikel tentang kedermawanan Warren Buffet. Salah satu orang terkaya di dunia.
Warren Buffet bergantian dgn Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia. Dia pemilik Coca Cola, IBM, Bank of America dll. Kekayaannya ditaksir USD 50milyar.
Dari 80% penghasilannya dibagikan ke yayasan milik Bill Gates. Anaknya tidak ditinggali banyak kekayaan agar kreatif, inovatif, termotivasi dan membangun mental suka berbagi. Baginya, hidup ini lebih bermakna jika kita berbagi. Karena berbagi itu mulia.
Alkisah Nabi Isa AS berjalan menyusuri sungai dengan seorang yang baru dikenalnya. Nabi Isa meletakkan 3 potong roti. 1 potong dimakannya, 1 potong lagi dimakan orang itu. 1 potong tersisa. Kemudian Nabi Isa pergi mengambil air untuk minum. Sekembalinya, roti itu sudah tidak ada. Ia bertanya, “Siapa yang mengambil?” | “Aku tidak tahu” sahut sang kawan. Keduanya lalu kembali berjalan. Di tengah jalan, dipanggil seekor Rusa, kemudian dibakar dan mereka makan. Setelah itu, Rusa yg sudah dimakan dihidupkan kembali atas izin Allah. Nabi Isa kembali bertanya pada temannya: “Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasan-Nya, siapa yang mengambil roti itu?”
Teman itu menjawab: “Aku tidak tahu”. Lalu mereka kembali berjalan.
Ketika di hutan, Nabi Isa mengambil tanah dan kerikil lalu diperintahkan jadi emas dengan izin Allah, lalu dibagi 3 bagian. Untukku 1/3, untukmu 1/3 dan untuk yang mengambil sepotong roti itu 1/3. Serentak teman itu berkata,
“Akulah yang mengambil roti itu.”
Nabi Isa berkata, “Ambillah semua emas itu. Kemudian mereka berpisah di jalan.
Setelah itu, teman ini didatangi 2 orang perampok yang akan membunuhnya. Lalu teman ini berkata, “Kita bagi tiga saja”. Semua setuju.
Ketika salah satu perampok pergi membeli makan, timbul rasa rakus dalam dirinya.
“Untuk apa dibagi 3, lebih baik makanan ini diberi racun saja agar keduanya mati dan emas itu selamat”.
Sementara perampok yg tinggal berkata, “Untuk apa dibagi 3, jika dia datang kita bunuh saja dan bagi 2.”
Ketika datang, kemudian dibunuhlah perampok yang membeli makan tadi. Lalu mereka berdua memakan makanan yg telah diberi racun.
Tak lama matilah mereka seketika di hutan itu di sekitar harta mereka akibat keserakahan duniawi.
Ketika Nabi Isa berjalan di hutan dan menemukan emas itu, ia berkata pada sahabatnya, “Inilah wajah dunia. Berhati-hatilah kamu kepadanya.”
Sesungguhnya setiap laki-laki itu memiliki 4 istri. | Oh ya, bagaimana bisa?
“Anak-anak adalah perhiasan dunia dan amal saleh yang kekal adalah sebaik-baik pahala di sisi Tuhanmu dan sebaik cita-cita” Al-Kahfi ’46
Istri 4: harta atau dunia
Istri 3: Keluarga
Istri 2: Badan kita
Istri 1: Amal kita
Itulah 4 istri dalam kehidupan dunia.
Diibaratkan, Istri ke-4 itu yg paling muda dan cantik, menggoda. Sebagian besar waktu dihabiskan bersamanya.
Ketika akan mati, apakah istri ke-4 ini diajak bersama. Tentu Harta jelas menolak utk dikuburkan bersama jasad kita.
Istri ke-3 hanya akan menghibur suami hingga tempat pemakaman saja. Sesayang apapun keluarga, mereka tidak akan ikut dikubur bersama kita.
Istri ke-2 lebih baik, ia mau diajak ke alam kubur, tp tidak lebih jauh. Badan kita hanya akan ikut dikubur, tapi tidak ikut dibangkitkan di akhirat nanti.
Bagaimana istri 1. Inilah amalan kita, yang akan ikut setia dengan kita ke perkuburan hingga kita dibangkitkan.
Itulah ke-4 istri dalam hidup ini. Masihkah kita tidak memperhatikan pasangan kita yang paling setia ini?
“Dan tunjukkanlah perumpamaan kehidupan dunia. Ia seperti air yang Kami turunkan dari langit, lalu ia bercampur dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi, lalu tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering ditiup angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Al-Kahfi 45
Untuk Kaya Mudah, untuk sukses mudah. | Sesuatu sulit kalau kita anggap sulit dan menjadi mudah kalau kita percaya itu mudah :)
Demikian beberapa cuplikan bagian dari buku Ustadz Yusuf Mansur “Kaya Lewat Jalan Tol”. Beli bukunya dan baca lebih lengkap, dijamin banyak ilmu yang akan mengalir.
Kalau sudah dapat ilmunya, jangan lupa, disebarkan juga. Insya Allah akan bertambah ilmu kita itu.
Salam,
Twit me @Bprasetio