by Bimo Prasetio | Aug 31, 2022 | Artikel Lepas
Properti pribadi milik aktris Amber Heard terjual seharga lebih dari 1 juta dolar AS atau sekitar 14 miliar rupiah.
Heard telah mengajukan banding atas putusannya, sehingga kemungkinan dia harus membayar pengacara melalui sistem hukum.
Awalnya Depp diberikan kompensasi ganti rugi senilai 15 juta dolar AS (sekitar Rp 223 miliar) namun dikurangi menjadi 10 juta dolar AS (sekitar Rp 149 miliar).
Sedangkan Heard hanya diberikan ganti rugi 2 juta dolar AS atau sekitar Rp 29 miliar, dengan sisa yang harus dibayarkan sebesar 8 juta dolar AS.
Biar #JadiNgerti kasus terupdate lainnya, pastikan sudah follow instagram @bimoprasetio!
by Bimo Prasetio | Aug 30, 2022 | Artikel Lepas
Dugaan tindak pidana korupsi tersebut dilakukan pada 2021, namun baru ketahuan saat pengecekan tutup buku akhir tahun pada Januari 2022.
Dalam pengecekan tersebut, ada bukti setor yang dananya belum terbayar. Usut punya usut, ternyata dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.
Pasutri tersebut menjalankan aksinya dengan memasukkan ke akun Paypal milik sang istri. Uang tersebut diendapkan agar mendapatkan bonus di kemudian hari.
Perlunya menjaga gaya hidup agar tidak terus merasa kurang dan tergiur korupsi.
Biar #JadiNgerti kasus terupdate lainnya, jangan lupa follow @bimoprasetio!
by Bimo Prasetio | Aug 29, 2022 | Artikel Lepas
Karyawan Alfamart di Tangerang memergoki konsumen mengutil coklat. Konsumen tersebut baru membayar setelah dikejar oleh karyawan. Karyawan Alfamart di cabang yang bersangkutan dituntut melakukan permintaan maaf.
Pihak konsumen pun membawa pengacara secara sepihak. Alfamart mengajukan laporan ke kepolisian, namun dicabut setelah proses mediasi. Hukum dan pengacara seharusnya digunakan untuk menjaga kepentingan bersama. Di sisi lain, merilis dokumentasi pengungkapan dugaan pencurian tidak termasuk pelanggaran UU ITE.
Pencuriannya sudah terjadi dan bisa diproses secara hukum. Namun, pengembalian atau pembayaran barang yang dicuri tidak bisa menghapus pidana pencurian. Tetapi, bab penghinaan memang jadi hal terpisah. Andai kasus pencuriannya dilaporkan ke kepolisian akan lain cerita. Tapi dengan nominal kecil seperti ini, kira-kira bakal diusut secara tuntas nggak ya?
Perbuatan konsumen tersebut sudah mendapat sanksi moral dari masyarakat, karena dinilai tidak berempati terhadap karyawan. Apalagi dia melakukan intimidasi dengan membawa pengacara.
Dari peristiwa tersebut, kita tahu bahwa tidak semua hal perlu dipublikasikan ke media sosial. Selesaikan secara bermartabat dan akuilah kesalahan.
Bagaimana pendapat Anda setelah #JadiNgerti peristiwa ini? Yuk, beropini di kolom komentar!
by Bimo Prasetio | Aug 25, 2022 | Artikel Lepas
Pengajuan Bharada E, salah seorang tersangka kasus kematian Brigadir J, menjadi justice collaborator disampaikan melalui kuasa hukumnya.
Lantas, apa itu justice collaborator?
Justice collaborator adalah seseorang yang berperan sebagai pelaku tindak pidana, namun yang bersangkutan bersedia untuk bekerjasama dengan aparat hukum untuk memberikan kesaksian.
Atas peran pentingnya dalam memberi informasi untuk mengungkap tindak pidana, justice collaborator perlu diberi perlindungan dan diberi penghargaan, seperti pengurangan hukuman.
Perlindungan terhadap justice collaborator telah tertuang dalam Pasal 10 UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
Namun, pemberian perlakuan khusus dalam bentuk keringanan pidana hakim tetap harus mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat.
Setelah #JadiNgerti tentang justice collaborator, bagaimana opini Anda? Tulis di kolom komentar ya!
by Bimo Prasetio | Aug 24, 2022 | Artikel Lepas
A Few Good Men adalah film besutan Rob Reiner. Film yang dibintangi oleh Tom Cruise ini menceritakan bagaimana Daniel Kaffee, seorang pengacara angkatan laut, menghadapi kasus pembunuhan dengan tersangka 2 marinir.
Ketika kasus hendak ditutup begitu saja, JoAnne (Demi Moore) keberatan, karena menurutnya ini adalah konspirasi yang didalangi pihak ketiga.
Sehingga, mereka harus berhadapan dengan Kolonel Nathan R. Jassep (Jack Nicholson), terduga yang mendalangi kasus pembunuhan tersebut.
Alur cerita film ini ternyata hampir mirip dengan kasus Brigadir J yang baru-baru ini terjadi.
Di awal terkuaknya kasus ini, diberitakan terjadi aksi tembak menembak antara polisi, namun belakangan terungkap bahwa diduga Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.
Dalam film tersebut akhirnya terungkap bahwa kedua marinir ini menjalankan “Code Red” berdasarkan instruksi Nathan, atasan mereka.
Namun, tindakan tersebut tetap dianggap perbuatan pidana bukan sekedar pelanggaran kode etik. Bahkan Nathan harus menghadapi hukuman atas kasus ini.
Publik kini menunggu soal motif kasus ini dan apakah sanksi terhadap Bharada E sebagai Justice Collaborator
Biar #JadiNgerti opini masing-masing, jangan lupa komen di bawah ya!