Change is Inevitable

Change is Inevitable

Hari ini kami mengumumkan restrukturisasi di dalam organisasi perusahaan. Adanya kebijakan perpajakan yang baru, membawa dampak pada strategi bisnis kami. Alhasil rebranding, merger dan reformasi SDM tak dapat dihindarkan (atau memang kami memilih untuk ini). Ya, perubahan tidak dapat dihindari. Change or die!

Apalagi katanya sekarang era VUCA. Memang tantangannya adalah karyawan merasa resah karena adanya perubahan, merasa ada ketidakpastian dan lainnya.

photo_2018-07-24_09-57-57

Disinilah peran leader untuk bisa mengkomunikasikan perubahan, memberikan contoh (leading by example) dan walk the talk, mampu menjalankan apa yang disampaikan.

Bisnis akan ada naik dan turun, yang penting selalu bersyukur, teriaknya “Alhamdulillah.”

So here we are, keep learning, fighting and smiling ????????????

Salam hormat, jabat erat.

Bimo Prasetio
Founder Smart Legal Network

KENAPA ORANG HUKUM HARUS PANDAI MENULIS ?

KENAPA ORANG HUKUM HARUS PANDAI MENULIS ?

Setelah menjalani berbagai profesi hukum, ternyata ada 1 benang merahnya. Semua profesi hukum kental sekali bahkan tak lepas dari urusan MENULIS.

Lawyer menulis legal opinion untuk klien, pengacara litigasi menulis somasi, gugatan, surat dan lainnya. Hakim menulis putusan. Jaksa mempersiapkan tuntutan. Biro hukum pemerintah melakukan legal drafting peraturan, memo dan banyak lainnya….

Dan skill menulis tak hanya begitu saja bisa dilatih. Tapi melalui proses observasi, membaca, riset barulah menulis. Melakukan dan terlibat dalam proses nya ini yang menyenangkan.

Apalagi di era digital, konten is king. Artikel anda harus menarik, mudah ditemukan dan harus mencerahkan. Tak akan bisa tercapai jika tidak didukung kemampuan menulis yang handal.

photo_2018-07-24_09-57-51

Saya beruntung sekali bisa mengawali karir sebagai wartawan di media online. Saya bertemu banyak orang-orang “besar”, bertemu berbagai advokat ternama, anggota dewan, kepala PPATK, KPPU karena kemudahan dan kemewahan akses seorang jurnalis.

Ada juga sahabat saya jadi jurnalis TV yang sekarang jadi corporate lawyer keren bekerja di salah satu law firm terbesar di Indonesia, sebutlah namanya Harimurti A. Nugroho.

Apalagi sahabat dan guru saya yang sekarang jadi kepala kantor KPPU Makasar. Tidak usah disebutkan namanya Aru Armando.

Inilah WHY nya orang hukum perlu pandai menulis. Jadi, mohon berkenan meneruskan berita baik ini. Menjadi Legal Writer bisa jadi awal indah dalam perjalanan hidup seorang punggawa hukum di Indonesia.

Bimo Prasetio
Founder Smart Legal Network

Ujian itu bernama Kesenangan

Ujian itu bernama Kesenangan

Adakalanya kita merasa dekat sekali dengan Pencipta Kita pada saat diberi ujian berupa kesusahan. Kadang di saat itulah kemudian melakukan ibadah sangat khusyuk sekali. Tidak hanya ibadah yang wajib, namun yang sunah pun dilengkapi….

Sehingga, kadang merasa butuh Tuhan dan dekat dengan-Nya itu saat berharap untuk bangkit dari keterpurukan. Lalu bagaimana saat sudah dikabulkan, diberikan kemudahan, kesenangan dan kebahagiaan?

Ini ternyata ujian yang lebih sulit. Saat senang, kadang jadi longgar, jadi lalai, jadi melupakan. Dan ini disadari…

Mengukurnya mudah saja. Masing-masing pribadi apakah masih melaksanakan kewajiban sebagaimana di kala susah, bagaimana kekhusyukannya, tepat waktu atau tidak, jumlah lembaran tilawahnya dan sebagainya.

Andai saja tubuh, HP, sepatu dan lainnya yang melekat di tubuh bisa mengingatkan, mungkin tidak berhenti bersuara untuk jadi reminder.

Itulah kenapa, salah satu yang perlu dilakukan adalah berkumpul dengan orang-orang baik, soleh dan selalu ingat untuk bersyukur.

Kalau sedang keluar negeri, tantangannya adalah tempat shalat yang proper tidak selalu ada. Namun bukan berarti tidak bisa. Kali ini kami akan ke Lake Mountain dan transit di Marysville untuk shalat dan makan siang. Wudhu dengan air yang sangat dingin, brrrrr….

blog BP 1

Ini belum seberapa, waktu menuju puncak Rinjani, kami berhenti di bebatuan untuk shalat Subuh. Itu lebih menantang lagi situasinya, hehe. Bersyukur saat itu bersama teman-teman yang soleh dan mengingatkan untuk ibadah bersama.

Kalau sudah seperti ini, kebahagiaan dan kesenangan wajib disyukuri dengan terus mendekatkan diri pada Yang Kuasa. Agar kita tidak salah arah, menuju kebahagiaan yang kekal dan hakiki.

Salam hormat,

Bimo Prasetio
Founder Smart Legal Network

Belajar Leadership dari Mama

Belajar Leadership dari Mama

Kalau sekarang aktif di berbagai organisasi, jadi gak heran karena (almarhum) bapak dan mama juga aktivis organisasi. Mulai sejak di kampus ITS mereka sudah aktif. Lalu saat ini, mama juga jadi ketua organisasi tingkat nasional.

Kalau sedang di Indonesia, kerjanya keliling daerah untuk memberikan workshop dan ujian. Sehingga tidak di setiap weekend bisa bertemu mama. Kadangpun di rumahnya, ternyata sedang menandatangani ribuan sertifikat/ijasah karena disyaratkan dari Kemendiknas untuk tandatangan basah, tidak boleh menggunakan stempel tandatangan 

Saat di Melbourne, karena tinggal di rumah kakak, jadi serasa sedang di rumah. Dan sejak pagi sudah menghiasi dapur untuk menyiapkan makanan untuk anak-anaknya. Ya, salah satu kesukaan dan kebahagiaan mama adalah memasak untuk anak-anaknya.

Seperti pagi ini, kami di hotel sudah di WA dan ditanya terus jam berapa ke rumah kakak untuk sarapan. Sampai adik saya, Cita Prahastuti bilang sudah 10x ditanya sampainya jam berapa karena mau dimasakkan. Mama ingin makanannya masih hangat dan fresh saat akan disantap. Pagi ini bikin nasi goreng, sop merah, ayam, sosis dan tempe goreng. Kemarin saja sempet masak krengsengan dengan segala keterbatasan bumbu di sini.

36252556_10155410005131604_332517308654157824_n

“Mama seneng kalo makan bareng, timbang nang Nandos terus, opo tuku,” ujarnya.

Mama memastikan semua anak-anak dan cucu kebagian makanan semuanya, setelahnya baru mama makan. Kalau misalnya ada yang kurang makanannya, mama akan bilang, “Mama gak makan ayam, enakan tempe.”

Ya seperti itulah mama mengajarkan kebahagiaan pada anak-anaknya. Suatu teladan yang harus dilanjutkan. Kalau Simon Sinek bilang, “Leaders eat last,” mama yang gak pernah baca buku itu sudah menerapkannya.

Saat di usianya yang 68 tahun, semua anak-anaknya selalu berusaha membahagiakannya. Mengajak pergi bareng di dalam atau luar negeri, umroh, kumpul, makan bareng dan memberikan uang ke mama tiap bulan walau mama tidak pernah meminta.

Mama gak senang kalo diam saja, rasanya tidak produktif kalau diam saja. Jadi ada saja yang dikerjakan.

Dulu waktu kuliah sempat merasa bersalah banget karena IP Nasakom selama 3 semester berturut-turut. Rasanya gagal dan sulit bangkit. Tapi mama yang menjadi motivasi selalu. Bagaimana bisa membahagiakan beliau kalau keadaan menyedihkan begini. Alhamdulillah, setelah itu nilai akademik membaik, aktifitas organisasi dan basket juga membawa prestasi, termasuk ketika masuk delegasi Indonesia program kepemudaan ke Korea.

This is how great leaders inspire everyone to take action.

“You were there for me to love & care for me
When skies were gray
Whenever I was down
You were always there to comfort me

And no one else can be
What you have been to me you will always be
You will always be the girl
In my life for all times” Song for Mama – Boyz 2 Men.

Terima kasih mama dan seluruh ibu di penjuru negeri yang telah memberikan cinta, sayang dan kebahagiaan kepada semua anak untuk belajar menjadi pemimpin.

Salam hormat,
Bimo Prasetio

Founder Smart Legal Network

Bimo Prasetio