MACAM MODUS PENCUCIAN UANG DARI INVESTASI ILEGAL

MACAM MODUS PENCUCIAN UANG DARI INVESTASI ILEGAL

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap berbagai macam modus pencucian uang dari investasi ilegal. Dimulai dari penggunaan voucher yang diterbitkan oleh perusahaan exchanger, transfer dana ke perusahaan penjual robot trading, hingga penyamaran dana yang berasal dari investasi ilegal melalui sponsorship.

Tidak hanya itu, PPATK juga menduga jika para pelaku investasi ilegal menggunakan aset kripto sebagai sarana pembayaran fee kepada afiliator, mengimpun dana dari investor bermodus investor ikut dalam penyertaan modal usaha, dan menggunakan perusahaan penyelenggaraan transfer dana.

Pelaku investasi ilegal ini mengiming-imingi korbannya dengan barang mewat menggunakan perusahaan yang statusnya legal secara hukum. Kemudian untuk menampung dana, biasanya mereka menggunakan rekening atas nama saudara pelaku pada wallet exchanger untuk menyamarkan pembelian aset kripto di perusahaan exchanger.

Hal ini menunjukan bahwa modus para pelaku investasi ilegal semakin berkembang. Tingkatkanlah kewaspadaan dan jangan sampai kamu jadi korban selanjutnya!

Share tulisan ini agar yang lain juga #JadiNgerti

ASET PIUTANG DAN JAMINAN YANG TERSANGKUT KASUS PIDANA TIDAK BISA DIALIHKAN

ASET PIUTANG DAN JAMINAN YANG TERSANGKUT KASUS PIDANA TIDAK BISA DIALIHKAN

Menurut ahli hukum perbankan, Aad Rusyad Nurdin, kreditur tidak boleh menjual dan mengalihkan piutang saat aset tersebut tengah tersangkut perkara pidana.

“Aset yang terkena beban atau sedang tersangkut kasus pidana, tidak boleh dialihkan baik dalam akta jual beli, akta hibah, dan jenis akta lainnya. Ada asas hukum yang melarang terkait peraturan tersebut.” Ungkap Aad saat menjadi ahli sidang perkara perdata.

Contoh kasus terkait hal ini terjadi pada 2019 silam. Perusahaan Fireworks selaku penggugat memperkarakan PT GWP selaku pemilik aset piutang. Dalam perkaranya, penggugat meminta pengadilan memutuskan PT Geria Wijaya Prestige (GWP) untuk melakukan wanprestasi dan harus membayar US$ 31 juta.

Saat hendak membeli aset suatu perusahaan, pastikan agar seluruh aset bebas dari proses pidana. Tidak mau terjadi kerugian di kemudian hari kan?

Share tulisan ini agar yang lain juga #JadiNgerti

MAU BIKIN PERUSAHAAN HOLDING? INI YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN!

MAU BIKIN PERUSAHAAN HOLDING? INI YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN!

Modal dasar PT Holding harus lebih besar dari seluruh modal dasar anak perusahaan.

Ditentukan fungsi holding hanya akan mencari dana bagi anak perusahaan sebagai operating company atau ada core businessnya juga.

Agar terkonsolidasi laporan keuangan, maka kepemilikan saham harus diatas 50%.

Pertimbangan membuat holding dan anak perusahaan apakah karena bisnis yang berbeda, pemegang saham yang berbeda atau strategi lainnya?

Apa end game dari pendirian holding? Tulis pendapatmu di kolom komen ya. Agar yang lain #JadiNgerti

SETIAP PEMIMPIN HARUS MEMAHAMI SELF LEADERSHIP

SETIAP PEMIMPIN HARUS MEMAHAMI SELF LEADERSHIP

Dalam menjalankan perusahaan, suatu pekerjaan setiap pemimpin terlebih dahulu harus mampu memimpin dirinya sendiri. Kemampuan memimpin diri sendiri atau Self Leadership merupakan value yang dibutuhkan dalam berbagai aspek.

Yang paling utama adalah bagaimana seorang pemimpin tidak mudah menyalahkan tim nya ketika ada suatu pekerjaan yang salah.

Seorang pemimpin harus mau mengevaluasi kenapa kesalahan itu terjadi dan upaya apa yang sudah dia lakukan untuk meghindari kesalahan.

Ketika seseorang sudah siap untuk membantu orang lain tumbuh, disitulah jiwa seorang leader tumbuh.

Share tulisan ini agar yang lain #JadiNgerti

TUGAS LAWYER BUKAN SEBAGAI PENGAMBIL KEPUTUSAN, TAPI?

TUGAS LAWYER BUKAN SEBAGAI PENGAMBIL KEPUTUSAN, TAPI?

Seringkali kita hadapi dalam penjelasan peraturan disebutkan, “Cukup jelas”. Namun pada faktanya, koridor hukumnya sendiri yang tidak jelas. Inilah yang sering dikatakan, grey area (Di wilayah abu-abu).

Untuk kasus grey area ini, kami lebih memilih untuk kemukakan berbagai kemungkinan kepada klien. Dimulai dengan risiko hukum paling minim, hingga yang paling berisiko.

Kami selalu menjelaskan kepada klien tentang aspek hukum yang ada dari setiap opsi. Juga, risiko-risiko hukum dari setiap opsi dan kemungkinan upaya hukum apa yang bisa ditempuh.

Tugas kami sebagai konsultan bukanlah pengambil keputusan. Untuk itu, dalam hal klien menolak untuk mengikuti advis yang kami berikan, itu sepenuhnya keputusan klien. Peran lawyer memberikan pertimbangan dan gambaran agar klien lebih mudah mengambil keputusan.

Share tulisan ini agar yang lain juga #JadiNgerti

Bimo Prasetio