Merajut Rasa Bersama TDA

Merajut Rasa Bersama TDA

Sejatinya mau saya kasih judul merajut ASA bersama TDA, namun ada sesuatu yang berbeda sejak saya awal bergabung dengan TDA hingga saat ini.

Selayaknya yang dirasakan banyak orang, ketika bergabung TDA niatnya mau belajar bisnis sambil menambah jaringan bisnis. Setelah berjalan eh ternyata malah bertemu keluarga baru. Iya, keluarga besar TDA.

Jatuh bangun bisnis, pecah kongsi, belajar bisnis, mengubah mindset, hingga berpetualang keliling negeri bahkan keluar negeri, semuanya saya rasakan di TDA.

Sempat menghilang di TDA, lalu kembali dipanggil berkontribusi menjalankan amanah kepengurusan 2016.

Awal mula saya mendapat advis dari Mas Bobby Prajitno untuk gabung TDA dan ikut daftar Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) di bawah Pak Badroni Yuzirman, founder TDA yang dahulu tulisannya menjadi inspirasi banyak orang hingga bergabung ke TDA.

Disinilah saya bertemu keluarga KMB 02 yang selalu saya nantikan jadwal bertemu mereka untuk dengar kisah, keluh kesah dan berbagai dinamika bisnis yang mereka hadapi.

Lalu Pak Roni sebagai mentor mengajak berdiskusi, memberi wawasan dan literatur untuk menambah “gizi” bisnis kami. Banyak cerita serunya, termasuk kami yang bisnisnya berpartner semuanya pecah kongsi ????. Tapi hal ini tidak pernah kami sesali. Justru membawa wawasan baru dan jalan baru dalam fase bisnis dan kehidupan kami.

Hari ini kami bertemu kembali dengan berbagai kisah. Sayang sekali saya harus pamit duluan karena akan melanjutkan perjalanan ke Jogja via jalur darat.

Terima kasih semuanya, bangga, senang dan merasa terhormat bisa berproses bersama kalian.

Salam hormat, jabat erat.

Bimo Prasetio
Murid/Sahabat/Pelayan TDA

BUKU DAN BISNIS

BUKU DAN BISNIS

Kemarin mampir ke Periplus di bandara Juanda untuk membeli buku How to find your why nya Simon Sinek yang entah kemana (ada yang pinjam entah siapa dan tak kembali).

Tiba-tiba ada yang menyapa saya, “Mas Bimo TDA ya,” dengan ramah dia memperkenalkan diri , namanya Mas Andri, pekerja Periplus sudah 12 tahun, dan sekarang memulai bisnis pakaian dan perlengkapan anak. Dia sudah bergabung di TDA Surabaya dan suka datang kopdar nya.

Saya pernah membawakan materi di Pesta Wirausaha Surabaya dan mengutip isi buku Simon Sinek, Start with Why , dia pun jadi membaca buku itu. Kemarin juga mereferensikan beberapa buku yang relevan dengan bisnis.

Konon katanya, A leader is a reader. sehingga menjadi penting bagi pengusaha (yang notabene adalah leader di bisnisnya) bukan sekedar gemar membaca, tapi menjadikan aktifitas membaca sebagai bagian dari rutinitas dan kebutuhannya.

Pak Teddy P. Rahmat bisa menghasilkan waktu berjam-jam untuk membaca buku, begitu juga Warren Buffett dan banyak pengusaha lainnya.

Saya pun menyadari perlu banyak input dan informasi untuk terus mengikuti dinamika dan realitas dunia usaha. Bahkan sekarang di kantor terbaru dengan kliping dan resume berita di koran bisnis yang dikirimkan oleh sekretaris tiap harinya. kita butuh banyak input agar bisa memberikan output yang baik, baik dalam bentuk advis, tulisan dan lainnya.

Ah, tak terasa sudah 5 buku dicomot, habis 1 juta-an total yang dibeli. Terima kasih Mas Andri silaturahminya. Sukses selalu dan terus belajar…

Salam hormat,

Bimo Prasetio
Smart Legal ID

#KolaboraksiUntukNegeri
#AksesHukumJadiMudah

KASUS YANG BERKALI-KALI TERJADI, BERULANG DAN TERUS MEMAKAN KORBAN

KASUS YANG BERKALI-KALI TERJADI, BERULANG DAN TERUS MEMAKAN KORBAN

Sering banget terjadi, transaksi bisnis berujung jadi masalah pidana di kepolisian bahkan sampai di meja hijau.

Kadang persoalannya karena ketidakpahaman soal aspek hukum atau akad yang tidak jelas. Namun ada juga yang sejak awal iktikadnya tidak baik dan mengemas seakan semua bisnis yang legal sebagai modusnya.

Ada juga yang merasa tertipu atau beda pemahaman soal kerjasama bisnis, lantas membawa masalahnya ke kepolisian.

Simak artikelnya ya. Kalau kurang paham, bisa ngajak ngopi… atau makan kabsah kambing ????????????

Bimo Prasetio