Kembali ke Kampus

Kembali ke Kampus

Banyak alasan untuk kembali ke kampus, salah satunya adalah memberikan kontribusi bagi almamater yang telah “melahirkan” kita hingga di titik saat ini.

Jika ada yang mengeluh akan almamaternya, itulah momen dimana harus kembali ke kampus dan memberikan peran, sumbangsih untuk kampusmu.

Jangan mengeluhkan apa yang kampus bisa berikan untukmu, tapi apa yang bisa kamu lakukan untuk kampusmu.

Saya bersama para senior alumni FH Unair seperti Bang Fredrik J Pinakunary, Johannes Sahetapy, Mbak Jani Purnawanty Jasfin ingin mengajak lebih luas lagi alumni lainnya untuk mau berbagi, berperan mencetak para juris muda yang siap berjuang untuk perubahan, membawa penegakkan hukum yang lebih baik, bermartabat dan berwibawa.

Setidaknya, menanamkan nilai integritas kepada para juris muda ini agar kelak saat mereka menjadi lawyer, jaksa, hakim, birokrat, jurnalis dan profesi lainnya, mereka akan tegakkan nilai integritas pada dirinya dan sekelilingnya.

Ayo ambil peran dalam perubahan. Jangan terlena, duduk nyaman dan jadi penonton. Jadilah bagian untuk perubahan ini. Jika tidak tuntas perjuangan kita sekarang, semoga akan ada pejuang hukum lainnya yang melanjutkan tongkat estafet kita.

Ayo kembali ke kampus dan bergerak untuk hukum yang lebih baik.

Salam hormat,

Yang masih belajaran
Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id

Memilih Fokus

Memilih Fokus

Pelajaran berharga yang harganya cukup lumayan saya dapatkan tahun 2012 hingga 2013. Setelah terjun ke dunia bisnis, saya mencoba ke berbagai bisnis, mulai dari kuliner, jualan logam mulia, peternakan yang semua modalnya didapatkan cash dari jasa hukum yang saya rintis.

Sebagai lawyer, bank bukanlah pilihan karena profesi lawyer tidak mendapat lampu hijau untuk permodalan usaha.

Nah, ketika menjalankan bisnis secara serabutan sambil terus belajar, akhirnya setelah 2 tahun mencoba, saya harus sadar diri, tidak bisa semuanya dijalankan sendiri. Mulai dari pengembangan bisnis, riset, inventory, pengembangan SDM dst.

Karena semua berjalan slow (dan beberapa malah rugi) hubungan silaturahmi terganggu, waktu yang terbatas, akhirnya saya memutuskan untuk melepas semua bisnis yang bukan core competence saya. Dan memilih fokus pada bidang jasa hukum.


Walau sempat beredar rumor diluar bahwa saya sudah full bisnis dan tidak lagi menjadi lawyer, saya masih menjalankan profesi tersebut. Bahkan justru jadi pelajaran berharga ketika belajar bisnis, banyak yang datang konsultasi soal aspek hukum di dalam bisnisnya.

Saya yang semula banyak bergelut di dunia litigasi, urusannya ke pengadilan dan kantor polisi, lalu memperdalam soal corporate law. Belajar memahami bagaimana aspek legal diterapkan dalam skema bisnis, transaksi serta bagaimana mengamankan suatu bisnis hingga meleverage nya.

Dan pilihan ini membawa pada suatu awal yang luar biasa. Saya memilih fokus pada keahlian saya, bahkan ketika diajak berbisnis oleh kolega yang ada. Saya berpartner dan melengkapi bisnis teman-teman dengan keahlian soal aspek legal.

Bagi saya, fokus itu penting. Ada yang bisa multi tasking dan fokus di berbagai hal, ada yang fokus di satu bidang. Apapun itu Follow One Course Until Success (FOCUS).

Salam sukses untuk semuanya. Pilihan ada di tangan kalian ????

Bimo Prasetio
Founder SmartLegal.id

Mengembangkan Model Bisnis Bagi Law Firm

Mengembangkan Model Bisnis Bagi Law Firm

Masih banyak yang kelelahan karena handle semua klien sendirian, terjebak pricing policy yang marginnya tipis, sulit membangun team dan sebagainya. Ternyata persoalan utama adalah, mindset nya masih sebagai self employee bukan pebisnis.

Mengembangkan bisnis law firm sebenarnya sama saja dengan bisnis lainnya. Perlu ada strategi menentukan unique selling preposition, cash flow budget, marketing campaign hingga revenue stream.

Merencanakan model bisnis yang tepat menjadi perlu agar penggunaan waktu efektif, budget marketing yang lebih terencana, membangun tim yang lebih baik dan tentunya mendapatkan revenue sesuai target. Seringkali mengambil keputusan menjadi sulit karena masih bingung mengelola cash flow bisnis.

Model bisnis law firm di era digital juga makin berkembang. Lawyers harus lebih agile menyikapi dinamika perubahan.

Nah, di talk show legalpreneurship kemarin, kami berdiskusi bagaimana membuat business model canvas sebagai strategi perencanaan yang efektif untuk mengembangkan bisnis law firm.

Peserta yang hadir dari Jakarta, Tangerang, Surabaya, Makasar dan Solo.

Diantara mereka juga mulai terbuka untuk saling kerjasama, eranya kolaborasi bro. Kami pun dapat tawaran membuka kantor cabang di Solo, hehe. Menarik kan. Maka perbanyaklah silaturahmi, seperti hadir di acara ini.

Salam sukses menebar manfaat untuk semua.

Jabat erat salam hormat,

Bimo Prasetio
Founder SmartLegal.id

Bimo Prasetio