Pak Bimo sudah gak bersidang ya?

Pak Bimo sudah gak bersidang ya?

Alhamdulillah senang ada yang tanya seperti itu. Malah dulu pernah ada yang tanya, sudah gak jadi lawyer dan full bisnis ya?

Memang saya gak terlalu banyak sidang di pengadilan. Bahkan sempat dalam setahun hanya mau sidang di arbitrase karena manajemen waktu untuk bisa eksekusi pekerjaan lainnya yang lebih strategis. Urusan sidang ada kolega lawyer di kantor yang berkompeten dan bisa berbagi peran.

Jadi lawyer baik corporate atau litigasi tetap menjadi panggilan. Karena ada keahlian yang bisa dikontribusikan untuk bantu orang banyak.

Namun memang yang menjadi target adalah menciptakan solusi yang lebih besar atas persoalan akses hukum bagi masyarakat, khususnya para pencari keadilan. Akhirnya dengan bantuan tim, terciptalah web SmartLegal.id, yang tujuannya adalah memudahkan akses hukum bagi siapa saja.

Ini hanya soal membagi waktu dan berbagi peran. You cannot save the world alone. Dan ada waktunya kita harus memilih peran yang akan dijalankan. Owner berfokus di konteks, tim mensupport di konten.

Apapun yang dikerjakan, pastikan itu bermanfaat dan memberi solusi atas persoalan sosial yang ada.

Salam hormat,

Bimo Prasetio
Founder Smart Legal ID

Dear Client, thank you for trusting us.

Dear Client, thank you for trusting us.

Benar adanya, ternyata bukan hanya klien yang memilih lawyer. Tapi lawyer boleh memilih kliennya.

Caranya yang pertama adalah memohon kepada Tuhan agar diberikan klien yang punya value yang sama. Kedua, menyampaikan soal value ini kepada klien di awal bertemu.

Alasan saya dulu sempat berhenti berlitigasi adalah karena capek terhadap mafia peradilan. Lalu banting setir ke corporate dan arbitrase. Namun sekarang malah berdatangan perkara perdata dan pidana membawa kembali ke ruang pengadilan dan kepolisian.

photo_2018-12-11_08-34-07

Syukurlah, klien yang datang percaya dan yakin bahwa integritas harus dijaga. Mereka memberhentikan lawyer sebelumnya karena memberi advis untuk bisa memenangkan perkara harus membayar kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Lalu klien stop menggunakan mereka karena bertentangan dengan value yang diyakini selama ini.

Klien kami berbahasa Mandarin dan Inggris. Untuk integritas tetap menjadi “bahasa” universal. Mereka datang mencari lawyer dengan value yang sama.

Thank you for trusting us.
Thank God for making this possible.

Smartlegal.id

Aku dan Arbitrase

Aku dan Arbitrase

Kemarin selesai sidang di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) bertemu Pak Husseyn Umar, Ketua BANI.

Masih lekat di ingatan, dulu untuk liputan khusus majalah kampus (sekalian bahan skripsi), pergi ke Jakarta untuk wawancara beliau dan almarhum Prof Priyatna Abdurrasyid, Ketua BANI saat itu.

Sejak kuliah saya sudah menyukai materi soal arbitrase. Riset soal pembatalan putusan arbitrase asing, hak ingkar, eksekusi, severability clause dll.

photo_2018-12-06_11-08-45

Sekarang saya fokus untuk menangani perkara litigasi klien di arbitrase. Memang doa dan ikhtiar akan mengafirmasi hingga ke tujuan.

Jika diminta memilih, saya akan pilih arbitrase ketimbang bersidang di pengadilan negeri. Karena waktu yang lebih efektif dan keleluasaan bagi para pihak untuk menyampaikan argumennya saat bersidang.

Dan tentu saja karena perkara di arbitrase ditangani oleh para ahli di bidangnya, membuat suasana pembahasan menjadi hidup.

Akankah kelak saya menjadi arbiter? Hmmmm. Kita lihat saja.

Bimo Prasetio

Smart Legal ID

Belajar Memilih Teman

Belajar Memilih Teman

Jangan suka milih-milih teman. Apalagi hanya milih maunya berteman dengan yang lagi susah saja hanya karena mereka teman seperjuangan. Itu namanya diskriminatif. Lha kalo teman seperjuangan ada yang sukses terus gak ditemui lagi?

Apa salah orang-orang sukses dan pintar sehingga gak mau bergaul dengan mereka. Kita perlu bergaul dengan mereka juga agar dapat memahami pola untuk menjadi sukses.

photo_2018-12-06_10-07-27

Jangan juga merasa sudah jadi pengusaha, lalu hanya bergaul sama pengusaha. Kita juga perlu belajar sama teman-teman yang karyawan, sehingga bisa belajar bagaimana perspektif karyawan. Dan jangan salah, banyak karyawan yang cerdas dan pintar, malah lompat kuadran jadi investor. Selain gaji bulanan yang sudah besar, masih dapat keuntungan bisnis pula mereka.

Yang susah dibantu, yang sukses diajak bantu yang lagi susah. Piye? Enak toh…

Katanya guru saya sombong adalah menolak kebenaran. Maka jangan sombong. Karena sombong itu baju-Nya Allah.

Jangan baper ya. Benci secukupnya, bahagia selebihnya. Sekian dan terima klien.

Bimo Prasetio

Energi itu bernama Komunitas

Energi itu bernama Komunitas

Sabtu dan Minggu kemarin bersama teman-teman TDA Batam di acara Pesta Wirausaha Batam 2018.

Banyak yang tanya, weekend sebelumnya di Lampung, lalu ke Kendari, berlanjut ke Batam. Lalu kapan ngurus bisnis? Kapan waktu untuk keluarga? Badan gak capek? Sampai ada klien lama bertanya, “Pak Bimo sudah gak jadi lawyer?” ????

Kalau capek ya tentu badan perlu istirahat. Begitu juga bisnis perlu dimonitor bahkan saya juga masih handle klien atau kerjaan lainnya secara langsung. Berbagai acarapun mengajak istri dalam perjalanan. Telpon atau WA orang tua untuk mengetahui update.

photo_2018-12-04_07-51-10

Ada 3 hal yang saya lakukan agar semua dapat berjalan baik.
1. Manajemen Waktu
2. Tim yang support
3. WHY yang kuat dalam menjalani semua aktivitas.

Tanpa adanya tim, saya tidak akan bisa menjalani semuanya. Tanpa adanya manajemen waktu yang baik untuk bekerja dan istirahat, tentu saya akan tumbang. Apalagi di era digital, saya terbantu untuk komunikasi dan monitoring pekerjaan. Kordinasi tetap berjalan, review tetap dilakukan, organisasi tetap berjalan.

Namun tanpa keyakinan dan WHY yang kuat bahwa semua aktivitas kita adalah sesuatu yang bermanfaat, meaningfull, mulia, maka kerja kerja ini hanya akan jadi pengisi waktu saja. Tanpa WHY yang kuat dan jelas, di akhir waktu hanya akan ada penyesalan. Tapi ini tidak ada kata menyesal. Semua ini belum sempurna, masih terus belajar dan berproses.

Saya berterima kasih kepada para guru, senior, mentor dan sahabat yang terus menjadi penguat dalam setiap gerak.

Terus tersenyum, berjuang, belajar ikhlas dan jangan lupa bahagia.

Salam Scale Up Spirit
Tangan Di Atas (TDA)

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio