Benar adanya, ternyata bukan hanya klien yang memilih lawyer. Tapi lawyer boleh memilih kliennya.
Caranya yang pertama adalah memohon kepada Tuhan agar diberikan klien yang punya value yang sama. Kedua, menyampaikan soal value ini kepada klien di awal bertemu.
Alasan saya dulu sempat berhenti berlitigasi adalah karena capek terhadap mafia peradilan. Lalu banting setir ke corporate dan arbitrase. Namun sekarang malah berdatangan perkara perdata dan pidana membawa kembali ke ruang pengadilan dan kepolisian.

Syukurlah, klien yang datang percaya dan yakin bahwa integritas harus dijaga. Mereka memberhentikan lawyer sebelumnya karena memberi advis untuk bisa memenangkan perkara harus membayar kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Lalu klien stop menggunakan mereka karena bertentangan dengan value yang diyakini selama ini.
Klien kami berbahasa Mandarin dan Inggris. Untuk integritas tetap menjadi “bahasa” universal. Mereka datang mencari lawyer dengan value yang sama.
Thank you for trusting us.
Thank God for making this possible.






0 Comments