by Bimo Prasetio | Jul 1, 2014 | Kajian
Kita lanjut yang kemarin, Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus jilid 2. #WisataHati
Cerita kemarin mengenai sang ayah yang akan menjual motor untuk biaya kuliah anaknya. #WisataHati
Anak kalau mau minta sesuatu, diarahkan dulu untuk ke Allah dulu. Baru disampaikan ke orang tua.#SegitigaWisataHati
#WisataHati
Pak, saya kepengen sepatu.| Tadi udah Dhuha belum? | sudah pak,
Sama halnya yg punya usaha, minta dulu ke atas, ke Allah dulu, baru kemudian turun soal duniawinya, ikhtiar. #WisataHati
Kembali ke cerita sang ayah yang akan menjual motornya 4jt, tapi ditawar hanya 2,5jt. #WisataHati
Sebelum jual motor, dia shalat Dhuha. Setelah ditawar dia balik lagi ke Allah, shalat di mesjid mohon petunjuk. #WisataHati
Alhamdulillah, begitu ke luar mesjid motornya hilang. Nah! Terus gimana? #WisataHati
Dia balik shalat lagi, untuk menyempurnakan, Allah Terus. Curhat sampai nangis. Ya Allah, td mau dijual kurang 1,5jt. Sekarang jd kurang 4jt. #WisataHati
Coba dipikirkan lagi, Allah Maha Besar, Maha Kuasa. Td butuh 4jt utk kuliah anak. Kuliah biar apa? Biar Pinter terus sukses kan. #WisataHati
Nah, kalau Allah kehendaki, jangankan 4jt. 4M saja diganti. Allah Maha Kaya. #WisataHati
Allah Maha Besar, kuliah itu kan sarana saja kan. Cara yg terpikir oleh kita supaya bisa sukses. Apa cuma itu caranya sukses? #WisataHati
Allah bisa saja kasih langsung sukses ketika hambaNya rajin bersyukur, tanpa harus kuliah, tapi lewat jalan berdagang misalnya. #WisataHati
Sudah banyak cerita orang sukses yang tidak kuliah, tidak melanjutkan kuliah. Bill Gates salah satunya.#WisataHati
Jadi kembali lagi, yakinlah, saat motor hilang tadi, berarti Allah tidak mau motor itu dijual. Sudah ada skenario lain. #WisataHati
Ujian yg disegerakan itu diberikan kepada kita karena Allah sayang sama kita. Dikasih akal utk berpikir lebih kreatif. #WisataHati
Jadi tetap yakin saja, Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus ya. Baca shalawat untuk meminta apa yang kita mau. #WisataHati
by Bimo Prasetio | Jul 1, 2014 | Kajian
Cukuplah Allah bagiku (Az-Zumar 36-47)
Ustd @Yusuf_mansur lagi lelang barang-barang nya, mulai dari baju dll. Hasil lelang akan disedekahkan utk membangun rumah tahfiz anak2 cacat. #WisataHati
Utk tahu lbh byk bisa cek di www(dot)yusufmansur(dot)com atau www(dot)pppa(dot)or.id #WisataHati
Hari ini mengaji surat Az-Zumar ayat 36-47. #WisataHati
Tidak kah cukup Allah saja yang memenuhi kebutuhan, keinginan, doa kita… (Az-Zumar 36)
Qul Hasbiyallah: “Katakanlah, Cukuplah Allah bagiku…” (Az-Zumar 38) #WisataHati
Qul lillahisy-syafaa ‘atu jamii’a: “Katakanlah, pertolongan itu hanya milik Allah semuanya.” (Az-Zumar 44) #WisataHati
Allah bisa dengan mudah memberi Ujian melalui kenikmatan. Tapi kebanyakan kita tidak mengetahui. #WisataHati
Sekian. Besok kita ngaji lagi ya sama Ustd Yusuf Mansur. Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terusss… Ngadunya ke Allah, mintanya sama Allah.
by Bimo Prasetio | Jul 1, 2014 | Kajian
Tidak ada yang Rasulullah suruh kepada kita kecuali bermanfaat. Misalnya, shalat. Gerakan shalat itu menyehatkan, sama dengan gerakan stretching.
Kalau melakukan gerakan shalat jangan buru-buru, saking hafalnya bacaan dan gerakan. Tumakninah. Cobalah kita niatkan seperti ini:
“Saya Dhuha agar Rasul mencintai saya. Saya lakukan Qobliyah dan Ba’diyah agar Rasul mencintai saya.”
“Saya Tahajud agar Allah mencintai saya.” | Kalau Allah sudah mencintai seseorang maka tidak mungkin Allah tidak bantu.
Ketika kita ngantuk, capek kala bangun malam, apalagi melangkahkan kaki ke mesjid untuk melaksanakan shalat, itu menunjukkan kecintaan pada Rasulullah.
“Barangsiapa mengerjakan sunahku berarti dia mencintai diriku.Barangsiapa mencintai diriku maka akan menemaniku di surga.”
Ada masa wahyu tidak turun dalam jangka waktu yang lama. Lalu Orang Musyrik bilang, “Ya Muhammad Tuhanmu telah meninggalkanmu.”
Rasul sempat bersedih, dan ketika itu turunlah surah Ad-Dhuha. Terdapat dialog Allah dengan Nabi Muhammad.
Ma wadda’aka rabbuka wama qala. “Tidak pernah meninggalkanmu, dan tidak pula membencimu. (Ad-Duha 3)
Kita mencintai Nabi Muhammad tidak sendiri, Allah dan para Malaikat bersama kita.
Perhatikan Kalimat Tauhid, yang ditujukan kepada Allah, tidak akan lengkap jika tidak dilengkapi pernyataan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.
“Asyhaduallah ilahailallah, wa asyhaduanna Muhammadurasulullah.”
Tidak bisa orang hanya bersaksi akan Allah sebagai Tuhannya, tanpa menyebutkan Nabi Muhammad.
Ini membuktikan betapa istimewa Nabi Muhammad di hadapan Allah. Dan begitulah seharusnya kita terhadap Nabi Muhammad.
Tahukah kalian?
Ketika Izrail akan mencabut nyawa Rasulullah, Izrail ditanya oleh Rasul. “Mana Jibril. Jangan kau cabut nyawaku sebelum aku bertemu Jibril”.
Lalu Malaikat Izrail kembali ke langit ke-7 untuk bertemu Jibril dan mengajak untuk bertemu Rasulullah.
Setelah Jibril turun, Rasul bertanya, “Bagaimana nasib umatku sepeninggal aku.”
Pesan Rasul;
“Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah AI-Quran dan yang diam itu ialah maut.
“Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada AI-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pengajaran dari mati.”
Membaca Al-Quran itu penting, kenapa? Karena Al-Quran itu Rizki. Sami’na Waatha’na (saya dengar dan saya taat) dulu saja.
Bukan apa dan kenapa yang didahulukan. Ketika sedang menghadapi permasalahan, coba untuk membaca surah Al-Insyirah (melapangkan). Semoga Allah melapangkan segala urusan kita.
Salam,
by Bimo Prasetio | Jul 1, 2014 | Kajian
Tatkala kita cinta Rasul, maka kita mengerjakan ajarannya.
Yang mau jadi Agen Buku sila buka www.bukuyusufmansur.com
Ustadz Yusuf Mansur ingin agar banyak orang yang bisa menyampaikan kisah, pelajaran, cerita di #WisataHati ini. Sila buka www.sejutayusufmansur.com
Karena keterbatasan di acara On Air di TV, maka pendalaman materi melalui kegiatan off air. Yang mau gabung mengaji bersama Ustadz Yusuf Mansur bisa di Darul Quran, mulai dari tahfiz, shalat tahajud, Hadist hingga Shalat Subuh.
Kemarin Ustadz Yusuf Mansur cerita betapa ingin dia bertemu Rasul, namun hingga saat ini belum tercapai. Justru Wirda, putrinya, sudah mengalami.
Diceritakan, ketika berusia 6 thn, Wirda mengatakan sudah hafal Yasin. Subhanallah, tapi ternyata yang dihafal ayat awal & akhir nya saja. Tengahnya belum :)
Lalu malamnya ketika tidur, Wirda serasa dibangunkan oleh laki-laki bercahaya, yg ternyata Rasul. | Darimana tahunya?
Wirda diajak ke rumahnya. Ustadz Yusuf Mansur mendeskripsikan kurang lbh seperti apa rumah Rasul. Wirda mengiyakan hal itu.
Lalu Wirda diajak shalat berjamaah oleh Rasul. Subhanallah pengalaman seperti ini ya. #WisataHati
Setelah pengalaman itu, Wirda pun bersungguh-sungguh utk menjadi penghafal Al Quran. Tidak hanya Juz 1 dan Juz 30 spt niat semula. Subhanallah.
Subhanallah, rasa cinta pada Rasul itu akan memberikan manfaat yang luar biasa. #WisataHati
Bagi anak SMU yang ingin masuk atau sampai ke UI, ITB dll, mudah saja. | Bagaimana? | Naik angkot, Insya Allah sampai di depan kampus nya.
Yah, itu sih udah tahu. Ya iya. Alkisah, Ridho, adik dari Ustd bicara di depan suatu SMA, bahwa untuk mau masuk ke kampus pilihan itu bisa hanya dengan Ridho Allah.
Oleh karena itu ber-shalawat lah untuk bisa tercapai keinginan itu. Apa sudah teruji?
Salah 1 Ustd di Daarul Quran bahkan bisa sampai kuliah di Cairo, Mesir dgn keterbatasan dana, koneksi dll.
Bagaimana caranya? | Beliau secara konsisten hingga saat ini membaca Shalawat Fati sebanyak 1000x/hari. Shalawat Fati ini lebih panjang dari shalawat yang biasa.
An-Nisa ayat 85:
Mayasfa syafaatan Hasibu Nasiminha.
Satu orang yang jadi mata rantai maka akan mendapatkan pahala yang sama.
Ya Allah, kami mohon cinta-Mu kepada Nabi Muhammad. Dan juga apa yang menjadi amalan sehingga kami dapat mencintai Rasulullah.
Salam.
by Bimo Prasetio | Jul 1, 2014 | Kajian
Katakanlah (Muhammad), “Jika kau mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Surat Ali ‘Imron 31
Kalau kalian mencintai Allah, ikutilah Muhammad SAW Dan kalau kita sudah mencintai Allah, Allah akan mencintai kita dan mengampuni kita.
Ustadz Yusuf Mansur sejak kecil ingin bertemu Rasul SAW.
“Saya baca shalawat 4000x, Alhamdulillah, gak pernah tuh saya ketemu. Saya jadi bertanya apa dosa saya banyak ya?” ujar Ustadz Yusuf Mansur.
Alkisah ada orang sedekah 800rb, gaji dia, seluruh gaji nya. Dia berharap agar dapat 8jt. Alhasil, di bulan 2 dan 3 belum datang itu balasan dari Allah. Tapi di bulan ke-4, dia dipanggil majikannya.
Karena kamu pegawai saya yang paling soleh, maka saya akan berangkat ke tanah suci.
Ketika sampai di tanah suci, dia bershalawat hingga tertidur. Kemudian, orang ini dibangunkan oleh orang yang bercahaya, yang tidak lain ternyata Rasul, Subhanallah.
Masih hidup saja sudah bertemu dengan Rasul. Bagaimana bisa begitu? | Dia ini selalu memaksakan diri untuk Tahajud, shalat berjamaah, Dhuha. Dan sedekah pooll.
Sama dengan kalian, saya juga bertanya, bagaimana tahunya itu Baginda Rasulullah? | kisah itu ada dalam buku saku Ustadz . Harganya Rp 5rb.
Nanti yang mau beli buku saku Ustad Yusuf Mansur bisa ke saya, saya udah daftar jadi agen buku nya, tp nanti ya kalau sudah datang buku nya :) #promosi
Gimana sih Bim lo malah promosi. | Gak papa, promosi dagang ini. Nabi mengajarkan kita untuk berdagang, apalagi kalau dagangannya bermanfaat.
Gak cuma dapat keuntungan dagang, tapi pahala dari berdagang barang yang bermanfaat. Betul begitu stadz :)
Kembali ke shalawat, saat di Padang Masyar nanti, jangan sampai ketika Rasulullah SAW sang Pemimpin kita itu tidak mengenali kita.
Ibadah itu beratnya pelaksanaan, sulitnya pelaksanaan. Jadi bukan ambil yang enteng2nya.
Kalau hujan ke mesjid gak ya? | Ambil payung berangkat.
Pemaksaan diri terhadap ibadah itu lah yang menjadi inti dari ibadah.
Shalawat itu bentuk dukungan dan cinta kita kepada Rasul. Seperti dukungan kita kepada anak kita.
Maka tunjukkan cinta kita dengan mengerjakan, tidak hanya yang fardhu, tapi juga sunnahnya.
Rasul berkata, “Barangsiapa tidak suka dengan sunahku, maka dia bukan golonganku.”
Bahkan ada Hadist Rasul yang mengakatan, barangsiapa tidak mengerjakan witir dia bukan golonganku.
Bayangkan itu witir lho. Bukan shalat Fardhu saja. | Jadi musti paksain tiap hari sempetin witir ya! *ngomong sama cermin*
Ketika masuk waktu shalat Dzuhur, demi kecintaan kita kepada Nabi Muhammad, makan siang nya ditunda dulu, tapi sempat dapat Qobliyah dan Ba’diyah.
Insya Allah, tuh kita bakal laper sampe sore kan, hehe. Tapi yang seperti itu yang akan dicintai oleh Rasul, yang menjaga Qobliyah dan Ba’diyah.
Sekedar info, kecuali Subuh dan Ashar, shalat Fardu yg lainnya dilengkapi dengan shalat Sunah Ba’diyah.
Setelah Subuh tidak ada Ba’diyah, hingga ada shalat Dhuha. Setelah Dzuhur baru bertemu dengan Ba’diyah. Begitu juga setelah Ashar tidak ada juga.
Yuk kita coba praktekkin, emang mata sepet susah dibawa shalat, tp yang begitu malah bikin rejeki gak seret :)
Jd ingat broadcast Mbak @inagibol “Hasbunullah wa ni’mal wakil” | Cukup Allah menjadi pemberi petunjuk dan penolong :)
Sekian dulu ringkasan #WisataHati pagi ini ya. Salam.