Mengapa Business Acumen Penting bagi Tim Sales Perusahaan Jasa Perizinan dan Legalitas?

Mengapa Business Acumen Penting bagi Tim Sales Perusahaan Jasa Perizinan dan Legalitas?

“Sales terbaik adalah yang paling memahami bisnis klien dan mampu menunjukkan bagaimana layanan legal dapat mempercepat pencapaian tujuan bisnis tersebut.”

Banyak orang mengira tugas sales di perusahaan jasa hukum hanyalah menawarkan layanan dan mengejar target penjualan. Padahal, dalam praktiknya, sales yang sukses bukanlah mereka yang paling banyak berbicara tentang produk, melainkan yang paling memahami bisnis calon klien. Di sinilah business acumen menjadi pembeda.

Business acumen adalah kemampuan memahami bagaimana sebuah bisnis berjalan, menghasilkan keuntungan, menghadapi tantangan, serta mengambil keputusan. Dengan kemampuan ini, seorang sales tidak lagi menjual “izin usaha” atau “pendirian PT”, tetapi membantu pemilik usaha menyelesaikan persoalan bisnisnya.

Sales Tidak Menjual Dokumen, Tetapi Solusi Bisnis

Pemilik usaha sebenarnya tidak membutuhkan NIB, OSS, atau akta perusahaan.

Yang mereka butuhkan adalah:

  1. bisnis bisa segera beroperasi,
  2. memperoleh pendanaan,
  3. mengikuti tender,
  4. membuka cabang,
  5. mendapatkan kepercayaan investor,
  6. atau memenuhi persyaratan regulator.

Legalitas hanyalah alat untuk mencapai tujuan tersebut.

Sales yang memiliki business acumen mampu menghubungkan layanan perusahaan dengan tujuan bisnis klien. Contohnya, ketika seorang pengusaha ingin mendirikan PT, sales tidak cukup bertanya, “Mau buat PT?” Pertanyaan yang lebih bernilai adalah:

  • Apa model bisnis Bapak/Ibu?
  • Apakah ada rencana mencari investor?
  • Apakah bisnis ini akan mengikuti tender pemerintah?
  • Apakah ada rencana ekspansi ke luar negeri?
  • Apakah akan membuka beberapa cabang?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan jenis layanan yang benar-benar dibutuhkan klien.

Memahami Tahapan Pertumbuhan Bisnis Klien

Setiap bisnis memiliki kebutuhan hukum yang berbeda sesuai tahap perkembangannya.

Startup

Fokus pada:

  • pendirian perusahaan,
  • perjanjian pendiri,
  • perlindungan merek,
  • legalitas dasar.

Growing Business

Mulai membutuhkan:

  • kontrak dengan vendor,
  • kontrak pelanggan,
  • izin operasional,
  • kepatuhan ketenagakerjaan.

Scale Up

Biasanya membutuhkan:

  • due diligence,
  • investasi,
  • restrukturisasi perusahaan,
  • perlindungan data,
  • tata kelola perusahaan.

Sales yang memahami tahapan ini mampu menawarkan layanan secara tepat waktu (timely solution), bukan sekadar melakukan hard selling.

Memahami Cara Klien Menghasilkan Uang

Business acumen membuat sales memahami sumber pendapatan klien. Misalnya:

Restoran memperoleh keuntungan dari:

  • jumlah pelanggan,
  • kecepatan pelayanan,
  • pembukaan cabang.

Sementara perusahaan manufaktur bergantung pada:

  • kapasitas produksi,
  • distribusi,
  • efisiensi rantai pasok.

Dengan memahami model bisnis tersebut, sales dapat menjelaskan bagaimana legalitas membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan, mempercepat ekspansi, atau membuka peluang kerja sama baru.

Menjadi Konsultan, Bukan Sekadar Penjual

Perbedaan terbesar antara sales biasa dan sales dengan business acumen adalah kualitas percakapan.

Sales biasa bertanya:

“Bapak sudah punya NIB?”

Sales dengan business acumen bertanya:

“Target bisnis Bapak tahun ini apa? Apa hambatan terbesar untuk mencapainya?”

Dari percakapan tersebut, sales dapat menemukan kebutuhan yang bahkan belum disadari oleh klien.

Ketika pelanggan merasa dipahami, proses penjualan menjadi lebih alami karena didasarkan pada solusi, bukan tekanan.

Meningkatkan Cross Selling dan Up Selling

Sales yang memahami bisnis klien akan lebih mudah menemukan kebutuhan hukum lain.

Misalnya, awalnya klien ingin mendirikan PT, namun setelah berdiskusi, ternyata kondisi Klien:

  • belum memiliki merek,
  • belum memiliki perjanjian kerja,
  • belum menyusun kontrak dengan distributor,
  • belum memiliki perlindungan data pribadi,
  • belum membuat SOP kepatuhan.

Semua kebutuhan tersebut muncul bukan karena dipaksakan, melainkan karena memang relevan dengan kondisi bisnis klien.

Membangun Hubungan Jangka Panjang

Legalitas bukan transaksi satu kali. Seiring berkembangnya perusahaan, kebutuhan hukumnya juga berkembang. Klien yang awalnya hanya membuat PT dapat berkembang menjadi membutuhkan:

  • perubahan anggaran dasar,
  • izin usaha tambahan,
  • kontrak komersial,
  • legal audit,
  • restrukturisasi perusahaan,
  • pendampingan investasi,
  • hingga penyelesaian sengketa.

Sales yang memahami perjalanan bisnis klien akan lebih mudah menjadi mitra jangka panjang daripada sekadar penyedia jasa.

Meningkatkan Kepercayaan Klien

Pemilik usaha lebih percaya kepada sales yang memahami tantangan bisnis mereka.

Ketika sales mampu berdiskusi mengenai:

  • strategi ekspansi,
  • efisiensi operasional,
  • risiko investasi,
  • pendanaan,
  • tata kelola perusahaan,

Ketika itu terjadi, percakapan tidak lagi terasa seperti proses penjualan, melainkan konsultasi bisnis. Di titik inilah kepercayaan mulai terbentuk.

Tips Mengembangkan Business Acumen bagi Tim Sales

Business acumen bukan bakat, melainkan keterampilan yang dapat dilatih.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memahami model bisnis berbagai industri yang menjadi target pasar.
  • Belajar membaca laporan keuangan sederhana agar memahami kondisi usaha klien.
  • Mengikuti perkembangan regulasi yang berdampak pada dunia usaha.
  • Memahami proses operasional bisnis dari hulu hingga hilir.
  • Berdiskusi dengan tim legal untuk memahami risiko hukum yang sering dihadapi klien.
  • Membaca berita ekonomi, investasi, dan tren industri agar percakapan dengan klien lebih berbobot.
  • Melatih kemampuan bertanya (consultative questioning) sehingga mampu menggali kebutuhan bisnis sebelum menawarkan layanan.

Mengubah Percakapan Menjadi Solusi

Di industri jasa perizinan dan legalitas, keunggulan kompetitif tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan, tetapi juga oleh kualitas pemahaman terhadap bisnis klien. Sales yang memiliki business acumen mampu mengubah percakapan dari sekadar menawarkan produk menjadi memberikan solusi yang relevan dengan tujuan usaha klien. Mereka tidak menjual akta, NIB, atau izin, melainkan membantu pelaku usaha membangun fondasi bisnis yang aman, siap bertumbuh, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, sales terbaik bukanlah yang paling pandai menjelaskan layanan, tetapi yang paling memahami bisnis klien dan mampu menunjukkan bagaimana layanan legal dapat mempercepat pencapaian tujuan bisnis tersebut.

Bimo Prasetio, Founder Smart Legal.

Rambah Layanan Pendirian Badan Usaha dan Perizinan, Hukumonline Kembangkan Easybiz

Rambah Layanan Pendirian Badan Usaha dan Perizinan, Hukumonline Kembangkan Easybiz

Easybiz memberikan solusi dari aspek hukum kepada pebisnis, khususnya UKM, wirausaha, dan start up, yang akan memberi kenyamanan dan keamanan.

easybiz

Mengawali 2015, hukumonline.com melakukan langkah strategis pengembangan bisnis. Portal hukum terbesar di Indonesia ini mengambilalih kepemilikan www.legal4UKM.com, sebuah website yang memberikan layanan pengurusan legalitas usaha untuk usaha kecil dan menengah (UKM), wirausaha, dan start up di Indonesia. Setelah ini brand legal4UKM akan bertransformasi menjadi Easybiz (www.easybiz.id) dan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak UKM, wirausaha, dan start up di Indonesia.
“Kami menyambut baik kehadiran Easybiz. Sudah saatnya UKM, wirausaha, dan start up di Indonesia naik ke kelas yang lebih tinggi dengan memahami pentingnya aspek hukum dalam berbisnis. Ini bisa dimulai dengan pendirian badan usaha yang legal, pengurusan izin terkait, hingga aspek HKI. Kepatuhan terhadap aspek legalitas akan memberi nilai tambah dan meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia dalam berbisnis. Lebih dari itu, Easybiz dan hukumonline akan bekerjasama untuk mendorong transparansi dalam berbisnis di Indonesia melalui pendirian badan usaha dan pengurusan izin usaha,” papar Andika Gunadarma, Direktur Bisnis hukumonline.com.
Sejak 2012 legal4UKM telah aktif melakukan edukasi dan advokasi terhadap UKM di Indonesia agar memahami pentingnya aspek hukum dalam berbisnis. Layanan konten dan informasi Legal4UKM yang dapat diakses dengan gratis melalui web, telah menjadi referensi penting bagi kalangan wirausaha dan start up.
Di sisi lain, hukumonline.com telah menjadi pelaku utama dalam menyediakan informasi hukum terintegrasi sekaligus wadah bagi berbagai komunitas hukum di negeri ini. Setiap hari, website hukumonline memiliki lebih dari 150 ribu pageviews dan 43 ribu unique visitors atau lebih dari 4 juta pageviews dan 1,2 juta unique visitors perbulan. Dari pageviews tersebut, layanan klinik hukumonline menjadi salah satu daya tarik utama. Sebanyak 51 persen traffic hukumonline disumbangkan oleh rubrik klinik
“Kami sangat ingin Legal4UKM mampu menjangkau audiens yang lebih luas karena kebutuhan UKM, wirausaha, dan start up terhadap akses informasi dan layanan yang terjangkau juga makin meningkat. Kami ingin membuat bisnis jadi mudah. Dengan rebranding menjadi Easybiz ditambah jaringan kerjasama (network) yang dimiliki hukumonline akan memperkuat positioning kami,” jelas Bimo Prasetio, pendiri Legal4UKM dan Presiden Direktur Easybiz.
Easybiz memberikan solusi dari aspek hukum kepada pebisnis, khususnya UKM, wirausaha, dan start up, yang akan memberi kenyamanan dan keamanan bagi mereka. Dimulai dari pendirian badan usaha yang cocok, pengurusan izin yang memberikan legalitas bisnis, hingga pendaftaran HKI yang memberikan perlindungan hukum bagi brand dan kreativitas pebisnis di Indonesia.
Layanan pendirian badan usaha yang dimiliki Easybiz juga didesain agar biayanya terjangkau untuk UKM di Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 55 juta. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2012 jumlah unit usaha di Indonesia mencapai 56,5 juta. Dari jumlah tersebut sebanyak 55,8 juta merupakan Usaha Mikro dan 629 ribunya merupakan Usaha Kecil. Kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja juga sangat besar. Dari total 110 juta tenaga kerja, kontribusi dari Usaha Mikro mencapai 99,8 juta, sedangkan Usaha Kecil jumlahnya 4500an.
Selain mendorong transparansi berbisnis melalui pendirian badan usaha dan perizinan usaha, Hukumonline dan Easybiz akan bekerjasama untuk membuat dan menyebarluaskan konten yang berkualitas. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas layanan, Easybiz segera meluncurkan sebuah fitur di web yang memungkinkan pengguna mengetahui proses pekerjaan yang dilakukan.

Untuk informasi lebih lanjut:
Leo Faraytody
www.easybiz.id
www.legal4ukm.com
PT Justika Solusi Indonesia
Puri Imperium Office Plaza Unit G-9
Jl Kuningan Madya Kav 5-6
Jakarta 12980
(T) 6221 2947 5701
(F) 6221 2947 5698

Andika Gunadarma
www.hukumonline.com
PT Justika Siar Publika
Puri Imperium Office Plaza Unit G-7
Jl Kuningan Madya Kav 5-6
Jakarta 12980
(T) 6221 8370 1827
(F) 6221 8370 1826

Sumber: http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt551bbeab06973/rambah-layanan-pendirian-badan-usaha-dan-perizinan–hukumonline-kembangkan-easybiz

Bimo Prasetio