JADILAH PEMBELAJAR SEJATI, JANGAN PERNAH BERHENTI!

JADILAH PEMBELAJAR SEJATI, JANGAN PERNAH BERHENTI!

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dimanapun, kapanpun serta dalam kesempatan apapun kita dapat belajar. Karena tidak semua hal diajarkan pada bangku pendidikan formal. Hidup selalu memberikan pelajarn, maka kita harus jadi pembelajar. Justru banyak hal kita dapatkan dari berbagai pengalaman dengan mengenal lebih banyak relasi dan turut sertadalam berbagai aktivitas sosial dan organisasi.

Banyak yang merasa gagal sebelum mencoba. Banyak yang menyerah karena merasa tidak bisa. Jadilah pembelajar sejati hingga nafas berhenti.

Catatan Tentang DOA yang Sering Kita Lalaikan

Catatan Tentang DOA yang Sering Kita Lalaikan

Betapa kita sering lupa, bahwa kita telah dipersenjatai dengan sebaik-baik senjata, yaitu DOA. Kita memiliki kekuatan doa untuk memohon kepada dzat yang Maha Besar dan Maha Kuasa untuk bisa menjawab permintaan kita. Semakin kita sering berdoa, makin spesifik kita berdoa, makin khusyuk dan makin ringan kita berdoa kepada Allah, maka makin menunjukkan ketertundukan kita, kebergantungan kita pada Allah dan hanya kepada Allah kita meyakini semua solusi dan jawaban dari seluruh persoalan yang ada.

Kebergantungan kita kepada Allah adalah ujian tauhid diri kita. Seberapa kuat kita bisa menerima ketetapan Allah. Seberapa RIDHO kita bisa menerima bahwa takdir Allah adalah yang terbaik.

Dalam beberapa kesempatan, ada yang mengingatkan agar berdoalah yang spesifik, sejelas-jelasnya agar doa kita lebih cepat dikabulkan karena kita bisa visualisasikan doa kita. Lalu ada yang berdoa agar diberikan rezeki dan kemudahan lainnya dan menambahkan niat dan doanya supaya bisa beribadah lebih baik. Mis. sedekah lebih baik, shalat lebih khusyuk dan ibadah lainnya lebih baik.

Justru yang harus menjadi pertanyaan untuk kita pribadi, kenapa kita tidak ikhtiar dengan beribadah lebih baik sebagai wujud kita bersungguh-sungguh dan meyakini bahwa hanya Allah yang akan mengabulkan doa nya serta memberikan jalan keluar dari masalahnya.

Ujian yang harus dihadapi adalah Ketika Allah menjawab doa kita tidak seperti yang kita inginkan, maka bagaimana penyikapan kita? Karena sikap kita terhadap ketetapan Allah ini yang akan menjadi ukuran ketakwaan kita dan bagaimana kita bisa menjalani hidup ini ke depannya agar terus move on.

Jangan sampai Ketika doa kita tidak dikabulkan seperti yang kita inginkan, maka membuat ketaatan kita menurun, keyakinan kita menurun dan malah jadi kendur ibadah kita kepada Allah. Sesungguhnya Ketika hal itu terjadi, kita telah masuk perangkap setan dan menjadi orang yang merugi.

Kita harus meyakini bahwa Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan. Sehingga tidak semua yang kita inginkan itu akan dikabulkan. Karena kalau Allah berikan semua keinginan kita dengan mudah, apa artinya kerja keras dan perjuangan. Allah akan memberikan kita jalan menuju sesuatu yang lebih baik. Rahmat dan hidayah Nya selalu tercurah, tinggal bagaimana sikap kita, apakah siap menjemputnya atau tidak.

Naik turun iman itu hal biasa, saat sedang bersemangat tinggi beribadah pun bisa terjadi future. Disinilah Allah akan menguji kita. Disinilah menjadi penting bagi kita untuk selalu mengingat betapa nikmat, rezeki dan kesehatan yang selama ini sudah Allah berikan jauh lebih besar ketimbang apa yang kita minta kepada Allah.

Bahkan ada ustadz yang mengingatkan, “Allah mau menunggu tobat kita, kenapa kita gak sabar menunggu Allah kabulkan doa kita. Shalat dan baca Quran baru kemarin, hari ini sudah minta semuanya dikabulkan. Astaghfirullah.”

Ini membawa kita pada bab Quwwatul Iman.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.”

Hadits ini mengandung beberapa perkara besar dan kata-kata yang memiliki arti luas. Di antaranya yaitu menetapkan adanya sifat mahabbah bagi Allâh Azza wa Jalla . Sifat ini terkait dengan orang-orang yang dicintai-Nya dan yang mencintai-Nya. Hadits ini juga menunjukkan bahwa mahabbah Allâh tergantung keinginan dan kehendak-Nya. Kecintaan Allâh kepada makhluk-Nya berbeda-beda, seperti kecintaan-Nya kepada Mukmin yang kuat lebih besar dari kecintaan-Nya kepada Mukmin yang lemah.

Hadits ini juga mencakup aqidah qalbiyyah (keyakinan hati), perkataan, dan perbuatan sebagaimana madzhab ahlus sunnah wal jamaah. Karena iman itu terdiri dari tujuh puluh cabang lebih, yang paling tinggi adalah kalimat LÂ ILÂHA ILLALLÂH, dan yang paling rendah yaitu menyingkirkan suatu yang mengganggu dari jalan. Dan malu itu merupakan cabang dari iman.

Dalam ilmu Tasawuf, rezeki yang paling rendah itu adalah harta. Dan rezeki yang paling tinggi itu adalah Kesehatan. Rezeki paling mulia itu adalah anak-anak yang soleh dan soleha, dan rezeki yang paling patut disyukuri adalah meninggal dengan husnul khatimah. Bagaimana persiapan kita mencapai itu semua?

Seorang hamba membutuhkan kebutuhan dunyawiyyah (keduniaan) sebagaimana dia membutuhkan kebutuhan diniyyah (keagamaan). Kebahagiaan seorang hamba dan kesuksesannya sangat ditentukan oleh semangat dan kesungguhannya dalam melakukan segala yang bermanfaat dalam urusan agama dan dunianya, serta keriusannya dalam memohon pertolongan kepada Allâh Azza wa Jalla . Ketika semua unsur ini sudah terpenuhi, maka itu adalah kesempurnaan baginya dan sebagai tanda kesuksesannya.

Namun, ketika dia meninggalkan salah satu dari tiga perkara ini (bersemangat, bersungguh-sungguh, dan meminta pertolongan Allâh), maka dia akan kehilangan kebaikan seukuran dengan perkara yang ditinggalkannya.

Marilah kita selalu memperkuat diri dengan rajin berkumpul dengan orang soleh, berada dalam majelis ilmu, bersungguh-sungguh dalam pekerjaan dan aktifitas kita dan memiliki kontribusi ke masyarakat agar menjadi manusia yang bermanfaat. Wallahualam

Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinika
“Ya Tuhan Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.”

KUNCI KEBERHASILAN ADALAH PERENCANAAN YANG MATANG

KUNCI KEBERHASILAN ADALAH PERENCANAAN YANG MATANG

Dengan menyiapkan segala sesuatu sejak awal akan mengurangi kemungkinan adanya kesalahan. Plan, Do, Check, Action!. Karena sesuatu yang berhasil tidak datang dengan instan, perlu ketelitian dan kesiapan sejak awal. Itulah kenapa kita selalu perlu melakukan persiapan sebelum eksekusi!.

Victory loves preparation! If you fail to prepare, you are preparing to fail.

#Plan #Action #lawyer  #pengacara #advokat #BPLawyers #SmartLegal #Hukum #Legal #Lawyers

JADI LAWYER HARUS GOOD LOOKING?

JADI LAWYER HARUS GOOD LOOKING?

Penampilan dalam bisnis jasa menjadi sangat penting diperhatikan. Khususnya sebagai lawyer. Karena bisa jadi, pandangan pertama dapat menentukan apakah anda akan menjadi lawyer yang dipilih klien atau tidak.

Disamping itu penampilan kita akan mencerminkan sejauh mana kita menghargai diri kita sendiri.

Klien butuh lawyer yang bisa memberikan percaya diri dan rasa aman. Dengan pembawaan diri yang baik dan penampilan yang menarik, Klien akan menjadi yakin dengan kita. Jadi, mulailah berinvestasi.

#lawyer #good #looking #looks #investasi #klien #pengacara #advokat #BPLawyers #SmartLegal #Hukum #Legal #Lawyers

Bimo Prasetio