by Bimo Prasetio | Dec 3, 2020 | Artikel Lepas

Mejadi lawyer tidak dimulai dengan pekerjaan besar yang kompleks dan rumit. Semuanya dimulai dengan tugas kecil dan sederhana.
Namun, kadang tugas kecil yang sederhana kadang sering disepelekan dan tidak diperhatikan serius. Bila terjadi berulang akan menjadi kebiasaan. Untuk menjadi kebiasaan, setidaknya sesuatu harus dilakukan selama 90 hari secara terus menerus, tanpa terputus.
Hal ini seringkali membuat orang lain tidak akan lagi percaya dalam memberikan penugasan, terlebih penugasan besar. Jadi, jagalah amanah mulai dari tugas yang kecil. Fokus, teliti dan akurat dalam mengerjakannya. Karena sukses tidak dibangun dengan yang mudah, butuh komitmen untuk mencapainya.
#value #lifelesson #learner #selfimprovement #smartpeople
by Bimo Prasetio | Dec 2, 2020 | Artikel Lepas

Seringkali kita merasa kesulitaan mendapatkan klien, customer, supplier, mitra, vendor dan lainnya. Padahal competitor kita atau orang lain mudah saat mendapatkannya.
Saya belajar dari guru saya, jika kita ingin mudah mendapatkan relasi, maka bangun relasi dengan berjejaring atau networking. Dengan begitu, kita akan belajar berkomunikasi, memahami karakter orang lain hingga terbuka jalan untuk menjalin relasi yang lebih luas.
Lalu bagaimana caranya? Cara pertama adalah, kita harus memilih dengan siapa dan dimana kita berjejaring. Pilihlah yang punya value yang baik, pilihlah dimana tempat yang bisa meningkatkan kapasitas diri dan informasi serta bisa menjadi tempat kita belajar.
Untuk itulah, ketika kita berjejaring harus mau berperan, berkontribusi dan menunjukkan support secara aktif dalam jejaring tersebut. Dengan begitu, kita akan diingat orang, diajak bekerjasama, diajak berdiskusi bahkan dibantu ketika kita membutuhkan sesuatu.
Jangan jadi silent reader, penumpang gelap, apalagi benalu. Orang tidak akan simpatik. Raih simpatiknya, ketika sampai di hati, ketulusan akan datang untuk saling menguatkan.
#teamwork #value #peran #aktif #networking
by Bimo Prasetio | Dec 1, 2020 | Artikel Lepas

Seringkali profesi sebagai lawyer dipandang sebelah mata. Hal ini tentu tidak lepas dari citra buruk yang melekat akibat banyaknya praktik ‘kotor’ yang kerap kali dilakukan. Padahal, di sisi lain pekerjaan sebagai lawyer merupakan pekerjaan yang mulia dan bermanfaat, khususnya dalam membantu para pencari keadilan.
Bahkan ada kalimat, “Yang haram aja susah, apalagi yang halal.” Ucapan ini terkesan bercanda, tapi maknanya berbahaya. Jika meyakini hal tersebut, kita tidak percaya Tuhan yang Maha Pemurah akan memberikan rezeki secara adil kepada semua makhluknya. Itu sama saja menafikkan peran Tuhan.
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat. Maka disinilah perannya. Menjadi orang yang selalu dapat memberikan manfaat bagi yang lain.
Sehingga, sebagai lawyer, yakinlan, benefit dan kesejahteraan akan didapatkan seiring dengan manfaat yang kita berikan. Tanpa perlu menggunakan praktik ‘kotor’.
Ah jadi teringat tokoh hukum idola saya, Abdul Rahman Saleh. Beliau pernah menjadi jurnalis, advokat, notaris, Jaksa Agung dan Hakim Agung. Dalam bukunya beliau berujar, “Jangan bersihkan kotoran dengan sapu kotor.” Karena hasilnya tidak akan bersih. Dan jelas tidak akan membawa kebahagiaan.
#lawyer #lawfirm #corporatelaw #bisnis #pengusaha