MEMBACA MERUPAKAN ASUPAN UNTUK MENULIS

MEMBACA MERUPAKAN ASUPAN UNTUK MENULIS

Ini adalah nasihat yang saya dapat ketika awal memulai karir. Karena hampir semua pekerjaan hukum tidak lepas dari urusan menulis dan membaca.

Dan ternyata, menulis adalah sebuah proses yang dimulai dari observasi, mapping issues, riset, barulah menulis. Jadi tidak begitu saja langsung menulis tanpa mengumpulkan informasi, validasi data agar tulisan bernas dan akurat.

Tentunya dalam proses tersebut, membaca sudah pasti jadi bagian di dalamnya. Tanpa input yang baik tidak akan ada output yang baik. Bahkan, membaca akan menambah pembendaharaan kata dan memperkaya tulisan dengan berbagai gaya bahasa.

Membaca juga membawa kita pada berbagai perspektif, sehingga membuka wawasan dan cara pandang kita dalam melihat suatu persoalan.

#Lawyers #legal #value #BPLawyers #lawchool #lawyerslife #lawschoollife

THE CHOICE IS YOURS

THE CHOICE IS YOURS

Teknologi semakin berkembang, manusiapun harus mampu beradaptasi dengan kecanggihan zaman. Di era disrupsi dan inovasi, siapapun yang bergerak lambat maka mereka akan tergerus arus ketertinggalan, bahkan tidak sedikit yang tenggelam atau karam.

Maka dari itu, kita harus terus bergerak mengikuti dinamika agar terus menjadi relevan. Untuk menjadi relevan, maka harus berpikiran terbuka dan mau belajar hal baru.

Banyak lawyer yang sudah berada di zona nyaman dan malas untuk mengikuti tren saat ini. Itu adalah pilihan. Kadang menjadi legend yang dijual adalah ciri khas nya. The choice is yours.

#Teknologi #kecanggihanteknologi #modern #dinamis #era #disrupsi #inovasi #adaptasi

ASPEK HUKUM ADALAH HAL UTAMA

ASPEK HUKUM ADALAH HAL UTAMA

Aspek hukum menjadi salah satu hal utama walaupun bukan menjadi urutan teratas dalam skala prioritas terbentuknya bisnis. Namun, ketika terjadi masalah hukum, bukan hanya timbul kerugian, tapi juga masalah lainnya, mulai dari keluarga, psikologis dan lainnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka perlu diubah paradigma terhadap aspek hukum dalam bisnis. Saatnya menjadikan aspek hukum sebagai investasi jangka panjang dan bukan menganggapnya sebagai pengeluaran/cost.

#aspek #hukum #skalaprioritas #bisnis #pengusaha #masalah #legal

NILAI DIRI SEBAGAI MEDIA EVALUASI

NILAI DIRI SEBAGAI MEDIA EVALUASI

Dulu saya belajar, harus ada alasan yang kuat untuk menjalankan sesuatu. Harus ada Strong WHY yang menjadi dorongan mengerjakan sesuatu agar bisa sukses. Inilah yang menjadi visi kita. Semakin mulia visi kita, akan semakin besar dorongannya.

Ternyata, setelah itu, untuk mencapai visi ini perlu mission statement yang kemudian di-break down menjadi personal task kita. Dan untuk menjalankannya, harus ada nilai diri atau value agar menjadi batasan dan juga prinsip dalam bergerak mencapai visi.

Karena ternyata mudah saja ketika kita mengukur apakah pekerjaan kita ini tuntas dengan baik atau tidak. Ketika mengingkari nilai diri, maka hasilnya tidak akan sesuai. Misalnya, dalam mencapai hasil, saya harus menjalankan dengan penuh kejujuran. Lalu suatu ketika, kita ingin melakukan fund rising yang hasilnya akan dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Saat fund rising itu dilakukan dengan cara curang, membuat campaign berlebihan, bisa jadi manfaatnya tetap dapat dibagikan. Namun dalam hati, akan terasa kegagalan dan bantahan akibat kecurangan yang dilakukan.

Pelanggaran terhadap nilai diri inilah yang menjadi filter bagi diri kita. Untuk menilai, apakah kerja kita ini sudah benar dilakukan untuk mencapai visi kita. Mungkinkah membersihkan kotoran dengan menggunakan sapu kotor?

#value #bisnis #pengusaha #workhard #worksmart

BULLSHIT ITU PASSION

BULLSHIT ITU PASSION

Katanya begitu. Apa benar? Kerap kali kita dengar kutipan “Do What You Love and Love What You Do”. Meski terasa biasa saja karena sering kita dengar, namun hal ini memang benar adanya.

Rasa suka dan antusias terhadap hal yang kita lakukan inilah kemudian dinamakan passion. Dengan passion, maka kita akan cenderung memberikan hal semaksimal yang kita bisa.

Namun, tanpa passion, tidak ada penggerak untuk membuat pekerjaan menjadi masterpiece.

Pengalaman saya bekerja dengan lawyer, jurnalis, pebisnis yang hanya sekedar bekerja untuk menyelesaikan tugasnya, produk yang dihasilkan itu sangat berbeda dengan mereka yang menjalankan sepenuh hati dan meletakkan work ethic dalam pekerjaannya.

Saya jadi teringat almarhum Kobe Bryant yang memulai latihan 4 jam lebih awal ketimbang teman 1 tim nya. Dan ketika dia beraksi, hasilnya menjadi bukti. Itulah kenapa dia sering bersikap tegas dan kadang keras terhadap tim nya, khususnya yang lebih muda dari dia.

Tidak bisa dipungkiri, saat menyematkan semangat dan suka cita dalam pekerjaan, ada motivasi dan dorongan yang bukan uang untuk menyelesaikannya. Rasa puas dan bangga ketika hasil kerja kita bsia mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain.

Selamat membagikan kebahagiaan.
#passion #workhard #worksmart #smartpeople #spirit

Bimo Prasetio