BISNIS YANG MENJADI AMAL KEBAIKAN

BISNIS YANG MENJADI AMAL KEBAIKAN

Pengesampingan dalam kewajiban undang-undang seringkali dilakukan untuk mempercepat proses dengan menggali ‘kreativitas’ untuk ‘melewati’nya. Namun, dengan melakukan penyimpangan prosedural, pengusaha akan menghadapi risiko hukum di kemudian hari.

Oleh karena itu, kami menganjurkan pengaturan manajemen risiko yang lebih terukur dan secara praktis dapat dilakukan. Tentunya dilakukan secara relevan dan time frame yang masuk akal, tanpa mengesampingkan prosedur yang harus dilalui.

Dengan begitu, perusahaan tetap dapat memenuhi kepatuhan formalitas hukum demi menunjang keberlangsungan bisnis.

Jika kita bisnis dengan niat yang lurus dan cara yang benar, maka keuntungan kita tidak sekedar uang tapi juga berupa amal kebaikan.

#Lawyer #Legal #Bisnis #Kebaikan #SmartLegal #Kebaikan #BPLawyers #Ramadhan

THR SUDAH TURUN LALU ?

THR SUDAH TURUN LALU ?

Yes, THR sudah mulai cair. Yang belum semoga pekan ini cair ya. Buat yang bulan ini THR nya belum turun, bersabar karena banyak yang juga mengalaminya.

Rencanakan keuangan dengan baik, susun strategi spending yang baik. Jangan perbanyak beban tapi perbanyak harta dengan aset produktif.

Dengan demikian kekayaan anda malah bertambah. Dengan kekayaan anda bisa berinvestasi, mencukupi kebutuhan keluarga dan bisa optimalkan ibadah serta membantu orang lain.

Tidak usah mudik dulu ya, bersabar. THR nya digunakan dengan bijak. Jangan lupa sisihkan beli emas untuk proteksi kekayaan anda.

Ingat, inflasi itu nyata. Nilai uang akan turun setiap detiknya. Hanya yang memiliki mindset soal kekayaan yang paham dan akan bijak mengelola keuangannya.

Buat pengusaha, anda lebih paham bagaimana cara mengelola sesuai kebutuhan anda. Simpan cash sesuai kebutuhan, tunda investasi yang tidak urgent, belikan emas secara rutin dan biasakan pola hidup hemat.

Semoga puasa jadi momentum yang pas untuk mengevaluasi hal-hal di atas. Jangan tergiur spending barang yang ke depan akan jadi beban ketimbang harta.

Salam hormat,
Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id
Partner BP Lawyers

LEBIH BAHAYA DARI COVID-19

LEBIH BAHAYA DARI COVID-19

Kemarin pagi terkaget karena Macbook tidak bisa di charge, daya tinggal 60%. Belum diketahui apakah karena chargernya rusak atau laptopnya yang bermasalah.

Setelah dicek, googling dan mencoba semua saran, ternyata harus cari bantuan. Karena tak berhasil juga. Padahal jam 9 pagi ada Meeting bulanan kantor dan jam 13.30 terjadwal mengisi kelas kewirausahaan soal leadership.

Beberapa store belum bisa dihubungi dan baru merespon jam 11. Namun waktunya mepet ke store karena persiapan untuk jadwal mengajar.

Semua materi ada di laptop itu, dan laptop yang tersedia tidak mumpuni untuk mendukung aktivitas. Akhirnya mengajar dengan materi insidentil dan Alhamdulillah tetap sesuai kurikulum yang ditetapkan.

Selama 50 hari lebih WFH ini, saya banyak menghabiskan waktu untuk membaca, menulis dan review artikel, ikut webinar serta meeting koordinasi tim kantor dengan zoom atau Hangout. Bahkan grup tilawah pun pake laptop agar lebih nyaman ketimbang HP.

Alhasil selesai mengajar langsung ke service center dan ternyata hanya perlu ganti charger, mayan 1,3juta. Charger rusak karena ada gangguan listrik ketika malam hari hingga merusak komponen dalam charger yang dalam posisi terpasang. Selesai, kembali ON. Alhamdulillah….

Yang saya khawatirkan adalah, menjadi tidak produktif di masa pandemi. Bukan sekedar kerjaan untuk klien atau artikel bakal gak bisa dikerjain, tapi khawatir tidak bisa mengolah otak dan berkreasi agar punya kontribusi.

Di sela pekerjaan, ada pekerjaan sosial mulai dari program JPMI, penyaluran APD, menyusun kurikulum training yang juga bakal terganggu kalau tidak disupport Si Mac. Apalagi data semua di cloud yang akses disitu juga.

In conclussion, menghadapi Covid itu berat. Namun lebih berat saat hidup tidak produktif, tidak berperan dan malah baperan. Karena Allah menilai proses kita bukan hasilnya.

Ramadhan kareem.

Salam produktif!

Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id
Partner BP Lawyers

FLASHBACK DENGAN SYUKUR DAN SABAR

FLASHBACK DENGAN SYUKUR DAN SABAR

Menghadapi pandemi harus diiringi dengan bersyukur dan bersabar. Jadi teringat kembali saat akhir 2012 setelah memutuskan “berpisah” dari partner bisnis, kemudian memulai lembaran baru. Bisnis resto dan gerobakan juga grand closing. Rumah juga belum selesai dibangun. Kondisinya jauh lebih berat dari saat ini.

Allah sudah menuliskan semuanya dalam Lauh mahfudz. Dan pastinya ketetapan Allah adalah yang terbaik.

Ketika itu mulai berkreasi menerapkan ide-ide digital sambil terus silaturahim dan berbagi ilmu. Mobil pun sudah tidak ada, sehingga pinjam dari orang tua.

Namun di saat itulah teman-teman JPMI mendekat dan malah “menjerumuskan” saya untuk menjadi Ketua JPMI DKI Jaya.

Waktu itu sewa kantor 3x4m2 di bawah mesjid. Syukurlah shalat jadi terjaga berjamaah, karena 15 detik sudah sampai di shaf pertama. Sampai mengadakan Kajian siroh di kantor bersama Almarhum Ustadz Hilman Rosyad (Ya Allah kangen sekali dengan beliau) .

Alhamdulillah Allah bukakan jalan hingga bisnis berkembang, tim bertambah, klien bertambah bahkan melahirkan peluang dan bisnis baru.

Namun godaan dunia datang hingga kembali “diingatkan” agar tidak kufur nikmat. Memang diuji dengan kenikmatan itu membuat terlena hingga lalai.

Oleh karena itu menjadi penting untuk terus berkumpul dengan teman-teman yang soleh dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Kini Allah kembali memberikan ujian pada kita semua dengan pandemi disaat Ramadhan yang membawa kita pada suasana puasa dan tilawah. Memang luar biasa cara Allah memberikan kasih sayangNya. Semua berlomba dalam kebaikan dan ketaatan kala ujian datang.

Mari kawan kita berkumpul bersama, saling menguatkan. Bisnis kita jalankan dengan cara Allah, makin yakin dan semangat berjamaah. Kalau sukses dan jadi besar itu bonus, tapi fokus kita tetap jadi orang soleh. Jadikan bisnis sebagai ibadah dan legacy kita untuk generasi penerus. Semoga menjadi amal jariyah.

Salam hormat,

Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id
Partner BP Lawyers

TUGAS KITA BERSYUKUR DAN BERSABAR

TUGAS KITA BERSYUKUR DAN BERSABAR

Tentu banyak hikmah dan pelajaran menghadapi pandemi ini. Pemimpin diuji kepemimpinannya menghadapi krisis. Harus jujur brutal dan bisa mengarahkan tim nya agar tetap memandang positif situasi.

Meyakini bahwa kondisi ini adalah ketetapan Allah. Sehingga kita tetap harus mengucap Alhamdulillah dan bersabar saat keadaan sulit.

Nonton film ini justru banyak istighfar nya ya. Karyawan sudah terlatih menghadapi “pandemi” setiap hari mereka menghadapi boss nya.

Ternyata benar adanya perbedaan Leader dengan Boss itu ????????????

“If you take care of your people, they will take care of your business.”

Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id
Partner BP Lawyers

Bimo Prasetio