EDINBURG – BUKAN CERITA HUKUM (BUCIM) 2

EDINBURG – BUKAN CERITA HUKUM (BUCIM) 2

Tentu masih ingat film Avengers – Infinity War. Ada cerita dimana Vision dan Wanda Maximoff yang sedang berduaan di Skotlandia, bahkan off radar dari Capt America dan personil Avengers lainnya.

Namun Vision tidak bisa menghindar dari kejaran anak buah Thannos yang mengincar mind stone di kepalanya. Pertempuran pun tak terelakkan, lalu datang lah Capt America bersama kompatriot nya membantu Vision dan Wanda.

Nah, lokasi pengambilan gambar tersebut berseting di Edinburg, dekat City Hall. Tapi, ada kisah lain disini yang menjadi inspirasi dari lahirnya karya “The Strange Case of Dr. Jeckyll and Mr. Hyde’. Kisah ini juga diangkat dalam berbagai film, bahkan hingga meluas jadi beraneka versi.

Sang penulis Kisah Dr. Jeckyll dan Mr Hyde ini mendapatkan inspirasi dari perjalanan hidup seorang William Brodie yang memiliki 2 sisi hidup, sebagai penasehat kota, pengusaha dan bangsawan terpandang. Di sisi gelapnya, Brodie memiliki hobi judi, punya 2 wanita simpanan, 5 orang anak, dan seorang inisiator pencurian di Edinburg. Gaya hidupnya yang makin tinggi ini diduga membuatnya melakukan perbuatan kriminal. Hasil kejahatannya digunakan untuk membiayai gaya hidup dan judinya.

Brodie juga dikenal dengan Deacon Brodie. Deacon adalah istilah ketua asosiasi perdagangan di Skotlandia. Dengan posisinya tersebut, dia memiliki kemampuan untuk menggerakkan perdagangan dan kebijakan di kota Edinburg.

Masyarakat memandang Deacon Brodie sebagai seorang Borjuis, pengusaha pembuat furnitur yang terkenal, penasehat pemerintah dan anak dari pengusaha sukses, serta cucu dari lawyer terpandang. Dia juga memiliki keahlian untuk menggandakan kunci, a talented locksmith.

Melalui keahliannya itu, dia memiliki akses ke banyak rumah orang kaya dan mencuri harta mereka di malam hari bersama komplotannya.

Kejahatan terakhirnya yang merupakan kejatuhannya adalah ketika dia berusaha merampok kekayaan pemerintah kerajaan di kantor pemerintahan.

Namun upaya pencurian ini gagal dan komplotannya tertangkap, bahkan mereka membocorkan rahasia keterlibatan Brodie. Akibat kejadian itu, Brodie berusaha kabur ke Belanda dan tertangkap disana.

Kemudian Brodie menjalani persidangan dan menjalani hukuman gantung di hadapan 40.000 orang. Tidak berhenti disitu, dia berupaya menyuap eksekutor hukuman gantung, namun usaha ini sia-sia.

Ironisnya, Brodie dihukum gantung pada sebuah Gibbet (semacam alat untuk hukuman gantung), yang dirancangnya sendiri.

Sebagaimana dikisahkan, split personality atau karakter ganda Brodie dan kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi Robert Louis Stevenson – yang ayahnya pernah membeli furniture ke Brodie – hingga lahirlah maha karya ‘The Strange Case of Dr. Jeckyll and Mr. Hyde’.

Nah, kira-kira kalau di Indonesia yang punya kisah hidup seperti ini siapa ya? Tulis di komentar donk.

Sekian dan terima angpaw eh terima order deh ????

Bimo Prasetio Lawyers
Smart Legal ID

EDINBURG – BUKAN CERITA HUKUM (BUCIM 1)

EDINBURG – BUKAN CERITA HUKUM (BUCIM 1)

Skotlandia terkenal dengan Whisky nya yang kemudian menjadi salah satu komoditas ekspor terbaik di negeri tersebut.

Saat melintasi jalan menuju Grassmarket, Edinburg, kami melewati sebuah pub yang menyediakan bir dan whisky, Maggie Dickson’s. Ternyata ada 1 kisah menarik di balik nama tersebut, tapi bukan soal whisky.

Margaret Dickson adalah seorang warga Edinburg yang selamat dari hukuman gantung pada tahun 1721. Dia dinyatakan bersalah karena menyembunyikan kelahiran atas anaknya, bahkan kemudian menelantarkan anaknya yang masih bayi tersebut hingga meninggal. Selanjutnya, dia membuang anaknya ke sungai.

Akibat perbuatannya, Maggie dihukum gantung. Dan setelah eksekusi hukuman dilakukan, dia dinyatakan telah meninggal. Jasadnya dimasukkan ke dalam peti, lalu keluarganya membawanya ke pemakaman yang berjarak +/- 9,6 Km dari lokasi eksekusi.

Namun ternyata, peti mati yang tipis memberikan celah masuknya udara, selain itu karena goncangan dalam perjalanan, membangunkan Maggie yang sudah dinyatakan meninggal akibat hukuman gantung. Kejadian ini yang disebut Act of God.

Hal ini sangat mengagetkan keluarganya dan akhirnya tersiar luas berita ini. Tapi apa boleh buat, Maggie sudah menjalani persidangan bahkan sudah menjalani hukuman gantung. Sehingga, aparat hukum tidak bisa lagi menghukum Maggie atas perbuatan yang sudah dijatuhi hukuman sebelumnya.

Di Indonesia hal ini dikenal dengan Nebis in idem (hukuman ganda) atau yang dikenal juga dengan Double Jeopardy. Seseorang tidak bisa dikenakan sanksi atas perbuatan yang sama.

Simak juga film Double Jeopardy yang dibintangi oleh Ashley Judd dan Tommy Lee Jones, yang film ini cukup keren. Cerita tentang suami yang menjebak istrinya atas pembunuhan dirinya, kemudian sang suami merekayasa kematiannya agar mendapatkan uang asuransi dengan memalsukan identitasnya. Lalu sang suami melanjutkan hidupnya dengan wanita lain, bahkan menghilangkan jejak keberadaan anak mereka.

Kembali soal Maggie, atas kejadian kebangkitan dari kematiannya, Maggie dapat melenggang untuk melanjutkan hidupnya. Dia kemudian mendapat sebutan Half Hanged Maggie. Namanya diabadikan sebagai nama pub yang ada di gambar.

Bahkan ada guyonan kalau ada orang yang akan menjalani hukuman gantung, Maggie akan mengatakan, “Tenang saja, itu gak seburuk yang kamu kira kok.” (Don’t worry, it is not that bad).

Ok, lanjut jalan lagi ya. Sekian dan terima klien ????????

Di suhu 3 derajat, sudut kota Edinburg.

Bimo Prasetio Lawyers
BP Lawyers Counselors at Law

Bimo Prasetio