Ada yang berdebat, ada yang bilang hanya berargumen. Namun yang ingin dicari sebenarnya siapa yang benar atau kebenarannya ya?
Bangsa ini perlu pemimpin yang elegan, rendah hati dan bersikap kesatria yang mau mengesampingkan ego nya untuk kepentingan lebih besar, bangsa Indonesia.
Saya tidak setuju sebenarnya dengan debat Capres. Saya lebih setuju jika dibuat semacam talk show dan berdiskusi saja untuk penyampaian pendapat dan mencari solusi bangsa.
Nantinya rakyat juga dapat memilih kandidat berdasarkan pendapat yang disampaikan, bagaimana etika, tata krama, struktur pemikiran, cara berbicara dan seterusnya. Tanpa perlu saling menjatuhkan, menyalahkan satu sama lain. Berdiskusi Insya Allah akan lebih sejuk.
Ah, andai saja semua elemen benar-benar punya common enemies atau musuh bersama, sehingga mereka bersatu untuk kepentingan yang sama, Indonesia. Apakah harus dihadirkan Thannos agar menjadi Avengers? ????
Tetap mendukung dan terus mendoakan, semoga Indonesia tetap jaya, dilimpahi keberkahan, damai, tentram dan sejahterah.
Masih ingat kisah nenek Saulina, 92 tahun yang divonis hukuman 44 hari penjara setelah terbukti menebang pohon durian milik kerabatnya.
Lalu ada juga nenek Minah, 55 tahun yang dihukum selama 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan. Dia dinyatakan bersalah karena memetik 3 buah kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan.
Tak lupa kisah mantri di Samarinda yang dipidana akibat membantu orang, tapi dianggap salah karena bukan dokter. Dia dihukum berdasarkan UU Kesehatan.
Banyak teman-teman UMKM yang terkena jerat hukum karena mereka tidak menyadari kewajiban yang harus dipenuhinya. Lalu jadi korban “oknum” penegak hukum, dimintai uang kalau ingin kasusnya selesai.
Ada juga seorang suami yang habis harta kekayaannya karena “dikerjain” partner bisnisnya. Alhasil keluarganya hidup susah.
Pernah ditemukan seorang ibu yang jadi bulan-bulanan mantan menantu dan pengacara akibat tidak tahu dokumen yang ditandatanganinya.
Kita pernah dengar juga ada pemuka agama yang diserang dengan berbagai argumen pelanggaran hukum, saat sedang berusaha membangun ekonomi ummat melalui jalan perniagaan.
Bahkan ada investor yang berbaik hati ke Indonesia membuka peluang bisnis, akhirnya habis ditipu oleh mitra lokalnya hingga belasan milyar.
Benang merah dari semua kisah diatas adalah, karena mereka tidak tahu soal hukum, mereka tidak tahu kemana harus mendapatkan informasi soal hukum dan siapa yang dapat membantu mereka.
Oleh karena itu, 2019 ini kami berkomitmen untuk bisa memberikan akses hukum kepada masyarakat luas dengan lebih mudah. Buta hukum harus diberantas.
Seharusnya hukum mudah ditemukan, mudah dipahami dan harus mudah diaksesnya. Mulai dari aspek hukum keseharian, bisnis, hal aktual hingga asoek hukum keluarga yang selalu ada di sekeliling kita.
Itulah kenapa kami sediakan artikel, infografis dan video tentang berbagai topik soal hukum yang dekat dengan isu terkini dan banyak dicari.
Malu bertanya sesat di hukum. Lalu kemana jika ingin bertanya?
Derrick Rose atau biasa dipanggil D-Rose adalah pemain basket NBA untuk Minnesota Timberwolves. Masuk ke NBA tahun 2008 bermain di Chicago Bulls, dan menjadi pemain debutan terbaik (Rookie of the Year).
Tahun 2011 di usia 22 tahun, dia menjadi pemain terbaik atau MVP (Most Valueable Player) termuda di NBA. Permainannya sangat eksplosif dengan killer cossover dan speed yang luar biasa. Adidas bahkan mengontrak mahal dan membuat signature shoes untuk D-Rose.
Namun setelah musim MVP nya, dia mengalami cedera panjang yang mengakibatkan Rose tidak dapat bermain sepanjang musim musim 2012-2013. Pada musim selanjutnya dia kembali bermain, sayangnya dia kembali cedera panjang. Hingga 2017, Rose berpindah klub mulai New York Knicks, lalu Cleveland Cavaliers dan “dibuang” ke Utah Jazz. Oleh Jazz, dia bahkan tidak mendapat kesempatan dan langsung dicoret dari daftar pemain. Alhasil dia jobless. Syukurlah di bulan berikutnya Minnesota Timberwolves merekrutnya.
Banyak orang dan bahkan media sudah memvonis Rose tidak akan benar benar pulih dari cederanya, dia dinilai “selesai”. Data statistik permainannya menurun drastis dari masa MVP nya. Permainannya tidak memberikan kontribusi signifikan pada tim nya.
Namun D-Rose terus bekerja keras dan berusaha bangkit dari masa sulitnya.
Butuh 6 tahun untuk memberikan pembuktian terhadap hasil nyata kerja kerasnya. 9 bulan setelah dibuang oleh Utah Jazz, D-Rose memberikan penampilan luar biasa, mencetak 50 point dalam 1 game dan mengantar tim nya mengalahkan Utah Jazz. Heroik sekali, semua bersorak, bahkan D-Rose pun menangis penuh haru bahagia. Semua rasa bercampur aduk.
Di usia nya 30 tahun ini (usia yang tidak mudah bagi atlet), dia membuktikan bahwa tidak ada kata menyerah dalam perjuangan. Fokus pada tujuan, terus berbaik sangka dan berdamai dengan masa lalu.
Di klub nya D-Rose bukan pemain utama (starters), dia merupakan pemain cadangan. Namun prestasi dan torehan 18 point/game musim ini dan semangatnya bangkit dari keterpurukan memberikan inspirasi pada banyak orang, termasuk fans.
Hal ini terbukti bahwa banyak fans yang merekomendasikan namanya masuk dalam starting line up perhelatan NBA All Stars Game 2019 di Charlote. Pencapaian sejauh ini sangat mengejutkan, karena biasanya pemain inti yang dipilih bukan pemain cadangan. Apalagi raihan 18 poin/game bukan sesuatu yang luar biasa untuk ukuran seorang pemain all stars saat ini di wilayah Barat. Saya pun berharap dia dapat terpilih.
Yang unik, D-Rose tidak punya akun IG dan posting tentang dirinya. Banyak akun tentang aksinya justru dibuat oleh para fans. Pribadi yang sederhana, rendah hati dan dicintai fans nya.
Banyak kisah para mantan pemain top NBA yang berakhir tragis akibat cedera yang dideranya, mulai dari kebangkrutan, kekerasan, narkoba dan lainnya. Tidak semuanya berakhir indah.
Semoga kisah Derrick Rose ini bisa memberikan inspirasi bahwa seberapapun kita jatuh, bangkit dan gagal, kita harus yakin untuk terus bangkit. Diri kita sendiri yang harus optimis untuk bangkit dari keterpurukan. Fokus pada tujuan, bukan kompetitor atau apa kata orang.
Selamat berakhir pekan dan mengumpulkan energi untuk terus bersemangat.
2013 adalah masa bersejarah bagi Smart Legal ID. Semua dimulai ketika membangun kantor hukum Smart Attorneys at Law dengan 3 orang tim, sambil melakukan kampanye UKM Melek Hukum melalui web legal4ukm.com.
Hanya ada 2 klien saat itu, akhirnya banyak menulis artikel yang bermanfaat untuk pembaca dan menceritakan pengalaman kami dalam menangani project dan perkara hukum melalui blog strategihukum.net.
Dari banyak menulis ini lah kemudian banyak undangan mengisi seminar dan workshop. Fokus pada edukasi dan advokasi.
Saat itu kami juga mulai belajar branding, marketing, segmenting market agar bisa mendapatkan project yang lebih besar dan menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks.
Kami bekerja di bawah ruangan mesjid dan meminjam alamat kantor guru saya sebagai virtual office.
Time flies, here we are now. Bersyukur atas semua yang terjadi, good and bad times, lalu mengambil hikmahnya. Menikmati proses hingga kini. Dinamika dan tantangan makin naik temponya. Namun fokusnya tetap sama, memberikan solusi yang terbaik dan berusaha terus bermanfaat.