TDA Bersama Lombok

TDA Bersama Lombok

Gempa Lombok ini bukan meruntuhkan rumah tapi meruntuhkan kemanusiaan. Hingga 6 bulan ke depan belum tentu mereka bisa pulih dan mandiri.

Saat ini hunian, sanitasi dan MCK menjadi prioritas. Suhu disana bisa mencapai 40 derajat. Gizi buruk mulai mengancam…

photo_2018-09-22_20-19-54

Kita perlu Aksi yang cepat.
Kita harus tanggap terhadap kesusahan dan kegigihan mereka untuk bangkit.

Jika pemerintah menilai ini bukan bencana nasional, maka kita harus menjadikan ini sebagai gerakan sosial untuk kemanusiaan. Stop teriak meminta bencana nasional, saatnya berperan untuk Lombok, untuk Indonesia!!

TDA bekerjasama dengan ACT akan bersama membangun kehidupan Lombok dengan mendirikan Intergrated Community Shelter (ICS) yang terdiri dari hunian, masjid, sekolah, MCK sehingga mereka mampu kembali seperti sedia kala, dan juga kita akan Membangkitkan kemandirian masyarakat Lombok dengan memberikan modal usaha dan pendampingan bagi para petani, pedagang dan profesi lain agar mereka bisa melanjutkan kehidupannya.

photo_2018-09-22_20-19-59

Lombok tidak bisa sendiri, ini panggilan, “TDA bersama Lombok!!! “

Bisa jadi mereka bukan konsumenmu
Bisa jadi mereka bukan saudaramu
Namun yang pasti doa mereka akan selalu ada untukmu….

photo_2018-09-22_20-19-52

Wujudkan aksimu sekarang!
Kita Bersama Lombok!

Scale Up Your Humanity

Rek BSM 7110040908 a.n Komunitas Tangan Di Atas

Bimo Prasetio
Pelayan TDA 5.1

#ScaleUpSpirit
#Berbagi
#TDAValues
#TDABanget

Menerapkan Nilai Dalam Menyusun Strategi Hukum

Menerapkan Nilai Dalam Menyusun Strategi Hukum

Kemarin sore kami mencoba resto baru di dekat kantor sambil membahas perkara litigasi yang sedang kami tangani.

Membahas pekerjaan dalam forum informal dan santai tetap produktif. Justru meja makan ini membuat suasana cair, tanpa sekat dan egaliter. Ingat, tidak jalan logika tanpa logistik (baca: gak bisa mikir kalo belum makan) ????

Yang menarik dalam diskusi kemarin adalah bagaimana para lawyers memperhatikan nilai (value) dalam menyusun strategi hukum dalam perkara yang dihadapi. Bahasa mereka, mana yang lebih kecil mudhorot nya.

photo_2018-09-10_09-09-50

Jangan sampai untuk mencari kemenangan, lantas kami mengorbankan integritas. Dengan analisis SWOT, kami melihat apa yang akan dilakukan oleh lawan dan apa yang dapat kami tempuh.

Dalam perkara perdata, siapa yang mendalilkan maka harus membuktikannya. Oleh karenanya, kami fokus pada kekuatan yang ada dan membangun pondasi mengenai motif yang dibangun oleh lawan. Apa yang menjadi WHY mereka dalam mengajukan gugatan. Apa yang memotivasi mereka untuk memenangkan perkara. Setelah itu barulah membangun argumen positif untuk memberikan persepsi kepada majelis hakim bahwa klien kami memiliki posisi hukum yang benar.

Saat merasa bahwa lawan memiliki posisi lebih kuat, maka kita harus memahami juga bahwa tidak semua opininya memiliki dasar hukum yang kuat serta bukti yang mendukungnya. Apakah tuntutan mereka (petitum) didasarkan pada fakta dan argumen dalam posita yang relevan. Jika tidak, maka mereka sedang membangun kasus dengan pondasi yang lemah. Percayalah lawan juga punya kelemahan, hanya kita perlu memahaminya lebih baik.

Plan Do Check Action. Pemetaan masalah dan kekuatan ini menjadi kunci agar bisa menentukan aksi yang akan dijalankan.

Let’s do the best and let God do the rest

“Delivering legal solution with values”

BP Lawyers Counselors at Law member of
Smart Legal Network

Mengajar Untuk Terus Belajar

Mengajar Untuk Terus Belajar

2 tahun terakhir ini saya mendapat amanah di Komunitas Wirausaha Tangan Di Atas (TDA), sebagai pengurus pusat. Salah satu kampanye yang saya lakukan adalah agar pengusaha melek hukum untuk menghindari masalah hukum dan mengembangkan bisnisnya.

Edukasi dan advokasi kepada UKM agar melek hukum ini terus berlanjut. Hingga materi yang saya buat mulai dari komik, infografis, video grafis hingga ebook. Materi hukum dinilai berat, makanya saya harus lebih kreatif menyampaikannya agar mudah dipahami dan tidak membosankan.

photo_2018-07-24_09-57-57

Sejatinya, semakin kita mengajar maka akan semakin belajar. Karena agar materi belajar makin relevan, maka menjadi keharusan untuk terus update ilmu, membaca perkembangan, tren, apa yang sedang dibicarakan dalam industri.

Selain itu saya pernah belajar, hidup itu setiap harinya harus bertumbuh dan berbagi. Jika tidak bisa keduanya, minimal salah satu.

photo_2018-09-06_08-28-11

Forum seperti inilah yang membuat saya belajar agar terus menjadi relevan. Agar ilmu yang diberikan menjadi bermanfaat. TDA memberikan kesempatan untuk itu. Terima kasih TDA.

Salam hormat,
Bimo Prasetio
Founder Smart Legal Network

Bimo Prasetio