Kenapa Bisnis Harus Dibangun Dengan Values?

Kenapa Bisnis Harus Dibangun Dengan Values?

Saat ditanya soal bagaimana membangun tim bisnis yang membahagiakan, saya selalu ingat pelajaran berharga dari Coach Getty. Value, People, Process.

Sebelum beranjak ke hal lain, soal values ini harus beres dulu. Values apa yang akan kita kembangkan untuk menumbuhkan bisnis kita dan menjawab values customers?

WhatsApp Image 2018-04-24 at 7.28.35 PM

Banyak yang merasa bisnis tidak tumbuh, karyawan bolak balik resign, under performance, lalu mulai saling menyalahkan dan langsung ke What dan HOW nya. Urusan teknis yang jadi kambing hitam.

Padahal persoalan timbul karena belum ada nilai inti atau values yang dibangun. Dan value ini harus diterapkan oleh leader nya dulu sebelum diterapkan ke tim nya. Karena jika tidak, tim kita merasa leader nya abuse, semena-mena dan tidak punya komitmen.

WhatsApp Image 2018-04-24 at 7.28.34 PM

Kalau meyakini bahwa nilai berbagi itu penting, maka sang leader harus memulainya dulu. Jika ingin agar responsif dalam melayani pelanggan, maka sang leader harus responsif terhadap tim nya.

Selanjutnya, dengan values yang menjadi budaya di perusahaan, karakter manusia juga perlu diperhatikan, challenge agar bisa menjadi pribadi lebih baik. Alihkan negative attitude menjadi positive attitude. Sehingga, tim kita akan tumbuh dengan karakter solutif. Jika semua tim kita sudah memiliki ownership dalam bisnis, Insya Allah semua stakeholders akan tumbuh bersama.

Kini, soal rekrutmen menjadi perhatian. Jika tidak selaras values nya, nantinya akan timbul masalah di tim. Maka dari itu perlu penyelarasan nilai, dan kita harus kejam dengan values ini. Lebih baik bersabar merekrut, ketimbang buru-buru dan dapat SDM yang karakter dan nilai diri nya tidak bisa diselaraskan. Bagaimana dengan anda?

#CatatanRingan
#Values
#Bisnis
#Team

Smart Legal Network

A Leader is A Reader

A Leader is A Reader

Tahun ini punya target harus bisa selesai baca 1 buku sebulan. Eh ternyata itu culun banget, karena koentji pengetahuan para entrepreneur sukses adalah membaca. Entah kenapa dan sejak kapan kebiasaan membaca buku ini mulai menurun waktunya dan tumpukan buku yang belum dibaca jadi makin tinggi ????????

Coba simak di video ini: https://youtu.be/c9F5kMUfFKk

Bill Gates, Warren Buffet dll punya rutinitas baca koran dan buku dengan waktu 5-6 jam/hari. Ya mereka investasi pada waktu. Begitu juga Sam DK dan Mas Andy yang kuat juga baca bukunya. #SahabatDKP

Dalam video itu diberikan tips menyelesaikan 1 buku/hari. Beberapa tips nya adalah mencari referensi pendapat/ide si author di Youtube atau TED, lalu cari chapter yang kita ingin tahu. Juga dikatakan fokus pada kata inti atau “strong words” dalam 1 kalimat. Memberikan highlight juga termasuk salah 1 tipsnya. Jadi ingat pernah beli buku soal speed reading ????

So guys, walau sudah masuk ke era digital dan banyak video yang secara visual dinilai sangat memudahkan, tapi kenikmatan dan kebutuhan membaca buku itu belum tergantikan. Buat yg kuat baca Ebook lewat kinddle atau lainnya jelas lebih memudahkan ketimbang menenteng buku kemana-mana.

photo_2018-04-09_09-27-54

Era Twitter dan sosmed kabarnya membuat kebiasaan membaca makin instant dan terbiasa membaca informasi pendek. Jadi salah satu faktornya karena perubahan perilaku ini. Bahkan banyak blogger yang tadinya nulis panjang jadi nulis pendek dan berseri.

Kabar baiknya, konon gugel pun melihat tulisan panjang yang disukai orang jadi lebih layak untuk disundul ke halaman 1. Karena dinilai lebih humanis dan pastinya membuat orang lama di web tersebut kan…

Waktunya berbenah dan berubah.
Gak boleh malas!
Change or die! *keplak diri sendiri

Well, a leader is a reader. You are what you read.
Sudah siap baca buku apa hari ini?

Happy reading guys!

#ScaleUpSpirit
#GetUpSpeesUpScaleUp
#TanganDiAtas

Bimo Prasetio