“Di share sama temen gw karena gw jualan, buat temen2 UMKM yang jualan frozen food ada yang ngalamin gini juga? Gw lagi nanya ini cerita awalnya gimana …, Tapi kalo sampe di polisiin hanya karena ga ada BPOM / PIRT ya piye,” kata seorang warganet yang mencuit dengan nama akun @ac******* diunggah pada, Jumat (14/10/2021).
Media sosial Twitter dihebohkan dengan curhatan salah satu warganet yang membagikan cerita seorang pelaku usaha UMKM makanan beku (frozen food) yang terancam dipenjara hingga didenda sebesar Rp 4 M karena tidak memiliki izin edar, PIRT atau BPOM!!
Pihaknya terancam pidana penjara atau denda Rp 4 M karena menjual makanan beku. Dia pun memenuhi undangan klarifikasi ke pihak berwenang. Namun, saat tiba di lokasi ada banyak orang dengan kasus serupa diantaranya penjual bubuk cabe, mie beku, dan kopi bubuk.
BPOM akhirnya menjawab bahwa tidak semua pangan olahan harus memiliki izin edar. Namun usianya harus di bawah 7 hari atau produk yang dijual made by order (pesanan) yang tidak didistribusikan secara luas.
Kita harus pahami, BPOM adalah perwakilan negara yang punya kepentingan untuk menjaga keamanan distribusi pangan di Indonesia. Tujuannya agar jangan sampai ada masyarakat yang sakit, keracunan bahkan sampai timbul kematian.
Semuanya diatur jelas di UU Pangan. Makanya BPOM bisa intervensi kalau ada pangan olahan yang tidak memenuhi syarat izin edar ketika mendistribusikan produknya.
Memang di masa sulit, banyak UKM yang berusaha bertahan dan mencari peluang di bisnis ini. Namun di sisi lain, negara juga punya peran untuk mencegah ada korban. Llau bagaimana?
Jika belum ada infrastruktur produksi untuk keperluan mengurus izin edar, maka dapat dibuat Kerjasama dengan produsen lainnya. Atau fokus di distribusi saja sementara dengan menjual produk orang lain yang sudah memiliki izin.
Saya sedang membangun komunikasi dengan BPOM dan juga berkordinasi dengan penggerak wirausaha untuk melakukan edukasi dan advokasi soal ini. Pantau IG saya untuk dapat update nya ya.






0 Comments