KRITIK BOLEH. ETIKA JANGAN LUPA, YA! (PELAJARAN DARI ES TEH INDONESIA)

Oct 5, 2022

Es Teh Indonesia melayangkan somasi usai salah satu produk minumannya mendapat kritik dari pelanggan. Dikatakan produk minuman tersebut memiliki rasa yang terlalu manis.

Perusahaan pimpinan Nagita Slavina tersebut menganggap protes yang disampaikan melalui media sosial oleh akun Twitter @Gandhoyy dengan nama asli Gandhi tersebut tidak pantas. Es Teh Indonesia tidak terima dengan adanya kata-kata “hewan” dalam cuitan Gandhi. Somasi pun dilayangkan kepada Gandhi dan memintanya untuk menghapus unggahannya dalam waktu 2×24 jam.

Usai menerima somasi pelanggan, Gandhi kemudian meminta maaf dan menghapus unggahannya. Ia mengaku telah mencela produk Es Teh Indonesia hingga menyebabkan kerugian. Sebenarnya, bagaimana sih memberikan kritik yang baik agar terhindar dari somasi? Tenang. Kritik dari konsumen dilindungi UU, kok!

Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan kritik. Pertama, dalam memberikan kritik konsumen harus menyertakan data dan fakta yang benar. Kedua, kurangi atau hilangkan kata-kata yang sifatnya emosional, umpatan, dan jangan lakukan serangan pribadi dengan perkataan yang tidak perlu.

Sekarang sudah tahu kan kalau menyampaikan kritik itu boleh? Tetapi jangan lupa disampaikan dengan cara yang baik, ya!

Info bermanfaat kayak gini jangan cuma dianggurin. Jangan lupa like dan share biar yang lain juga #JadiNgerti!

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio