Setelah Indosat dan 3, kini rencana merger operator telekomunikasi kembali berhembus antara XL dan Smartfren. Bagi konsumen, persaingan yg sehat tentu akan memberikan peningkatan layanan. Di sisi lain, bagi investor saham melihat potensi cuan dalam proses merger tersebut.
Isu merger sejatinya sudah muncul sejak tahun lalu. Namun, kala itu tidak terjadi kesepakatan karena perbedaan valuasi. Kabar merger kembali muncul setelah melihat komitmen para pemegang saham Indosat dan 3 untuk mengendalikan entitas hasil merger.
Bagi sektor telekomunikasi, merger dapat berdampak positif dan merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan daya saing untuk menandingi raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel.
Sedikit mengulas kembali mengenai raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel yang pada tahun 2007 lalu terbukti dinyatakan bersalah akibat melakukan kartel tarif SMS antar sesama operator, pada kasus lainnya, KPPU juga menyatakan Telkomsel bersalah karena melakukan monopoli atas jasa telepon seluler.
Namun, meski terbukti melakukan penetapan harga eksesif, hingga kini Telkomsel masih menjadi market leader pada seketor telekomunikasi.
Akankah rencana merger antara XL dan Smartfren ini akan memperkuat posisi keduanya dalam persaingan sektor telekomunikasi? Nah Sobat BP bagaimana layanan provider seluler sejauh ini, pilih yg harga lebih tinggi dengan layanan terbaik atau harga paling murah?






0 Comments