DISUNTIK 300M, SEKARANG GULUNG TIKAR (ULASAN KASUS PAILIT FABELIO)

Oct 14, 2022

Fabelio berdiri sejak tahun 2015. Perusahaan startup ini bergerak di bidang furniture dan interior yang menyediakan produk dengan desain modern dan harga terjangkau.

Berdasarkan catatan Tech in Asia, Fabelio berhasil menghimpun dana US$20 juta (sekitar Rp 300 miliar) dari beberapa investor di antaranya seperti:

  • MDI Ventures
  • AppWorks
  • Endeavour Catalyst

Nasib sial pun datang. Saat pandemi Covid-19 meningkat, tingkat penjualan furniture Fabelio justru menurun drastis. 

Fabelio juga harus menanggung biaya operasional dan gaji 400 orang karyawannya. Kondisi ini juga diperparah dengan belum turunnya dana dari investor.

Akhirnya, Fabelio digugat oleh salah satu kreditur yang merasa dirugikan akibat kewajiban yang belum dipenuhi. Melalui media cetak Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan startup Fabelio pailit pada 5 Oktober 2022.

Sudah saatnya Startup melupakan strategi bakar uang dan berorientasi cetak profit secara organik, apalagi dalam era disrupsi yang berjalan dinamis. Hal ini telah dibuktikan oleh PT. Kirim Email Indonesia dan Zenius yang sukses meraup profit tanpa harus buang-buang uang.

Bagaimana tanggapan Anda dengan pailitnya startup Fabelio? Setelah #JadiNgerti kasus ini, yuk tinggalkan opini di kolom komentar!

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio