Akun Terindikasi Dibobol, Pengguna Shopee Ini Dapat Tagihan Hingga Rp15 Juta

Dec 15, 2022

Baru-baru ini, kejadian kurang enak menimpa salah satu konsumen pengguna aplikasi e-commerce Shopee. Dalam unggahan TikTok @swargalokaart17, korban menuturkan nasib apes yang menimpanya itu terjadi pada 25 November 2022. Ia menerima informasi dari Shopee berupa tagihan paylater sebesar 15 juta rupiah. Sontak ia mengaku sangat kaget dengan tagihan sebesar itu, padahal ia tidak pernah belanja hingga jutaan rupiah serta tidak menggunakan layanan paylater.

Akhirnya ia melayangkan klarifikasi sekaligus aduan ke pihak Shopee bahwa dirinya tidak pernah melakukan transaksi dengan nominal tersebut dan berharap bisa terbebas dari tagihan. Namun, setelah dilakukan pengecekan pihak Shopee memutuskan agar korban tetap membayar tagihan sebesar 15 juta rupiah.

Waduh! Kejanggalan apa yang terjadi dalam kasus ini? Apakah ada kemungkinan akun korban digunakan secara ilegal oleh orang lain?

Restia Moegiono, seorang praktisi keamanan siber menerangkan hal tersebut bisa terjadi disebabkan adanya kemungkinan masalah pada sistem keamanan di dalam smartphone yang digunakan oleh korban. Untuk mendapatkan bukti-buktinya bisa dicari melalui digital forensic.

Hal lain yang bisa dilakukan, pengguna layanan bisa menghubungi pihak e-commerce agar akunnya di-banned untuk sementara waktu jika mengetahui bahwa akunnya diretas oleh orang lain untuk penipuan atau tindakan merugikan lainnya. Kemudian pengguna dapat membuat akun baru sebab ada kemungkinan pelaku akan menggunakan user yang sama dalam melakukan transaksi tanpa disadari korban.

Oleh karena itu, masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya Cyber Security Awareness, yakni sebuah pemahaman keamanan dalam penggunaan internet. Kesadaran akan hal ini merupakan tindakan preventif yang diperlukan bagi seluruh pengguna teknologi dan jaringan internet untuk meminimalisir potensi kejahatan maupun serangan siber. 

Cyber security awareness juga akan membawa pemahaman bahwa siapapun berpotensi menjadi korban dalam kejahatan siber sehingga masyarakat bisa lebih waspada terhadap berbagai teknik penipuan dan juga kerentanan dari berbagai aspek.

Tentu, kesadaran akan cyber security bisa berdampak pada keamanan data pribadi kita.

Selanjutnya, bagaimana langkah mitigasi dan tindakan praktis yang bisa kita lakukan agar bisa terhindar dari kejahatan siber?

  • Gunakan antivirus
  • Jangan install aplikasi sembarangan yang berpotensi malware
  • Hindari klik link sembarangan
  • Jangan pakai WiFi publik pada saat melakukan transaksi

Wah, adakah  yang sudah menerapkan cyber security awareness dalam menggunakan internet dan media sosial?

Biar yang lain #JadiNgerti yuk sharing di kolom komentar!

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio