Piala Dunia 2022 resmi bergulir pada 20 November hingga 18 Desember 2022 di Qatar. Ajang empat tahunan ini merupakan momentum bersejarah bagi Qatar dan Timur Tengah karena kali pertama menjadi penyelenggara turnamen bergengsi tersebut. Sebagai tuan rumah Qatar disebut-sebut menggelontorkan dana ratusan miliar dollar AS untuk menyiapkan segala infrastruktur dan akomodasi gelaran piala dunia.
Apa saja fakta yang tersaji di balik gebyar Piala Dunia 2022 di Qatar?
Pengeluaran Anggaran Fantastis
Qatar menjadi negara penyelenggara Piala Dunia dengan biaya termahal! Dananya sungguh fantastis, yakni menghabiskan lebih dari 220 miliar dollar AS atau sekitar 3.400 triliun rupiah. Anggaran tersebut disiapkan untuk membangun hotel, bandara, stadion, dan fasilitas pendukung lainnya. Bahkan 7 dari 8 stadion yang menjadi venue pertandingan dibangun dari nol. Biaya pembangunan dilaporkan mencapai 6,5 hingga 10 miliar dollar AS.
Akomodasi Yang Melimpah
Selain infrastruktur, penyediaan akomodasi oleh pemerintah Qatar juga tak kalah fantastis. Terdapat 30 ribu kamar hotel yang 80 persennya untuk pemain, ofisial, wasit, media, dan tamu resmi FIFA. Ada juga sebanyak 69 ribu kamar nonhotel, vila, dan apartemen serta 100 ribu kamar tambahan untuk jutaan orang yang menyaksikan pertandingan Piala Dunia secara langsung.
Pemerintah Qatar menyebutkan jika proyek pembangunan fantastis ini tidak hanya untuk keperluan Piala Dunia semata. Menurut mereka hal ini merupakan investasi publik bersifat jangka panjang yang bisa menjadi katalisator pertumbuhan pariwisata, inovasi, dan solusi infrastruktur negara. Momentum ini juga menjadi proyek Visi Qatar 2030.
Keuntungan Finansial
Antusiasme jutaan penggemar sepakbola dalam gelaran Piala Dunia 2022 tentunya turut meningkatkan peluang pendapatan Qatar yang diprediksi mencapai 59 triliun rupiah pada akhir tahun ini. Pendapatan tersebut berasal dari biaya belanja yang dikeluarkan oleh wisatawan di Timur Tengah, meliputi perhotelan, makanan, minuman, merchandise hingga pakaian.
Jika ditaksir, pendapatan yang diperoleh Qatar tidak akan sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dikeluarkan. Bahkan bisa dikatakan merugi. Namun, publisitas Piala Dunia 2022 akan memberikan keuntungan bagi Qatar secara jangka panjang. Hal yang bisa diharapkan tentu pada bidang pariwisata, investasi, dan bisnis karena dunia telah mengetahui kemajuan infrastruktur Qatar.
Wah, apakah ini bisa disebut strategi “bakar uang” Qatar untuk keuntungan jangka panjang ya?
Yuk, sharing opinimu tentang Piala Dunia kali ini biar yang lain juga #JadiNgerti!






0 Comments