Pada April 2022, Elon Musk menandatangani perjanjian akuisisi yang mengikat dengan Twitter senilai USD 44 miliar
Namun Elon membatalkan rencana tsb, karena Twitter dinilai tidak memenuhi kesepakatan dalam menyajikan data sebenarnya soal spams dan BOT. Hal Ini berpengaruh pada nilai yang berbeda dengan valuasi twitter sebenarnya.
Twitter turut mempermasalahkan cara Musk dalam menuduh perusahaan melanggar perjanjian akuisisi, termasuk klaim bahwa media sosial tersebut melanggar kesepakatan dengan melepaskan dua eksekutif senior bulan lalu.
Twitter sudah menunjuk law firm terbesar di AS dan akan “memaksa” Elon Musk untuk melanjutkan transaksi melalui perintah pengadilan.
Biar #JadiNgerti berita terupdate, jangan lupa follow @bimoprasetio ya!






0 Comments