MASUK JAJARAN CHINEXT, STARTUP INI BERAKHIR BANGKRUT

Jul 1, 2022

Masa kejayaan LeEco sebagai startup sukses terjadi di tahun 2015. Dimana saat itu mereka berhasil meraup pendapatan sebesar 13 miliar yuan, dengan keuntungan 573 yuan.

Namun belakangan terkuak jika pendiri LeEco terlilit hutang RMB 16,8 miliar. Anak usaha LeEco juga terlilit hutang dan mengalami kerugian jutaan dolar.

Menurut berbagai pihak, kejadian ini disebabkan oleh ekspansi bisnis yang dilakukan LeEco terlalu cepat. 

Perusahaan memang menikmati keuntungan 2 digit selama 5 tahun, namun sebagian besar anak perusahaannya tidak melaporkan kinerja keuangan.

Dilansir Endgadget, LeEco menerapkan sistem perpindahan kas sebagai salah satu cara untuk menutupi kerugian. Perusahaan tersebut juga menyalahgunakan modal untuk menutupi hutang.

Tantangan bagi startup ketika sudah mendapatkan pendanaan untuk membuktikan model bisnisnya proven dan profit. Permainan di laporan keuangan tidak akan menyelamatkan perusahaan.

Konten bagus seperti ini jangan cuma berhenti di kamu! Biar yang lain #JadiNgerti, like dan share juga ya!

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio