MEMAHAMI PROSEDUR PENGALIHAN SAHAM AKIBAT WARIS AGAR TERHINDAR DARI GUGATAN DI PENGADILAN

Mar 31, 2022

Saham adalah sebuah instrumen dalam perusahaan yang dapat diwariskan. Pengalihan saham karena waris merupakan “peralihan hak karena hukum” dan kebijakannya diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) UUPT. 

Pengalihan saham akibat waris tidak perlu dilakukan dengan akta pemindahan hak. Pengalihan dapat dilakukan dengan menyampaikan keterangan kematian, keterangan waris, dan bukti-bukti yang menyatakan sebagai ahli waris. 

Kemudian, direksi wajib mencatat pemindahan hak atas saham dan memberitahukan perubahan susunan pemegang saham kepada Menkumham maksimal 30 hari sejak tanggal pencatatan. Jika perusahaan menolak keberadaan ahli waris sebagai pemegang saham, maka ahli waris dapat menggugatnya di pengadilan. 

Gugatan oleh ahli waris terhadap perusahaan yang menolak keberadaannya pernah dilakukan oleh Lani dan Eliana, selaku ahli waris dari Surjo, pemilik 2.625 lembar saham PT. Big Bird. Mereka sempat kalah pada pengadilan tingkat pertama, namun akhirnya mereka menang pada tingkat banding dan kasasi. 

SUDAHKAH KAMU MENGETAHUI FAKTA TERSEBUT?

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio