Dunia sepak bola Tanah Air digegerkan dengan dokter gadungan di kubu klub Liga 1, PS Sleman (PSS), yang kedoknya telah terbongkar.
Dokter gadungan PS Sleman yang dimaksud yaitu bernama Elwizan Aminuddin.
Amin, sapaan Elwizan Aminuddin, ternyata bukan dokter asli karena ijazah kedokterannya palsu.
Kasus ini pertama kali mencuat dari kicauan seorang kardiolog, Muhammad Iqbal Amin, melalui akun Twitter pribadinya, @iqbalamin89.
Nama Elwizan Aminuddin diyakini tidak terdaftar di aplikasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), maupun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Sementara, Elwizan Aminuddin diketahui telah bekerja dengan beberapa klub Liga 1 seperti Madura United, Bali United, dan Barito Putera. Tak hanya itu, Amin bahkan pernah menjabat sebagai dokter timnas Indonesia U16 dan U19.
Kegaduhan yang terjadi kemudian membuat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 turun tangan guna melakukan penyelidikan, dibantu oleh Satgas Covid-19 LIB. Berdasarkan penelusuran PT LIB, terbukti bahwa Elwizan Aminuddin tidak memiliki ijazah kedokteran yang terdaftar.
Temuan tersebut juga sudah dikonfirmasi sendiri oleh Direktur Utama PT LIB, Ahmad Hadian Lukita.
Tak lama setelah kedok Elwizan Aminuddin terbongkar, Direktur Utama PSS Sleman, Andy Wardhana, menyatakan yang bersangkutan telah mundur dari PSS. Elwizan Aminuddin diketahui mengundurkan diri secara lisan pada 1 Desember 2021.
Direktur Operasional PSS Sleman, Hempri Suyatna telah melaporkan kasus ini kepada Polres Sleman dengan didampingi tim hukum dari PT PSS.
Kejadian yang menimpa PSS Sleman memunculkan pertanyaan besar tentang bagaimana proses perekrutan dan penunjukkan dokter tim-tim Liga 1.
Validasi sertifikasi profesi jadi salah satu kunci.






0 Comments