NASABAH KENA TAGIHAN AMAZON, JENIUS KECOLONGAN?!

Nov 19, 2021

Netizen twitter berama-ramai mengeluhkan pembayaran sebesar USD 1 atau sekitar Rp 14.759 yang berasal dari layanan Amazon Web Service (AWS) dalam tagihan Jenius.

Padahal, sebelumnya para nasabah tersebut tidak pernah menggunakan layanan AWS!

Sementara itu, dari cuitan para nasabah, pihak jenius menyarankan untuk memblokir permanen kartu dan menyiapkan dana sebesar Rp50 ribu untuk biaya penggantian kartu ketika ditanya seputar keluhan tersebut

Sudah tidak pernah menggunakan layanan, namun diminta membayar tagihan. Belum lagi harus menyiapkan dana untuk pemblokiran dan penggantian kartu.

Nasabah sudah rugi, semakin merugi.

Kasus ini bukan kali pertama bagi Jenius, beberapa waktu lalu Jenius sempat ramai dibicarakan karena adanya dugaan penipuan dengan mengatasnamakan Bank yang berhasil menghilangkan dana nasabah hingga ratusan juta Rupiah.

Hingga saat ini, pihak Jenius belum memberikan keterangan terkait masalah pemotongan biaya AWS (Amazon Web Service) secara sepihak yang menimpa penggunanya.

Kejahatan siber dalam dunia perbankan ini tentu harus segera direspon oleh pihak Jenius, karena korbannya sudah banyak bermunculan. Bila tidak segera ditangani, kepercayaan masyarakat terhadap Jenius akan semakin rendah yang tentu akan berdampak pada eksistensi Jenius.

Semoga kasus ini segera dapat ditangani dengan baik ya!

Bagaimana dengan Sobat BP, pertimbangan apa yang paling penting saat memilih instrumen keuangan untuk pembayaran?

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio