JADI LAWYER JUJUR GAK BAKAL KAYA?

Dec 1, 2020

Seringkali profesi sebagai lawyer dipandang sebelah mata. Hal ini tentu tidak lepas dari citra buruk yang melekat akibat banyaknya praktik ‘kotor’ yang kerap kali dilakukan. Padahal, di sisi lain pekerjaan sebagai lawyer merupakan pekerjaan yang mulia dan bermanfaat, khususnya dalam membantu para pencari keadilan.

Bahkan ada kalimat, “Yang haram aja susah, apalagi yang halal.” Ucapan ini terkesan bercanda, tapi maknanya berbahaya. Jika meyakini hal tersebut, kita tidak percaya Tuhan yang Maha Pemurah akan memberikan rezeki secara adil kepada semua makhluknya. Itu sama saja menafikkan peran Tuhan.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat. Maka disinilah perannya. Menjadi orang yang selalu dapat memberikan manfaat bagi yang lain.

Sehingga, sebagai lawyer, yakinlan, benefit dan kesejahteraan akan didapatkan seiring dengan manfaat yang kita berikan. Tanpa perlu menggunakan praktik ‘kotor’.

Ah jadi teringat tokoh hukum idola saya, Abdul Rahman Saleh. Beliau pernah menjadi jurnalis, advokat, notaris, Jaksa Agung dan Hakim Agung. Dalam bukunya beliau berujar, “Jangan bersihkan kotoran dengan sapu kotor.” Karena hasilnya tidak akan bersih. Dan jelas tidak akan membawa kebahagiaan.

#lawyer #lawfirm #corporatelaw #bisnis #pengusaha

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio