NILAI DIRI SEBAGAI MEDIA EVALUASI

Nov 24, 2020

Dulu saya belajar, harus ada alasan yang kuat untuk menjalankan sesuatu. Harus ada Strong WHY yang menjadi dorongan mengerjakan sesuatu agar bisa sukses. Inilah yang menjadi visi kita. Semakin mulia visi kita, akan semakin besar dorongannya.

Ternyata, setelah itu, untuk mencapai visi ini perlu mission statement yang kemudian di-break down menjadi personal task kita. Dan untuk menjalankannya, harus ada nilai diri atau value agar menjadi batasan dan juga prinsip dalam bergerak mencapai visi.

Karena ternyata mudah saja ketika kita mengukur apakah pekerjaan kita ini tuntas dengan baik atau tidak. Ketika mengingkari nilai diri, maka hasilnya tidak akan sesuai. Misalnya, dalam mencapai hasil, saya harus menjalankan dengan penuh kejujuran. Lalu suatu ketika, kita ingin melakukan fund rising yang hasilnya akan dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Saat fund rising itu dilakukan dengan cara curang, membuat campaign berlebihan, bisa jadi manfaatnya tetap dapat dibagikan. Namun dalam hati, akan terasa kegagalan dan bantahan akibat kecurangan yang dilakukan.

Pelanggaran terhadap nilai diri inilah yang menjadi filter bagi diri kita. Untuk menilai, apakah kerja kita ini sudah benar dilakukan untuk mencapai visi kita. Mungkinkah membersihkan kotoran dengan menggunakan sapu kotor?

#value #bisnis #pengusaha #workhard #worksmart

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio