
Gagal dan penolakan sudah biasa dirasakan sejak dulu. Namun pengalaman ditolak oleh 100 law firm di Jakarta justru menjadi motivasi saya untuk menjadi lawyer. Sayangnya, menyerah bukan pilihan. Saya memilih karir sebagai jurnalis untuk kembali berproses dan mengejar ketertinggalan belajar sebagai lawyer. Karena saya menyadari, saat itu tantangannya adalah skill saya yang masih kurang.
Saat menjadi jurnalis, komitmen dan tekad menjadi lawyer tetap membara. Menjalani liputan di ruang-ruang pengadilan dan sejumlah instansi sangat membantu peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang hukum bisnis.
Alhamdulillah dengan kemampuan menulis, berkomunikasi, silaturahim, membangun jaringan dan sedikit skill basket bisa menghantarkan saya pada karir sebagai corporate lawyer di salah satu law firm besar di Jakarta.
Gagal itu biasa, ngeyel aja terus pokoknya. Jalan menuju kesana adalah pembelajaran terbaik. No pain, no gain.
#Lawyer #value #kegagalan #no #pain #no #gain #Lawyerlife #komitmen #corporatelawyer #professionallawyerclass #lawyerinternship #IndonesiaLawyer





0 Comments