GAGAL JADI PEBASKET BANTING SETIR JADI LAWYER

Aug 6, 2020

Dulu saat SMA saya sangat ingin menjadi pemain basket professional. Setidaknya bisa mencicipi aroma persaingan di Kobatama (Kompetisi Bola Basket Utama). Namun postur tubuh tidak mendukung, saya tidak terlalu tinggi dan badan sangat kurus. Skill pun pas-pasan, haha.

Lalu setelah gagal lulus UMPTN (Ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri), saya kuliah 2 semester di Universitas Pancasila. Lagi-lagi ya hanya main basket saja kerjaannya, kuliah berantakan. Kemudian lanjut ikut UMPTN tahun kedua dan masuk di FH Unair. Tapi apa lacur, jiwa basket meronta-ronta jika tidak tersalurkan. Jadilah kuliah pun tetap sibuk main basket sekalipun menjalankan amanah sebagai Chairman Asian Law Students’ Association, Pimred pers kampus dan mahasiswa Nasakom (Nasib Satu Koma) selama 3 semester berturut-turut, hehe.

Namun Alhamdulillah dulu bersama Unair pernah menjadi juara Libama Jawa Timur mengalahkan UBAYA dengan skor tipis, kemudian bermain di Libama Nasional. Tim FH Unair pun pernah meraih peringkat 3 dalam turnamen basket antar FH se Indonesia. Basket ini memang sudah lekat sekali dengan aktifitas. Berkompetisi kadang menjadi candu untuk tetap berpacu dengan adrenalin serta suasana pertandingan yang begitu khas.

Yang menarik, melalui basketlah saya bisa bernetworking semasa kuliah, bekerja dan juga bersosialisasi dengan berbagai komunitas. Di sisi lain, basket mengajarkan saya tentang disiplin, team work, sikap kompetitif dan juga mental menjadi pemenang. Tak heran, saat di dunia kerja, hal tersebut sangat membantu saya. Sekarang tetap main basket untuk olahraga agar sehat dan dapat berpikir jernih. Allah senang Muslim yang kuat, makanya harus diikhtiarkan untuk sehat dan kuat.

Dan jangan salah, law firm besar juga mengapresiasi jika ada lawyer yang punya skill olahraga (setidaknya sebelum pandemi hadir ya).

Saya pun merasakan berkompetisi basket di kancah lawyer dan membela 3 kantor hukum (saat di SAP, ABNP dan HPRP Lawyers), dalam ajang Pertandingan Persahabatan Antar Kantor Hukum (PPAKH). Jadi lawyer pun tak luput dari dunia basket kan. Sempat 2x dari 3x ajang PPAKH turut mengangkat trophy juara basket. Gagal jadi pemain basket, akhirnya jadi lawyer dan berkompetisi basket antar lawyer. Sehat sehat semuanya ya.

#BPLawyers #SmartLegal #LawyersLife #OlahRaga #Basketball #PPAKH #FUN #Kompetisi

Penulis Artikel

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio

Bimo Prasetio adalah seorang corporate lawyer dan entrepreneur, pendiri jaringan penyedia jasa hukum, Smart Legal Network. Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi bisnis dan sengketa komersial.

Disamping itu, Bimo memiliki perhatian terhadap edukasi dan advokasi hukum terhadap UMKM. Kemudian bersama rekannya Bimo membangun platform Smartlegal.id agar Akses Hukum Jadi Mudah bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Bimo dapat dihubungi melalui: ask@bimoprasetio.com

Artikel Lainnya

0 Comments

Bimo Prasetio