
Menghadapi pandemi harus diiringi dengan bersyukur dan bersabar. Jadi teringat kembali saat akhir 2012 setelah memutuskan “berpisah” dari partner bisnis, kemudian memulai lembaran baru. Bisnis resto dan gerobakan juga grand closing. Rumah juga belum selesai dibangun. Kondisinya jauh lebih berat dari saat ini.
Allah sudah menuliskan semuanya dalam Lauh mahfudz. Dan pastinya ketetapan Allah adalah yang terbaik.
Ketika itu mulai berkreasi menerapkan ide-ide digital sambil terus silaturahim dan berbagi ilmu. Mobil pun sudah tidak ada, sehingga pinjam dari orang tua.
Namun di saat itulah teman-teman JPMI mendekat dan malah “menjerumuskan” saya untuk menjadi Ketua JPMI DKI Jaya.
Waktu itu sewa kantor 3x4m2 di bawah mesjid. Syukurlah shalat jadi terjaga berjamaah, karena 15 detik sudah sampai di shaf pertama. Sampai mengadakan Kajian siroh di kantor bersama Almarhum Ustadz Hilman Rosyad (Ya Allah kangen sekali dengan beliau) .
Alhamdulillah Allah bukakan jalan hingga bisnis berkembang, tim bertambah, klien bertambah bahkan melahirkan peluang dan bisnis baru.
Namun godaan dunia datang hingga kembali “diingatkan” agar tidak kufur nikmat. Memang diuji dengan kenikmatan itu membuat terlena hingga lalai.
Oleh karena itu menjadi penting untuk terus berkumpul dengan teman-teman yang soleh dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.
Kini Allah kembali memberikan ujian pada kita semua dengan pandemi disaat Ramadhan yang membawa kita pada suasana puasa dan tilawah. Memang luar biasa cara Allah memberikan kasih sayangNya. Semua berlomba dalam kebaikan dan ketaatan kala ujian datang.
Mari kawan kita berkumpul bersama, saling menguatkan. Bisnis kita jalankan dengan cara Allah, makin yakin dan semangat berjamaah. Kalau sukses dan jadi besar itu bonus, tapi fokus kita tetap jadi orang soleh. Jadikan bisnis sebagai ibadah dan legacy kita untuk generasi penerus. Semoga menjadi amal jariyah.
Salam hormat,
Bimo Prasetio
Founder Smartlegal.id
Partner BP Lawyers






0 Comments